HEALMates, berjarak dari orang tua seringkali membuat kita merasa bersalah ya. Apalagi, kalau orang tua sudah mulai lanjut usia. Keinginan untuk terus menjaga di samping mereka seringkali terkendala oleh kebutuhan pendidikan maupun pekerjaan.
Meski zaman sudah semakin canggih, di mana handphone ada di saku, video call bisa kapan aja, tapi tetap saja ada rasa “masih nggak cukup?” yang menyelinap di dada. Yep, itulah bagian dari emotional caregiving di era digital. Dalam konteks ini, emotional caregiving bisa berarti anak yang menjaga kedekatan emosional dengan orang tua, meski dari jauh, bisa lewat video call, pesan suara, atau obrolan singkat tiap hari. Tujuannya bukan sekadar “tahu kabar”, tapi agar orang tua merasa masih dicintai, dianggap penting, dan tidak dilupakan.
Lalu, bagaimana menjaga hubungan agar tetap dekat dengan orang tua meski kita ada di tempat yang berbeda? Yuk, kita bahas selengkapnya di artikel berikut ini.
Jarak Jauh Bukan Berarti “Putus Hubungan”
Kita mungkin kerap menghadapi situasi misalnya kita ada di Jakarta tapi orang tua di kampung halaman. Jadwal padat, pekerjaan tak bisa ditinggalkan, tapi rasa tanggung jawab tetap ada. Perasaan seperti ini kerap mengganjal karena merasa bersalah tidak bisa selalu ada di samping orang tua.
Dalam sebuah riset berjudul Long Distance Caregiving: A Systematic Review, disebut bahwa merawat lansia dari jauh selalu punya tantangan tersendiri, termasuk rasa bersalah, ketidakpastian, dan keinginan besar untuk tetap “hadir” meski tidak ada di dekat mereka.
Nah, adanya teknologi komunikasi (video call, voice message, chat, media sosial) punya peran yang sangat penting ya, HEALMates. Saat ini, ada banyak aplikasi yang bisa kita gunakan untuk memantau kesehatan orang tua kita. Selain itu, fitur komunikasi jarak jauh seperti video call atau voice note juga membuat kita tetap “terhubung” secara emosional dengan orang tua kita. Jadi, kita mungkin bisa video call rutin pagi atau malam, mengirim foto, pesan suara selamat pagi yang bisa membuat kehadiran kecil itu bermakna bagi orang tua kita.
Jika orang tua punya kondisi kesehatan khusus atau tinggal sendiri, teknologi seperti sensor gerak, perangkat pemantauan kesehatan, atau kamera sederhana bisa dipertimbangkan, tentunya dengan izin dan pengertian mereka. Ini membantu kita untuk tetap memantau kondisi orang tua dari jauh dan memberi rasa aman. Pemantauan jarak jauh ini juga dapat meningkatkan koneksi emosional dan rasa aman bagi caregiver dan lansia lho, HEALMates.
Kenapa Koneksi Emosional Itu Penting?
Sekarang kita bahas kenapa menjaga hubungan emosional itu nggak boleh dianggap remeh. Beberapa alasannya antara lain sebagai berikut.
- Mengurangi Rasa Kesepian dan Isolasi
Orang tua yang tinggal sendiri sering merasa sepi atau “tertinggal”. Adanya teknologi komunikasi ini bisa memperkuat dukungan sosial dan membantu caregiver tetap terhubung dengan orang tua meski jarak jauh.
- Menjaga Kesejahteraan Jiwa sebagai Bentuk Tanggung Jawab
Jarak jauh kadang bikin kita merasa “jangan-sampai terjadi sesuatu dan saya nggak tahu”. Hal itu bisa bikin stres. Nah, dengan rutin komunikasi seperti video call atau voice note kita bisa merasa sedikit lega.
- Memperkuat Rasa Saling Peduli
Ketika kita tidak hanya “Mengirim uang” tapi juga “Rutin ngobrol ringan” seperti bertanya kabar, itu bisa bikin orang tua merasa dihargai dan tidak merasa diri mereka beban, lho. Hal-hal sederhana salah satunya dengan terus berkomunikasi via handphone ini bisa menghadirkan perasaan dipedulikan dan diperhatikan.
Tapi perlu diingat ya, HEALMates. Meskipun teknologi bisa membantu memberi kemudahan untuk “hadir” merawat orang tua dari jarak jauh, namun teknologi tidak bisa menggantikan pelukan fisik atau kehadiran nyata. Kita juga perlu membuat jadwal untuk mengunjungi mereka.
Jadi buat kamu yang sekarang ada di kota besar atau di luar negeri, yuk jadwalkan video call rutin, kirim foto lucu, tanyakan kabar, atau peluk mereka melalui layar. Jarak mungkin jauh, tapi rasa peduli bisa dibuat dekat kok. (RIW)

