Pernah nggak kamu merasa hati lega setelah memberikan sesuatu, entah uang, barang, atau waktu HEALMates? Ada momen setelah itu di mana pikiran jadi lebih ringan, suasana hati terasa senang, dan rasa puas muncul begitu saja.
Nah, rupanya perasaan yang muncul itu bukan perasaan biasa, lho. Di balik tindakan berdonasi dan memberi, ada efek psikologis yang kuat. Yuk, kita bahas lebih dalam kenapa hal itu bisa terjadi, serta apa saja manfaat memberi dan berdonasi dari sisi psikologis.
Memberi Itu Baik untuk Mental
Beberapa studi dan eksperimen psikologis sudah meneliti hubungan antara tindakan memberi (donasi, bantuan sosial, dukungan sosial) dengan kesejahteraan psikologis. Lee Lazar dan Naomi I Eisenberger lewat artikelnya yang berjudul “The benefits of giving: Effects of prosocial behavior on recovery from stress” menyebutkan bahwa tindakan prososial (memberi bantuan kepada orang lain) dapat membantu seseorang pulih dari stres.
Selain itu, dalam pandangan Islam yang dilansir dari BAZNAS, disebutkan bahwa sedekah (donasi) juga punya manfaat bagi kesehatan mental dan emosional seperti meningkatkan rasa bahagia dan mengurangi stres serta kecemasan.
Jadi, bukan hanya kita yang “membantu orang”, tapi otak kita juga seakan mendapat balasannya dalam bentuk mood yang lebih baik, stres yang lebih terkendali, dan perasaan puas yang lebih besar.
Dilihat dari sisi psikologis, ada beberapa efek yang ditimbulkan dari tindakan memberi dan berdonasi ini. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Rasa Koneksi Sosial
Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial. Saat kita membantu orang lain, ada rasa keterhubungan yang tumbuh. Gen kita “diprogram” untuk merasa lebih baik saat berbuat baik pada orang lain. Menurut Elizabeth Dunn, profesor psikologi di University of British Columbia, memberi menciptakan perasaan “kita” yang memperkuat identitas sosial.
2. Makna dan Tujuan Hidup
Di era yang serba cepat seperti sekarang, banyak orang merasa kehilangan arah dan tujuan. Dengan memberi, hal itu bisa menjadi cara untuk merasakan kembali bahwa hidup kita punya arti. Menurut Viktor Frankl, seorang psikolog eksistensial, manusia selalu mencari makna hidup dan berbagi pada orang lain adalah salah satu jalannya.
3. Efek Psikologis Langsung
Memberi bisa meningkatkan rasa percaya diri dan kompetensi. Misalnya, saat kita tahu bahwa donasi kita membantu anak-anak mendapatkan akses pendidikan, ada rasa “saya bisa berkontribusi” yang menumbuhkan kebanggaan.
Lebih dari Sekadar Mood Booster
Fakta menarik lainnya yang bisa HEALMates rasakan dari memberi yakni bukan sekadar mood booster, lho. Dalam Health Psychology (2012), dijelaskan bahwa orang yang rutin melakukan kegiatan amal justru memiliki tingkat stres lebih rendah dan risiko kesehatan lebih kecil. Mereka cenderung memiliki tekanan darah yang lebih stabil dan bahkan umur yang lebih panjang.
Ketika orang memberikan donasi, area otak yang terkait dengan perasaan bahagia dan penghargaan (seperti striatum ventral) juga lebih aktif. Artinya, memberi benar-benar membuat otak kita “terprogram” untuk merasa lebih baik.
Selain itu, memberi juga bisa mendatangkan berbagai efek positif dalam kehidupan kita, lho HEALMates. Berikut ini beberapa efek yang bisa kita rasakan.
- Kebahagiaan Sehari-hari Lebih Konsisten
Bukan hanya “senang sekali-dua kali”, tapi memberi bisa membuat kita mempunyai momen-momen kecil yang membuat hati lega dan senyum muncul tanpa sebab besar.
- Rasa Syukur yang Lebih dalam
Memberi sering mendatangkan apresiasi terhadap apa yang kita miliki, dan mendorong kita lebih peka terhadap kesejahteraan orang lain.
- Rasa Harga Diri dan Kepercayaan Diri Meningkat
Ketika kita mampu membantu orang lain, kita juga jadi merasa bahwa kita berkontribusi, bukan hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi bagian dari solusi. Hal ini bisa meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri.
- Ketahanan Emosional Lebih Baik
Di saat stres, kesulitan, atau mood buruk, tindakan memberi bisa menjadi “obat mood” karena memberi mengalihkan fokus dan meneguhkan bahwa kita masih bisa berbuat baik meskipun dalam kondisi sulit.
- Kepuasan Hidup Jangka Panjang
Kebiasaan memberi dan keterlibatan sosial bisa menambah makna dalam hidup; banyak orang yang melaporkan bahwa saat tua nanti, yang paling mereka ingat dan banggakan bukan harta, tetapi kontribusi mereka kepada komunitas.
Cara Membiasakan Diri untuk Memberi
Memberi tidak harus selalu dalam jumlah besar. Kunci utamanya adalah niat, konsistensi, dan kesadaran. Berikut beberapa cara sederhana yang bisa HEALMates terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Mulai dari Hal Kecil
Sekali lagi, memberi tidak harus dalam jumlah besar, ya HEALMates. Bahkan, berbagi hal kecil pun tetap akan sangat berarti. Kamu bisa memberikan apa yang mampu kamu beri dan tidak memaksakan diri, bisa berupa donasi uang kecil, barang layak pakai, waktu untuk membantu, atau memberi sesuatu yang spesial bagi orang di sekitar.
2. Pilih Jenis Pemberian yang Sesuai Hati
Jika HEALMates memiliki kemampuan dalam pendidikan, HEALMates bisa menyumbangkan kemampuan di bidang itu. Bila punya waktu lebih, kamu juga bisa jadi volunteer untuk membantu orang yang sedang membutuhkan.
3. Pantau dan Rasakan Dampaknya
Setelah memberi, ambil waktu sejenak untuk melihat bagaimana donasi itu digunakan. Mendengar testimonial dari penerima atau melihat hasilnya biasanya akan memperkuat efek positif secara psikologis.
4. Beri secara Reguler
Membuat jadwal rutin memberi (misalnya tiap bulan atau tiap acara tertentu) bisa membangun kebiasaan yang baik, lho. Efek mood dan kepuasan ini akan lebih terasa jika kegiatan berdonasi atau memberi ini dilakukan secara konsisten dan bukan hanya kegiatan sesekali.
5. Refleksikan perasaan setelah memberi
Catat atau pikirkan bagaimana perasaanmu setelah memberi. Adakah rasa bahagia? lega? bangga? Nah, ini bisa memperkuat pengulangan karena kita akan ingat bahwa memberi itu “enak” juga untuk diri sendiri.
Itulah dampak psikologis dari memberi dan berdonasi yang bisa HEALMates rasakan. Memberi bisa menjadi investasi emosional yang sangat bermanfaat, tidak hanya untuk orang yang diberi tapi juga bagi kita yang memberi. Meski demikian, kita juga tidak boleh memaksakan diri ya, HEALMates. Berilah sesuatu yang kita ikhlas dan mampu. Dengan begitu, kita dapat merasakan manfaat positifnya. (RIW)

