Logo Heal

ART, MONEY & TECHNOLOGY

Art, Money & Technology

Tidak Matang secara Emosional, Apa Dampaknya di Dunia Kerja?

Tidak Matang secara Emosional, Apa Dampaknya di Dunia Kerja?

Oleh :

Pernah merasa suasana kerja jadi tidak nyaman bukan karena pekerjaannya, tapi karena sikap orang-orang di dalamnya? Bisa jadi masalahnya bukan pada sistem atau target, melainkan pada kematangan emosional yang belum terbentuk dengan baik.

Tidak matang secara emosional bukan soal usia atau jabatan. Ada orang yang sudah lama bekerja, posisinya tinggi, tapi masih kesulitan mengelola emosi. Sebaliknya, ada juga pekerja muda yang secara emosional justru jauh lebih stabil. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan tidak matang secara emosional dan kenapa hal ini bisa jadi masalah serius di dunia kerja? Yuk HEALMates, kita ulas secara lengkap dalam artikel berikut ini!

Apa Itu Ketidakmatangan Emosional?

Menurut Daniel Goleman, psikolog Amerika Serikat dalam teori Emotional Intelligence (EQ), kecerdasan emosional mencakup kemampuan mengenali emosi diri, mengelolanya, memahami emosi orang lain, serta membangun relasi yang sehat. Jadi, ketika aspek-aspek ini lemah, seseorang cenderung menunjukkan perilaku tidak matang secara emosional. Di dunia kerja, efeknya bisa berantai.

Secara sederhana, ketidakmatangan emosional merupakan sebuah kondisi ketika seseorang belum mampu mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosinya secara sehat, terutama dalam situasi penuh tekanan. Emosi mudah meledak, defensif berlebihan, menyalahkan orang lain, atau menarik diri secara ekstrem. 

Dampak Tidak Matang Secara Emosional di Dunia Kerja

Ketika kematangan emosional belum terbentuk dengan baik, dampaknya tidak berhenti pada perasaan pribadi saja. Cara seseorang bersikap, berkomunikasi, dan merespons tekanan di tempat kerja pun ikut berubah. Hingga tanpa disadari, hal ini bisa memengaruhi dinamika tim, kualitas kerja, dan kesehatan lingkungan kerja secara keseluruhan. Berikut ini beberapa dampak tidak matang secara emosional di dunia kerja yang perlu kamu ketahui.

1. Sulit Bekerja dalam Tim

Orang yang tidak matang secara emosional cenderung melihat perbedaan pendapat sebagai serangan pribadi. Akibatnya, diskusi berubah jadi konflik, kolaborasi jadi tegang, dan kerja tim terasa melelahkan.

2. Gampang Tersinggung dan Defensif

Orang yang tidak matang secara emosional cenderung mudah tersinggung dan  defensif. Masukan dianggap kritik dan kritik dianggap merendahkan. Alih-alih belajar dan berkembang, orang yang emosinya belum matang ini justru sibuk melindungi ego. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menghambat pembelajaran dan menurunkan kualitas performa kerja.

3. Keputusan Lebih Emosional 

Ketika emosi tidak terkelola, keputusan yang diambil pun sering kali hanya berdasarkan rasa marah, takut, atau gengsi. Dampaknya, keputusan ini bisa merugikan tim maupun organisasi.

4. Lingkungan Kerja Jadi Tidak Sehat

Satu orang yang tidak matang secara emosional bisa memengaruhi suasana satu tim. Drama, silent treatment, gosip, atau ledakan emosi membuat lingkungan kerja terasa tidak aman secara psikologis. Padahal, ini adalah kunci produktivitas dan inovasi.

5. Karier Sulit Berkembang

Skill teknis memang bisa membawa seseorang masuk ke dunia kerja, tapi kematangan emosional sering menentukan sejauh apa ia bisa bertahan dan naik level. Banyak orang gagal promosi atau kehilangan kepercayaan bukan karena tidak pintar, tapi karena dianggap sulit diajak bekerja sama.

Kenapa Banyak Orang Tidak Menyadarinya?

Sayangnya, ketidakmatangan emosional sering dianggap “sifat bawaan” sehingga kerap dinormalisasi. Marah dianggap tegas, meledak-ledak disebut passion, dan sikap defensif dibungkus dengan label perfeksionis. Padahal, tanpa disadari, pola-pola ini justru menguras energi mental dan merusak relasi kerja. 

Namun, kabar baiknya kematangan emosional ini bukanlah bawaan lahir ya, HEALMates. Jadi, keterampilan ini bisa dipelajari dan dikembangkan. Kita bisa kok mengelola diri kita dan belajar agar lebih matang secara emosional, seperti:

  • belajar mengenali pemicu emosi,
  • melatih refleksi diri,
  • membangun empati,
  • serta berani menerima umpan balik tanpa besikap defensif.

Dalam konteks profesional, dukungan seperti konseling, coaching, atau bimbingan karier juga bisa membantu seseorang memahami pola emosinya di tempat kerja, lho. 

Menjadi matang secara emosional bukan berarti menekan emosi, tapi mampu mengelolanya dengan sadar. Karena pada akhirnya, profesionalisme sejati bukan cuma soal apa yang kita kerjakan, tapi juga bagaimana kita bersikap dan bekerja sama dengan rekan kerja. (RIW)

Bagikan :
Tidak Matang secara Emosional, Apa Dampaknya di Dunia Kerja?

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa