Logo Heal

PHYSICAL HEALTH & SPORT

Physical Health & Sport

Nggak Cuma Telat Makan, Stres Juga Bisa Menyebabkan GERD

Stres Juga Bisa Menyebabkan GERD

Oleh :

Selama ini, banyak dari kita mengira GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease selalu berhubungan dengan telat makan atau pola makan yang berantakan. Ternyata, GERD juga bisa disebabkan oleh stres, lho. Ya, stres juga punya peran besar dalam memicu dan memperparah GERD. Sayangnya, faktor ini sering dianggap sepele karena tidak “terlihat” secara fisik. Padahal, hubungan antara pikiran dan sistem pencernaan itu erat banget lho, HEALMates. Yuk, simak penjelasan lengkapnya sebagai berikut!

Apa Itu GERD? 

Sebelum kita membahas lebih dalam tentang keterkaitan antara stres dan GERD, kita perlu memahami terlebih dahulu apa itu GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). 

Dilansir dari laman Gastroconsa, GERD adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan secara berulang. Gejalanya bisa berupa sensasi terbakar di dada (heartburn), rasa asam atau pahit di mulut, mual, kembung, hingga rasa tidak nyaman di tenggorokan.

Biasanya, GERD dikaitkan dengan beberapa hal terkait pencernaan, seperti:

  • Pola makan tidak teratur. 
  • Konsumsi makanan berlemak, pedas, atau asam. 
  • Kebiasaan langsung berbaring setelah makan. 

Namun, rupanya beberapa hal terkait pola makan ini bukanlah satu-satunya yang bisa menyebabkan GERD. Ada satu faktor lain yang sering luput dibahas yakni kondisi psikologis, terutama stres.

Hubungan Stres dan Asam Lambung

Kalau kamu pernah merasakan sensasi panas di dada saat sedang stres, kamu nggak sendirian. Sebab, kecemasan nggak cuma memengaruhi pikiran, tapi juga bisa berdampak ke sistem pencernaan. Banyak orang dengan GERD menyadari bahwa gejalanya jadi lebih parah saat mereka sedang stres atau cemas.

Jadi, apakah kecemasan bisa menyebabkan GERD? Secara langsung, kecemasan tidak menyebabkan asam lambung naik. Tapi, kecemasan bisa membuat gejalanya muncul lebih sering, terasa lebih parah, dan lebih sulit dikendalikan. Jadi, bagaimana hubungan antara GERD dan kondisi psikologis? 

Menurut penelitian, saat stres otak mengirim sinyal ke seluruh tubuh untuk bersiap menghadapi “ancaman”. Dalam kondisi ini, produksi asam lambung akan meningkat serta gerakan lambung dan usus menjadi tidak teratur. Selain itu, sensitivitas saraf di saluran cerna juga jadi meningkat. Akibatnya, gejala GERD bisa terasa lebih parah, lebih sering kambuh, dan lebih sulit dikendalikan, meskipun pola makan sudah dijaga.

Meski demikian, stres tidak secara langsung meningkatkan jumlah asam lambung secara drastis, tapi membuat tubuh lebih “peka” terhadap rasa nyeri dan tidak nyaman. Artinya, sensasi yang sebenarnya ringan bisa terasa jauh lebih menyakitkan saat kondisi mental sedang tertekan.

Pola Hidup Saat Stres Ikut Memperparah

Selain efek langsung ke tubuh, stres sering memicu kebiasaan yang tanpa sadar memperparah GERD, seperti:

  • Makan terburu-buru atau tidak fokus. 
  • Minum kopi berlebihan agar tetap “melek”. 
  • Begadang dan kurang tidur. 
  • Mengabaikan sinyal lapar atau kenyang. 

Semua ini menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus, yakni stres bikin GERD kambuh, GERD bikin tubuh makin stres. Banyak pasien dengan GERD (gastroesophageal reflux disease) sudah berulang kali berkonsultasi ke dokter penyakit dalam, bahkan menjalani endoskopi, tetapi keluhannya tetap tidak membaik. Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata penyebab utamanya bukan hanya masalah di lambung, melainkan juga kecemasan dan kebiasaan overthinking.

Jika akar masalahnya berasal dari kecemasan berlebih atau stres yang berlangsung lama, pengobatan medis saja tidaklah cukup. Tanpa menangani sumber stresnya, terapi dan obat-obatan sering kali tidak memberikan hasil yang optimal, karena GERD dalam kondisi ini dipengaruhi oleh faktor psikologis.

Mengelola Stres Jadi Bagian dari Terapi GERD

Mengatasi GERD tidak cukup hanya dengan mengatur menu makan ya, HEALMates. Biasanya, dokter spesialis penyakit dalam untuk pengobatan GERD ini dimulai dengan mengendalikan gejala asam lambung dan melindungi kerongkongan. Namun, mereka juga menyadari bahwa kecemasan sering menjadi bagian dari masalah. Maka, selain terapi obat-obatan yang menurunkan produksi asam lambung dan membantu penyembuhan kerongkongan. perubahan gaya hidup juga kerap dianjurkan. 

HEALMates mungkin akan disarankan untuk mengatur pola makan, mulai dari makan dalam porsi kecil, hingga menghindari makan dua hingga tiga jam sebelum berbaring atau tidur. Selain itu, kamu juga akan dianjurkan untuk menjaga mental dan menghindari stres. 

Itulah penjelasan mengenai kaitan antara GERD dan stres yang jarang disadari nih, HEALMates. Semoga penjelasan ini bisa bermanfaat dan menjadi referensi, ya. (RIW)

Bagikan :
Stres Juga Bisa Menyebabkan GERD

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa