Pengkhianatan dalam hubungan rumah tangga selalu menjadi sebuah pukulan yang berat. Tak hanya luka emosional, tetapi juga bisa mengguncang fondasi keuangan yang selama ini dibangun bersama. Pada awalnya, semua pasti akan terasa menyakitkan. Pasangan berselingkuh tidak hanya menghancurkan kita secara batin tapi juga secara ekonomi.
Akan tetapi, pengkhianatan ini tidak boleh membuat kita berlarut-larut, HEALMates. Ketika satu pintu tertutup, pintu lainnya harus dibuka. Salah satunya yakni pintu menuju kemandirian, terutama finansial. Karena setelah hubungan berakhir, kita sering tidak hanya kehilangan pasangan tapi juga kemampuan “bersama” untuk menopang hidup.
Oleh karena itu, artikel ini hadir untuk membantu HEALMates memahami betapa penting membangun kemandirian finansial pasca pengkhianatan pasangan. Yuk, simak!
Mengapa Kemandirian Finansial Penting setelah Hubungan Berakhir
Ada dua hal yang sering terlupa ketika kita menghadapi sebuah pengkhianatan. Pertama, perceraian atau pengakhiran hubungan sering berdampak finansial secara nyata, Kedua, kemandirian finansial bukan sekadar “memiliki uang sendiri”, tapi juga “memiliki kontrol dan kebebasan” untuk membuat pilihan hidup.
Menurut riset, wanita setelah perceraian sering mengalami penurunan pendapatan yang signifikan. Dilansir dari laman barrowsfirm.com, penelitian menunjukkan bahwa pendapatan perempuan cenderung menurun lebih dari 20% setelah perceraian, sementara pendapatan laki-laki biasanya tetap stabil atau bahkan meningkat. Beberapa faktor utama yang menyebabkan hal ini antara lain:
- Kesenjangan Upah Gender: Perempuan umumnya memperoleh pendapatan yang lebih rendah dibanding laki-laki, sehingga memiliki posisi ekonomi awal yang lebih lemah saat bercerai.
- Gangguan dalam Karier: Banyak perempuan yang mengambil cuti atau mengurangi jam kerja untuk merawat anak, yang pada akhirnya menurunkan potensi penghasilan dan tabungan pensiun mereka.
- Pembagian Aset yang Tidak Seimbang: Meskipun ada upaya untuk membagi aset secara adil, perempuan sering kali berakhir dengan aset likuid yang lebih sedikit, sehingga lebih sulit bagi mereka untuk pulih secara finansial.
Kesenjangan-kesenjangan inilah yang membuat pemahaman kondisi keuangan sangat penting, terutama bagi perempuan yang mengalami perceraian agar bisa melangkah ke depan. Selain itu, dalam salah satu artikel di Psychology Today disebut bahwa membangun dana darurat (3-6 bulan pengeluaran) dan memiliki rencana finansial adalah kunci dalam pemulihan finansial setelah perceraian.
Jadi, jika HEALMates berada di fase ini, merasa kehilangan, bingung finansial, atau ingin memulai hidup baru membangun kemandirian finansial bisa jadi langkah strategis. Tentunya nggak cuma “mengganti” penghasilan yang hilang, tetapi “membangun ulang” hidup dengan kendali sendiri.
Langkah-Langkah Praktis Menuju Kemandirian Finansial
Ada beberapa langkah praktis menuju kemandirian finansial yang bisa HEALMates lakukan jika berada pada situasi perpisahan dengan pasangan.
1. Petakan Keuangan secara Realistis
Mulailah menuliskan semua pengeluaran rutin bulanan yang perlu dipersiapkan, seperti sewa rumah/ tempat tinggal, utilitas (listrik, air, internet), transportasi, sekolah anak, asuransi, dan lain-lain. Lalu, tuliskan semua penghasilan realistis yang bisa kamu peroleh, baik dari pekerjaan utama maupun side hustle. Buat juga daftar aset (tabungan, investasi, barang bernilai) dan utang (kartu kredit, pinjaman, kewajiban nafkah anak jika ada). Dengan gambaran ini, kamu bisa memetakan gap keuangan, berapa banyak yang harus dikeluarkan vs berapa banyak yang bisa masuk.
2. Siapkan Dana Darurat
Sebagaimana disarankan oleh banyak ahli keuangan bahwa punya dana darurat (misalnya setara 3-6 bulan pengeluaran) akan sangat membantu meredam kecemasan finansial setelah perceraian. Hal ini bisa membantu memberi ruang napas ketika penghasilan kamu belum maksimal pasca perpisahan.
3. Kurangi Utang dan Kontrol Pengeluaran
Utang adalah beban berat yang dapat memperlambat pemulihan finansial. Jika memungkinkan, prioritaskan melunasi utang berbunga tinggi (misalnya kartu kredit) dan hindari utang baru kecuali sangat diperlukan. Evaluasi juga pengeluaran bulanan, mana yang bisa dikurangi atau dihilangkan sementara.
4. Bangun Penghasilan Baru dan Diversifikasi
Kemandirian finansial sangat berkaitan dengan kemampuan kita menghasilkan pendapatan. Idealnya memang kita punya beberapa sumber penghasilan.
5. Bangun Mindset dan Dukungan Emosional
Pemutusan hubungan, terutama yang disertai pengkhianatan sering kali meninggalkan luka yang tak terlihat. Mulai dari rasa bersalah, rendah diri, takut memulai lagi, dan lain sebagainya. Karena itulah, selain mengatur finansial, penting juga bagi kita untuk mencari dukungan emosional (support system). Ini penting sekali agar luka psikologis kita tidak mengendap jadi trauma.
Rekomendasi Pekerjaan atau Bisnis setelah Cerai
Ketika hubungan selesai, banyak perempuan merasa “harus memulai dari nol”. Karena itu, kita perlu memiliki pekerjaan atau sumber penghasilan agar secara finansial kita bisa mandiri. Berikut beberapa opsi yang bisa dipertimbangkan.
1. Freelance Content Writer
Kalau kamu punya latar belakang kepenulisan atau mengelola konten, pekerjaan freelance content writer bisa jadi pilihan menarik untuk menambah penghasilan. Pekerjaan ini sangat fleksibel dan bisa dilakukan dari rumah, bisa mulai dari blog, media online, hingga agency yang butuh konten.
2. Personal Branding dan Jasa Konsultasi
Dengan skill sebagai content writer, SEO writer, dan pengamat bahasa mungkin, kamu juga bisa membuka jasa konsultasi. Misalnya review tulisan profesional, pelatihan editing, workshop menulis dan lain-lain. Ini bisa jadi peluang yang bagus untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
3. Bisnis Rumahan atau Bisnis Online
Jika kamu punya hobi atau keahlian tertentu, kamu bisa mencoba membuka usaha rumahan atau bisnis online. Bisnis ini bisa sangat fleksibel dan bisa dijalankan sambil mengurus anak. Modalnya juga cenderung dimulai dari nominal yang kecil sehingga tidak akan memberatkan.
4. Asisten Virtual (Virtual Assistant)
Banyak perusahaan kecil/ UMKM mencari orang yang bisa mengelola email, jadwal, posting sosial media, hingga admin ringan. Pekerjaan ini cocok untuk yang ingin pendapatan tetap tapi tidak terikat jam kerja dari 9-5. Jadi, kamu bisa mempertimbangkan peluang sebagai asisten virtual yang bisa dilakukan dari jarak jauh ini.
Menurut artikel “Navigating Divorce After 50” oleh Michael Jenkins, wanita yang mengalami perceraian di usia 50 tahun ke atas menghadapi tantangan yang khas, seperti kehilangan identitas, perasaan terisolasi, dan tekanan ekonomi yang lebih besar. Artinya, pemulihan finansial ini nggak cuma persoalan “menghasilkan uang” ya HEALMates, tapi juga “membangun kembali diri” untuk tujuan hidup yang baru.
Keberanian untuk memulai lagi memang tidak selalu mudah. Proses ini tentunya tidak instan. Ada hari-hari ketika kamu merasa lelah, takut gagal lagi, atau merindukan “kemapanan lama” yang kini hilang. Tapi, inilah realitas yang perlu dihadapi, Karena itulah, kamu perlu membangun versi baru dari dirimu. (RIW)

