Logo Heal

SPIRITUAL

Spiritual

Menggali Pendidikan HAM dari Perspektif Hablum Minal Alam

Pendidikan HAM dari Hablu Minal Alam

Oleh :

HEALMates, kalian pernah nggak sih merasa bahwa hidup ini bukan cuman soal hubungan kita dan orang lain, tapi juga tentang hubungan kita dengan alam dan lingkungan sekitar? Dalam dunia pendidikan, konsep ini terkadang luput dari perhatian. Padahal, jika kita memahami pendidikan Hak Asasi Manusia (HAM) melalui perspektif hablum minal alam, atau hubungan manusia dengan alam, wawasan kita tentang hak dan tanggung jawab bisa jauh lebih luas. 

Hablum Minal Alam sebagai Pondasi Pendidikan HAM

Kita seringkali mendengar bahwa HAM hanya sebatas tentang hak individu, kebebasan, dan keadilan. Memang benar, tapi HAM juga menuntut kita sadar akan tanggung jawab terhadap makhluk lain dan lingkungan sekitar. Kalian tahu kan, HEALMates? Merawat alam sama dengan mencegah bencana. Mencegah bencana sama dengan melindungi nyawa manusia. Melindungi nyawa manusia sama dengan menjalankan HAM. Nah, di sinilah perspektif hablum minal alam masuk.

Dalam istilah sederhana, konsep ini mengingatkan kita bahwa manusia tidak hidup sendirian kan, HEALMates? kita merupakan bagian dari alam yang harus dijaga, dihormati, dan diperlakukan dengan adil.

Coba deh bayangkan HEALMates, ketika sebuah hutan yang kehilangan pohon-pohonnya, sungai yang tercemar limbah, atau bahkan udara yang kita hirup setiap hari tak lagi bersih. Semua itu bukan cuman soal lingkungan, tapi hak-hak dasar manusia juga dilanggar. Hak manusia atas lingkungan sehat, hak generasi mendatang untuk menikmati alam yang utuh, dan hak seluruh makhluk untuk hidup layak, termasuk hak alam itu sendiri untuk tidak dirusak. Semuanya berkaitan erat dengan cara kita memperlakukan alam. Dari perspektif ini, pendidikan HAM tidak hanya mengajarkan kita untuk menghormati sesama manusia, tetapi juga menghormati ciptaan Tuhan.

Dalil Al Quran yang Relevan dengan HAM dan Hablum Minal Alam

Konsep HAM dan hablum minal alam ternyata sudah tertera jelas didalam Al Qur’an. Dalam Q.S Al-Baqarah ayat 30, Allah SWT berfirman yang artinya “…Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.”

Ayat ini jelas mengingatkan kita bahwa manusia diberikan amanah untuk menjaga alam, bukan malah merusaknya. Menjadi khalifah berarti menjadi manusia yang bertanggung jawab, termasuk terhadap hak-hak alam yang pada akhirnya juga merupakan hak-hak manusia untuk melindunginya.

Selain itu, dalam Q.S Al-A’raf ayat 31, Allah SWT juga berfirman yang artinya “Dan makanlah dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.”

Ayat ini menekankan tentang keseimbangan dalam pemanfaatan sumber daya. Memahami HAM dari perspektif hablum minal alam berarti kita menyadari bahwa eksploitasi alam yang berlebihan dapat merampas hak orang lain, termasuk generasi mendatang.

Alarm untuk Pendidikan HAM lewat Hablum Minal Alam

Belakangan ini, beberapa wilayah di pulau Sumatera sedang ditimpa bencana. Mulai dari banjir bandang, longsor, bahkan dampak lanjutan dari pengelolaan lingkungan yang kurang baik. Hal ini menunjukkan bahwa hak atas lingkungan bersih dan dan aman ternyata tidak bisa dipisahkan dari hak manusia.

Tanah longsor menimbun rumah, sungai meluap merendam pemukiman, ribuan orang kehilangan tempat tinggal, bahkan banyak nyawa manusia yang melayang. Beberapa pihak menunjukkan bahwa penyebabnya ternyata tidak hanya dari faktor alam, tapi juga akibat dari perilaku manusia yang semena-mena. Penggundulan hutan, alih fungsi lahan, penambangan, sampai pola hidup yang tidak sadar akan lingkungan.

Dalam perspektif Islam, dan lewat lensa hablum minal alam, bencana ini bisa dipahami sebagai peringatan spiritual dan sosial. Bencana yang tidak hanya akibat alam semata, tetapi seringkali bersinggungan dengan ulah manusia yang merupakan pelanggaran terhadap amanah menjaga bumi.

Dengan demikian, pendidikan HAM yang hanya berbasis hak manusia tanpa menyentuh hak lingkungan, bisa jadi setengah jalan. Bencana di Sumatera menunjukkan bahwa pelanggaran terhadap hak-hak lingkungan akan kembali menyerang manusia itu sendiri.

Oleh karena itu, ada beberapa tujuan mengapa memasukkan hablum minal alam dalam pendidikan HAM menjadi hal yang sangat penting lho, HEALMates.

  1. Agar generasi sekarang dan mendatang menyadari bahwa hak atas lingkungan sehat adalah bagian dari HAM.
  2. Agar masyarakat memperkuat kesadaran kolektif bahwa merusak alam berarti merusak hak manusia untuk hidup aman dan layak.
  3. Agar tindakan preventif dan pemulihan pasca-bencana tidak hanya bersifat teknis dan kebijakan, melainkan juga memuat dimensi moral dan spiritual.

Pendidikan HAM yang Ramah Alam

Mengintegrasikan perspektif hablum minal alam dalam pendidikan HAM, bisa kita mulai dari hal-hal yang sederhana. Misalnya, mengajarkan anak-anak kita untuk menghargai pohon, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, sampai belajar bersama tentang memahami pentingnya sumber daya alam. Ini bukan sekadar pelajaran lingkungan, tapi latihan praktis dalam memahami hak dan kewajiban secara holistik.

Pendidikan seperti ini juga bisa membentuk karakter empati, tanggung jawab, dan kesadaran kolektif. Manusia yang paham HAM dari sudut pandang ini, tidak akan seenaknya merusak alam. Karena, dia sadar bahwa kerusakan alam berarti pelanggaran hak-hak manusia lain, bahkan hak-hak atas dirinya sendiri.

Pada akhirnya, memahami HAM dari perspektif hablum minal alam berarti kita dibimbing untuk menjadi khalifah yang bertanggung jawab, menjaga bumi dan seluruh isinya, serta menghormati hak manusia dan makhluk lain atas lingkungan.

Bencana di Sumatera seharusnya menjadi peringatan untuk kita semua agar semangat ini harus selalu kita hidupkan. Bukan hanya sebagai tanggap darurat, melainkan sebagai refleksi, perbaikan, komitmen jangka panjang, dan tanggung jawab kita sebagai khalifah di bumi. Semoga kita dan generasi mendatang dapat menegakkan amanah ini ya, HEALMates. Menjaga alam, manusia, dan keharmonisan ciptaan Allah SWT. (KHO)

Bagikan :
Pendidikan HAM dari Hablu Minal Alam

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa