Logo Heal

ART, MONEY & TECHNOLOGY

Art, Money & Technology

Stres Finansial Mengancam Kehidupan Rumah Tangga

Stres Finansial Mengancam Kehidupan Rumah Tangga

Oleh :

Akhir-akhir ini, kita sering mendengar berita yang penuh ironi bagaimana himpitan ekonomi mengancam kehidupan rumah tangga hingga berujung kehilangan nyawa.  Agaknya bukan hal baru lagi jika persoalan finansial ini kerap jadi alasan bagi sebagian masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk mengambil jalan pintas, ya HEALMates?

Yuk, kita telaah lebih dalam mengenai stres finansial dan ancaman terhadap kehidupan rumah tangga dalam artikel berikut ini!

Ketika Ekonomi Menghancurkan Kehidupan 

Jika HEALMates mengikuti berita di media massa maupun media sosial, HEALMates tentu sudah tak asing dengan beberapa berita berikut ini. Yang terbaru adalah seorang ibu (34 tahun) di Bandung, Jawa Barat yang memilih mengakhiri hidupnya dan kedua anaknya yang berusia 9 tahun dan 11 bulan, diduga karena persoalan ekonomi. Sementara itu, ibu rumah tangga di Wonogiri juga bunuh diri karena tertekan utang pinjaman online tanpa sepengetahuan suaminya. Di Deli Serdang, seorang oknum TNI tega membunuh istrinya juga karena persoalan ekonomi. 

Ketiga kasus tersebut hanyalah segelintir dari banyaknya kasus rumah tangga yang berujung pada hilangnya nyawa karena persoalan ekonomi. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), masalah ekonomi juga menjadi salah satu penyebab utama perceraian di Indonesia, dengan lebih dari 100 ribu kasus tercatat pada 2024. Angka ini menggambarkan bahwa ketika keuangan tidak dikelola dengan baik, hubungan bisa retak bahkan berakhir tragis hingga kehilangan nyawa.

Uang memang bukan sekadar alat transaksi. Bagi banyak pasangan, uang adalah simbol tanggung jawab, pengakuan, dan keamanan. Ketika komunikasi soal keuangan terputus, stres finansial bisa berkembang menjadi konflik serius yang dalam kasus ekstrem bisa memicu tindakan kekerasan atau bunuh diri.

Dampak Konflik Keuangan Berkepanjangan

Konflik keuangan yang berkepanjangan tidak hanya memengaruhi kantong, tetapi juga kesehatan mental. Masalah keuangan ini bisa menimbulkan kecemasan, depresi, hingga perasaan putus asa. Apalagi jika seseorang terbebani oleh utang atau ketidakpastian ekonomi, ia bisa mengalami stres finansial yang memengaruhi kualitas tidur, tekanan darah tinggi, hingga gangguan mood.

Kasus ibu di Wonogiri yang bunuh diri karena pinjaman online adalah contoh nyata ketika seseorang merasa tidak punya jalan keluar dari masalah keuangan, tekanan emosional bisa mencapai titik kritis. Selain itu, dari kasus Ibu di Bandung yang diduga karena suaminya memiliki banyak utang, kita bisa melihat bagaimana risiko stres finansial ini pada kestabilan mental. 

Tidak hanya kesehatan mental, konflik finansial juga bisa menjadi pemicu kekerasan dalam rumah tangga. Fenomena seperti suami yang membunuh istri karena persoalan ekonomi di Deli Serdang atau Gunungkidul juga menunjukkan bagaimana stres ekonomi bisa bereskalasi menjadi kekerasan fisik.

Menurut sejumlah Psikolog keluarga, faktor pemicu kekerasan ini biasanya karena akumulasi dari tekanan finansial, komunikasi yang buruk, dan ketidakmampuan dalam mengelola emosi. Masalah ekonomi yang tidak dikelola dengan baik bisa menjadi pemicu “trigger” dalam hubungan yang sudah rapuh.

Komunikasi Sehat sebagai Kunci Mengurangi Konflik

Untuk beberapa kalangan, persoalan ekonomi memang tidak bisa dihindari. Meski demikian, kita memang perlu menguatkan diri agar masalah ekonomi tidak berujung pada konflik yang mengancam hubungan bahkan nyawa. Komunikasi yang sehat menjadi salah satu solusi.  Alih-alih menghindar, kita mungkin bisa membicarakan uang secara terbuka dan jujur dengan pasangan. 

Berikut beberapa strategi komunikasi sehat yang bisa dilakukan demi menjaga hubungan di tengah persoalan ekonomi. 

  • Diskusi Rutin Tentang Keuangan

Alokasikan waktu untuk membicarakan pengeluaran, utang, dan tabungan dengan pasangan. Jangan pernah tertutup mengenai hal ini dengan pasangan karena kehidupan rumah tangga adalah milik berdua dan perlu dihadapi bersama. 

  • Tetapkan Anggaran Bersama

Buat daftar prioritas kebutuhan rumah tangga, termasuk dana darurat. Fokus pada pangan, papan, dan sandang sebelum kebutuhan sekunder atau hiburan. Kamu juga perlu menghargai kontribusi pasangan, baik secara finansial maupun non-finansial. Apresiasi kontribusi pasangan untuk mengurangi perasaan tidak seimbang.

Menurut penelitian dari Journal of Family and Economic Issues, pasangan yang rutin membahas keuangan memiliki tingkat konflik lebih rendah dan lebih puas dengan hubungan mereka dibandingkan pasangan yang menghindari topik finansial.

  • Hindari Utang Konsumtif 

Utang kerap jadi lingkaran setan yang menyebabkan konflik dalam rumah tangga. Oleh karena itu, kamu perlu bijak dalam berutang. Alih-alih berutang untuk keperluan konsumtif, sebaiknya gunakan untuk kebutuhan mendesak dan bukan gaya hidup.

  • Siapkan Dana Darurat

Punya cadangan uang tunai atau tabungan darurat bisa mengurangi stres saat kejadian tak terduga.

  • Edukasi Diri dan Pasangan

Tidak ada salahnya pasangan untuk belajar lebih banyak tentang manajemen keuangan. Buku, seminar, atau konsultasi dengan perencana keuangan profesional bisa sangat membantu. Apalagi, saat ini akses pengetahuan finansial sudah banyak tersedia secara gratis di internet sehingga lebih mudah untuk belajar. 

Pada akhirnya, kita harus memahami bahwa akan selalu ada jalan untuk setiap persoalan, termasuk keuangan. Uang itu sendiri tidak jahat, yang berbahaya adalah ketika masalah keuangan tidak dibicarakan, disembunyikan, atau dibiarkan memburuk tanpa solusi. Tetap, semangat ya HEALMates! (RIW)

Bagikan :
Stres Finansial Mengancam Kehidupan Rumah Tangga

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa