Menjaga kulit tetap sehat saat berpuasa memang cukup tricky ya, HEALMates. Pasalnya, selama puasa, pola makan kita berubah dan beberapa rutinitas juga mungkin bergeser. Eits, tapi HEALMates nggak perlu khawatir. Sebab, saat berpuasa di bulan Ramadan, tubuh kita juga sejatinya belajar menyesuaikan diri dengan jeda panjang tanpa makanan maupun minuman. lho.
Lalu, bagaimana cara merawat kesehatan kulit saat puasa? Apa saja tips yang bisa HEALMates lakukan agar kelembapan kulit tetap terjaga? Agar tidak penasaran, yuk simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini!
Kondisi Kulit saat Puasa
Saat berpuasa, kondisi kulit kita sering kali ikut berubah ya, HEALMates. Kulit yang biasanya terasa lembap tiba-tiba menjadi agak kering. Nggak sedikit juga yang wajah terlihat sedikit kusam ketika bercermin di siang hari atau jerawat yang muncul tiba-tiba.
Pada dasarnya, kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi saat puasa ya, HEALMates. Menurut dermatolog populer di TikTok, Dr. Muneeb Shah, yang dikutip dari BBC, perubahan pola hidrasi dan pola makan selama Ramadan dapat memengaruhi skin barrier, yaitu lapisan pelindung alami kulit yang berfungsi menjaga kelembapan sekaligus melindungi kulit dari iritasi.
Ketika tubuh tidak mendapatkan cairan selama berjam-jam, keseimbangan kulit juga bisa ikut berubah. Namun menariknya, cerita tentang kulit saat puasa tidak selalu buruk. lho. Beberapa penelitian justru menunjukkan bahwa kondisi kulit inflamasi seperti psoriasis pada sebagian orang bisa membaik selama puasa Ramadan. Artinya, pada sebagian kasus, puasa juga memberi efek positif pada kulit. Meski begitu, setiap orang bisa mengalami pengalaman yang berbeda. Ada yang merasa kulitnya lebih tenang dan ada juga yang harus berjuang ekstra menjaga kelembapannya.
Kabar baiknya, menjaga kulit tetap sehat selama puasa tidak selalu membutuhkan rutinitas yang rumit kok, HEALMates. Kadang yang kita butuhkan hanya sedikit perhatian ekstra dan ketelatenan.
Berikut beberapa cara sederhana agar kulit tetap segar dan lembap selama Ramadan.
1. Hidrasi dari Luar dan Dalam
Hal yang paling sering terjadi saat puasa adalah kulit kehilangan kelembapan. Selama kurang lebih 12–14 jam, tubuh tidak menerima asupan cairan. Kondisi ini membuat tubuh perlu memprioritaskan hidrasi untuk organ-organ vital terlebih dahulu. Biasanya, kulit yang berada di lapisan paling luar, sering kali menjadi bagian yang “terakhir kebagian”. Akibatnya, kulit bisa terasa lebih kering, tertarik, atau terlihat kusam.
Dr. Muneeb Shah menyarankan untuk membantu kulit mempertahankan kelembapan dengan menggunakan produk skincare yang fokus pada hidrasi. Beberapa kandungan yang sering direkomendasikan antara lain:
- Hyaluronic acid, yang membantu menarik air ke dalam lapisan kulit.
- Ceramide, yang membantu memperkuat skin barrier.
- Glycerin, yang membantu menjaga kelembapan alami kulit.
Selain skincare, hidrasi dari dalam juga tetap harus menjadi fondasi utama. Cara sederhana yang bisa dilakukan adalah membagi konsumsi air antara waktu berbuka hingga sahur. Banyak orang mengenal metode 2-4-2, yakni dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur.
Nggak harus persis seperti itu kok, HEALMates. Namun, pada prinsipnya kita harus memberi tubuh kesempatan untuk mengganti cairan yang hilang selama puasa.
2. Jaga Pola Makan Seimbang
Ramadan juga sering menjadi bulan penuh godaan kuliner ya, HEALMates. Setelah seharian menahan diri dari lapar dan dahaga, kita kerap tergoda dan lapar mata untuk mengkonsumsi beragam jenis takjil yang menggoda. Mulai dari kolak, gorengan, minuman manis, hingga berbagai hidangan berbuka yang terasa sulit ditolak. Sebenarnya, nggak ada yang salah dengan menikmati makanan tersebut. Namun jika pola makan menjadi terlalu berat pada gula dan lemak, kulit juga bisa ikut “bereaksi”.
Menurut Dr. Muneeb Shah, makan berlebihan saat berbuka atau melewatkan nutrisi penting saat sahur dapat memengaruhi kondisi kulit. Memang, hubungan antara makanan berminyak dan jerawat masih sering diperdebatkan dalam dunia dermatologi. Tapi, pola makan yang tinggi gula dan makanan olahan diketahui dapat meningkatkan peradangan pada sebagian orang yang tentunya memperparah masalah pada kulit. Itulah sebabnya menjaga pola makan seimbang tetap penting selama Ramadan agar kulit kita tetap sehat.
Beberapa makanan sederhana yang bisa membantu kulit antara lain:
- Memperbanyak buah dan sayur.
- Mengonsumsi protein sehat seperti ikan, telur, atau kacang-kacangan.
- Mengurangi minuman dengan gula berlebih.
Kulit pada dasarnya adalah cerminan dari apa yang terjadi di dalam tubuh kita lho, HEALMates. Ketika tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup, maka kulit biasanya juga terlihat lebih sehat.
3. Gunakan Skincare secara Konsisten
Ada juga mitos yang cukup sering beredar kalau skincare sebaiknya dikurangi saat puasa. Padahal, anggapan ini tidak sepenuhnya benar ya, HEALMates. Puasa tidak menghalangi seseorang untuk menggunakan skincare seperti biasa. Yang sering berubah hanyalah ritme waktu pemakaiannya.
Dr. Muneeb Shah menjelaskan bahwa rutinitas dasar skincare sebenarnya sudah cukup untuk menjaga kesehatan kulit. Rutinitas sederhana biasanya terdiri dari tiga langkah utama:
- Membersihkan wajah (cleanser).
- Menggunakan pelembap (moisturizer).
- Menggunakan sunscreen di pagi atau siang hari.
Nah, tiga langkah ini sudah menjadi fondasi utama bagi banyak orang. Jika ingin menambahkan perawatan lain seperti retinol, serum, atau treatment tertentu, waktu malam setelah berbuka bisa menjadi momen yang ideal karena kulit memiliki waktu untuk beristirahat. Namun sekali lagi, skincare bukan soal seberapa banyak produk yang digunakan. Yang lebih penting adalah konsistensi.
Pada akhirnya, setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda dengan kulitnya selama puasa ya, HEALMates. Ada yang merasa kulitnya lebih sensitif dan ada juga yang justru merasa lebih stabil. Apa pun yang terjadi, tubuh sebenarnya sedang beradaptasi dengan perubahan ritme harian. Karena itulah, dengan hidrasi yang cukup, pola makan yang seimbang, serta rutinitas skincare yang konsisten kulit biasanya akan tetap mampu menjaga keseimbangannya.
Kalau HEALMates sendiri selama Ramadan biasanya lebih fokus ke hidrasi kulit atau memperbaiki skin barrier? (RIW)


