Di drama Korea, kita mungkin sering banget lihat pasangan yang jatuh cinta di kantor. Dari tatap-tatapan sehabis rapat, sharing kopi di pantry, sampai pulang bareng setelah lembur. Romantis, ya? Tapi sayangnya, di dunia nyata, skenario kantor yang terlalu “hangat” ini kadang bukan menghasilkan cinta baru yang manis, melainkan drama rumah tangga yang pahit.
Yep, office affair alias perselingkuhan di tempat kerja jadi fenomena yang jauh lebih nyata daripada banyak orang kira. Secara definisi, office affair adalah hubungan romantis yang terjadi antara rekan kerja dan biasanya di luar hubungan resmi mereka. Dalam banyak kasus, office affair mengandung unsur perselingkuhan, karena salah satu atau kedua pihak sudah memiliki pasangan sah.
Lalu, kenapa banyak perselingkuhan ini berawal dari tempat kerja? Apa saja tanda-tanda dan bagaimana cara menghindarinya? Yuk HEALMates, kita kupas secara lengkap dalam artikel berikut ini!
Alasan Perselingkuhan di Tempat Kerja
Bukan cuma di film, tapi di kantor-kantor sekitar kita juga banyak yang melakukan office affair. Bahkan, di beberapa tempat perselingkuhan ini sering jadi rahasia umum diketahui oleh rekan kerja yang lain tapi mereka lebih memilih diam karena tidak ingin ikut campur. Tapi, apakah semua kedekatan di kantor pasti berujung affair? Nggak juga ya, HEALMates.
Lalu, mengapa banyak orang yang selingkuh di kantor? Dari sejumlah sumber, berikut beberapa hal yang paling sering jadi alasan perselingkuhan di kantor.
1. Intensitas Pertemuan Tinggi
Pada umumnya, seseorang bisa menghabiskan lebih banyak waktu dengan rekan kerja dibanding keluarga. Apalagi kalau jam kerjanya 8–10 jam sehari. Nah, intensitas inilah yang kemudian menciptakan kedekatan, kenyamanan, hingga perasaan terkoneksi.
2. Adanya Dukungan Emosional dan Perhatian
Lingkungan kerja yang kompetitif juga seringkali membuat seseorang merasa stres sehingga kerap membutuhkan perhatian dan dukungan emosional. Kadang seseorang mencari “pelukan emosional” dari orang terdekat. Masalahnya, sering kali orang terdekat itu bukan pasangan, tapi rekan sekantor.
3. Chemistry Profesional jadi Chemistry Personal
Kerja bareng seseorang yang pintar, suportif, dan komunikatif seringkali membuat seseorang mudah kagum dan akhirnya hubungan profesional jadi hubungan personal.
4. Boundary yang Samar
For your information HEALMates, di kantor flirting bisa dibungkus sebagai teamwork, coaching, hingga professional support. Padahal tanpa sadar, pelakunya sudah masuk wilayah emotional affair.
5. Nafsu dan Ego
Kadang affair terjadi bukan karena kekurangan cinta di rumah atau dari pasangan sahnya ya, HEALMates. Tapi, sering kali hal ini karena nafsu dan ego yang ingin merasakan kembali ketertarikan semu tanpa disertai dengan pikiran logis dengan dampak yang bisa ditimbulkan. Karena sejatinya ego manusia itu, kadang lebih mudah tergoda kalau nggak punya iman yang kuat.
6. Terjebak Momen dan Pembenaran Moral
Banyak pelaku affair merasa hubungan mereka “spesial” atau “berarti”. Bahkan mereka sering muncul alasan, seperti “Aku nggak sengaja sayang sama dia.” Padahal untuk sampai ke tahap itu, ada banyak keputusan kecil yang disadari betul. Dampaknya? Tentu saja nggak hanya hancur rumah tangganya, tapi juga hancur kariernya.
Office affair jarang yang berakhir bahagia. Walaupun pelaku mengaku bahagia, biasanya kebahagiaan mereka semu dan tetap ada ganjalan tak tampak dalam kehidupan mereka. Dampak yang paling sering terjadi adalah reputasi profesional rusak, tim jadi nggak nyaman dan terpecah, konflik internal, ancaman mutasi/PHK, kehilangan kepercayaan istri/suami, trauma keluarga dan anak. Yang paling ironis adalah hubungan affair itu justru kandas setelah semuanya hancur. Karena affair yang lahir dari kebohongan sering berakhir dengan kecurigaan yang sama.
Cara Menjaga Diri dari Office Affair
Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara menghindari office affair? Hal yang paling utama tentunya adalah iman dan komitmen ya, HEALMates. Godaan apapun yang lewat akan berlalu begitu saja kalau kita punya bekal kuat di dalam diri bahwa kita sedang menjaga kepercayaan pasangan dan keutuhan rumah tangga. Selain itu, beberapa hal yang secara praktis mungkin bisa dilakukan agar terhindar dari perselingkuhan di kantor antara lain sebagai berikut.
1. Kenali dan Jaga Batas
Ini mungkin mirip signage yang sering kita lihat di mall, “Dilarang Melewati Garis Ini.” Jadi kita harus benar-benar memahami batasan sebagai rekan kerja dan profesionalitas. Batas sehat di kantor itu contohnya:
- Tidak curhat masalah rumah tangga ke lawan jenis secara intens.
- Tidak komunikasi pribadi tanpa alasan yang jelas.
- Hindari candaan flirtatious.
- Batasi interaksi di luar jam kerja.
Kalau sudah mulai nyaman berlebihan, ya sebaiknya undur diri secara elegan. Kadang menjauh adalah bentuk kedewasaan, lho.
2. Perkuat Hubungan dengan Pasangan
Cara berikutnya yang harus diperkuat adalah hubungan dengan pasangan. Cobalah untuk meningkatkan komunikasi, keintiman, serta rasa respect terhadap pasangan yang sah. Jangan sampai kantor jadi “pelarian emosi”.
3. Sadar Risiko Sejak Awal
Kalau udah mulai mikir “Ah cuma sekadar teman kok”, itu justru bisa jadi alarm tanda waspada. Kenapa? Artinya kita tidak membentengi diri kita dengan batas-batas aman sebagai rekan profesional. Penting sekali untuk menyadari risiko dan dampak nyata yang bisa terjadi akibat perselingkuhan yang mungkin kesenangannya tidak bertahan lama. Dengan begitu, kita jadi bisa menjaga diri dari perbuatan yang bisa merusak rumah tangga bahkan masa depan anak ini.
4. Terbuka dengan Pasangan
Salah satu kunci utama menjaga sebuah hubungan adalah terbuka kepada pasangan. Ini juga bisa jadi salah satu cara untuk menjaga agar kita terhindar dari office affair yang berbahaya. Ada makan bareng tim? Ceritakanlah ke pasangan. Ada trip ke luar kota? Izin dan ajak pasangan jika memang diizinkan kantor. Perlu dicatat ya, HEALMates keterbukaan itu bukan kontrol, tapi perlindungan.
5. Fokus pada Integritas Profesional
Karier yang dibangun bertahun-tahun terlalu mahal untuk dihancurkan oleh hasrat sesaat. Ini yang harus dipegang erat-erat agar kita tidak terjerumus dalam jurang perselingkuhan di tempat kerja.
Bekerja bareng dan tertarik pada rekan kerja karena skill dan profesionalitasnya itu wajar, kok. Mengagumi orang lain juga manusiawi. Tapi ingat ya, HEALMates. Setia itu keputusan yang harus kita buat sendiri. Bahkan ketika di balik pintu kantor ada penuh godaan, kalau kita sudah punya komitmen kuat, maka godaan itu hanya angin yang lewat. Jadi, kalau kamu merasa mulai nyaman sama teman kantor, ingat bahwa kenyamanan bukan alasan menghancurkan hidup seseorang, termasuk hidupmu sendiri. (RIW)

