Logo Heal

SPIRITUAL

Spiritual

Mengapa Luka Masa Kecil Terus Berulang di Usia Dewasa? Ini Penjelasan dalam Islam

Mengapa Luka Masa Kecil Terus Berulang di Usia Dewasa? Ini Penjelasan dalam Islam

Oleh :

HEALMates, kalian pernah nggak sih merasa sudah dewasa, umur semakin bertambah, pengalaman hidup juga semakin banyak, tapi reaksi emosi kita terkadang masih seperti “anak kecil”? Mudah tersinggung, gampang merasa ditolak, takut ditinggalkan, atau tiba-tiba sedih tanpa tahu sebabnya. Padahal masalahnya terlihat sepele.

Bisa jadi, yang bereaksi bukan “kita hari ini”, tapi luka masa kecil yang belum pernah benar-benar sembuh. Luka ini tidak selalu datang dari peristiwa besar atau traumatis. Kadang justru hadir dalam hal-hal yang terlihat biasa, seperti jarang dipuji, sering dibandingkan, tidak didengarkan, atau tumbuh di lingkungan yang minim kehangatan emosional. Saat itu kita mungkin baik-baik saja atau setidaknya terlihat baik-baik saja. Tapi ternyata, luka itu ikut tumbuh bersama kita lho, HEALMates.

Banyak orang berpikir, “Ah, itu kan sudah lama.” Tapi jiwa bekerja dengan cara yang berbeda dari logika. Apa yang tidak sempat diproses saat kecil, akan disimpan. Dan suatu hari, ia muncul lagi dalam bentuk yang lebih halus, tapi terasa lebih dalam.

Saat kecil, kita belum mempunyai kemampuan untuk memahami emosi. Kita hanya tahu satu hal yaitu bertahan. Maka ketika merasa tidak dicintai, tidak aman, atau tidak dianggap, kita membentuk strategi sendiri. Ada yang jadi anak penurut. Ada yang jadi pemberontak. Ada pula yang belajar untuk diam. Masalahnya, strategi itu tetap kita pakai sampai dewasa, meski kondisinya sudah jauh berbeda.

Di dunia psikologi dan spiritual, luka masa kecil sering dikaitkan dengan inner child atau bagian dari diri kita yang pernah terluka dan belum pernah benar-benar dipahami. Inner child ini bisa muncul dalam bentuk selalu merasa “nggak cukup”, sulit menolak permintaan orang lain, takut ditinggalkan dalam hubungan, terlalu keras pada diri sendiri, atau justru mati rasa secara emosional.

Kita mungkin sudah dewasa secara usia, tapi ada bagian jiwa yang masih berhenti di masa lalu. Dan selama bagian itu diabaikan, ia akan terus mencari perhatian lewat emosi, konflik, atau hubungan yang berulang.

Coba HEALMates, sekarang jujur sebentar ke diri sendiri. Pernah nggak merasa pasangan kita mirip dengan orang yang dulu melukai kita? Atau konflik hidup kita seperti muter di tempat yang sama? Atau bahkan kita selalu terjebak di dinamika yang bikin capek secara emosional?

Ini bukan suatu kebetulan, HEALMates. Secara tidak sadar, jiwa kita ingin menyelesaikan sesuatu yang dulu belum selesai. Kita mengulang situasi lama dengan harapan akhirnya kali ini akan berakhir bahagia. Tapi karena kita masih memakai pola lama, hasilnya pun sering sama. Bukan karena kita bodoh. Tapi karena luka itu belum disadari.

Luka masa kecil yang belum sembuh bisa mempengaruhi banyak hal, seperti:

  • Cara kita mencintai dan dicintai
  • Cara kita bekerja dan menilai diri sendiri
  • Cara kita merespons kritik dan penolakan
  • Bahkan cara kita memandang Tuhan

Ada orang yang merasa Tuhan “jauh” atau “menuntut”, bukan karena imannya kurang, tapi karena sejak kecil ia terbiasa merasa cintanya bersyarat. Tanpa sadar, pola itu terbawa ke hubungan spiritual. Padahal Allah tidak pernah mencintai kita dengan syarat.

Dalam Islam, luka batin bukan aib. Allah tahu isi hati manusia, bahkan yang tidak berani kita ucapkan. Dalam Al Qur’an Surah Qaf ayat 16 Allah berfirman yang artinya:

“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”

Ayat ini mengingatkan bahwa luka yang kita sembunyikan dengan sangat rapi sekalipun, bisa diketahui oleh Allah. Kita tidak harus selalu kuat. Kita tidak harus selalu terlihat baik-baik saja di hadapan-Nya.

Mengakui luka berarti mengakui bahwa kita pernah rapuh. Dan tidak semua orang siap menghadapi versi dirinya yang pernah merasa kesepian, tidak dicintai, atau tidak cukup. Ada juga ketakutan lain seperti “Kalau aku membuka ini, nanti aku hancur.” Padahal sering kali, yang membuat kita lelah justru karena terus menutupnya. Mengakui luka bukan berarti menyalahkan masa lalu. Ini tentang jujur pada diri sendiri: “Oh, ternyata ini yang selama ini mempengaruhi aku.”

Dalam Al Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 286 Allah berfirman yang artinya:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

Jika hari ini luka masa kecil itu muncul kembali, bisa jadi bukan karena kita lemah. Melainkan karena kita sudah cukup kuat untuk menghadapinya sekarang. Tidak semua luka datang untuk dihancurkan. Sebagian datang untuk disadari, dipeluk, lalu dilepaskan pelan-pelan.

Menyembuhkan luka masa kecil bukan proses instan. Bukan soal “move on”, tapi soal berani hadir untuk diri sendiri. Beberapa langkah kecil yang mungkin bisa HEALMates lakukan yaitu:

  • Sadari pola emosi tanpa menghakimi
  • Izinkan diri merasa, tanpa merasa bersalah
  • Berdoa dengan jujur, bukan dengan topeng kesalehan
  • Memaafkan tanpa memaksa waktu
  • Menjadikan Allah sebagai tempat pulang, bukan sumber tuntutan

Tidak apa-apa kalau prosesnya lambat. Yang penting, kita berhenti kabur dari diri sendiri.

Banyak orang baru benar-benar dewasa secara emosional setelah berdamai dengan luka masa kecilnya. Dari sana empati tumbuh, hati jadi lebih lembut, dan spiritualitas terasa lebih hidup,bukan sekadar rutinitas.

Luka yang disadari tidak lagi mengendalikan hidup kita. Ia berubah menjadi pengingat bahwa kita pernah bertahan, dan hari ini kita memilih untuk sembuh.

Kalau hari ini kamu merasa emosimu “berlebihan”, mungkin bukan karena kamu lemah. Mungkin ada bagian dari dirimu yang dulu tidak pernah didengarkan, dan sekarang akhirnya ingin diperhatikan.

Kamu mungkin tidak rusak, pun mungkin tidak terlambat. Kamu hanya sedang belajar pulang ke diri sendiri, dan ke Allah yang selalu tahu isi hatimu, bahkan sebelum kamu berani mengakuinya. (KHO)

Bagikan :
Mengapa Luka Masa Kecil Terus Berulang di Usia Dewasa? Ini Penjelasan dalam Islam

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa