Kadang hidup suka bercanda ya. Saat kita pikir semuanya sudah berjalan sesuai rencana. Ketika karir menanjak, bisnis stabil, rumah tangga bahagia. Ternyata semesta punya cara lain untuk menguji kita. Begitu pula dengan kisah Dinda Amelia Tanjung, sosok di balik brand Melstore, yang baru-baru ini ramai dibicarakan di TikTok, podcast, dan berbagai portal berita karena perjalanan hidupnya yang campur aduk antara kesuksesan dan pengkhianatan.
Dari Reseller Hingga Pemilik Brand
Dinda bukan orang baru di dunia fashion. Ia memulai karir dari bawah, dulu hanya menjadi jastiper (jasa titip) barang fashion dari luar negeri. Dari kebiasaan belanja dan minat pada gaya berpakaian. Kemudian, lahirlah ide untuk membuat brand sendiri. Ia menabung, membangun jaringan, dan akhirnya Melstore dikenal sebagai salah satu brand lokal yang elegan namun terjangkau.
Dari pengalaman sebagai reseller, Dinda dan mantan suaminya, Arief Juntara, memahami seluk-beluk rantai pasok, perilaku konsumen, hingga strategi penentuan harga. Mereka mulai merancang dan memproduksi sepatu handmade yang mengedepankan nilai artistik dan kenyamanan. Tiap produk dibuat dengan sentuhan tangan dan perhatian terhadap detail, menjadikan Melstore bukan sekadar fashion, tapi karya dengan karakter.
Strategi membangun brand secara konsisten lewat media sosial. Kemudian rutinitas membagikan cerita dan filosofi di balik setiap koleksi. Lambat laun berhasil menarik perhatian pasar muda yang menggemari produk lokal dengan identitas kuat. Kini, Melstore sudah mempunyai tempat tersendiri di hati konsumen dan siap menembus pasar global.
Kesuksesan yang Ternodai Pengkhianatan
Namun, di balik koleksi fashion yang memesona ada kisah yang membuat banyak orang tercengang: Dinda memergoki suaminya berselingkuh, dan dia mengetahuinya juga dari aduan orang terdekat. Dalam wawancara podcast yang dipandu oleh Denny Sumargo, Dinda mengungkapkan bahwa perselingkuhan suaminya tidak hanya melibatkan seorang karyawan wanitanya, tetapi juga psikolog pribadi mereka. Sangat tidak terduga.
“Selama 12 tahun berhubungan, suami itu mengaku punya penyakit mental. Jadi, setiap dia melakukan kesalahan, aku coba mengerti dan mengalah karena dia punya penyakit mental. Lalu kita berkali-kali coba berobat ke psikolog, enggak pernah cocok. Sampai akhirnya dia cocok sama satu psikolog ini, dan dia selingkuh sama psikolog itu,” jelas Dinda, mengutip kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo (1/10/2025).
Selama tujuh bulan Dinda menyelidiki dan mengumpulkan bukti tentang kesetiaan suaminya. Ia menghadapi kenyataan pahit, termasuk dampak emosional terhadap anak-anak mereka. “Tahunya mereka selingkuh ya sama kayak kasus D, karena banyak yang lihat juga. Intinya aku cukup tahu kalau orang yang aku anggap sahabat ternyata selingkuhan suamiku, bahkan psikologku selingkuhannya juga,” tuturnya.
Bangkit Setelah Badai
Banyak orang mungkin akan runtuh di posisi Dinda. Tapi bukan dia namanya kalau menyerah. Setelah badai itu, Dinda memilih untuk berdiri lagi. Ia memperluas bisnisnya, memperkuat identitas brand, dan mulai berbicara di beberapa podcast Ia juga tetap meluangkan waktu bersama anaknya. Walaupun caranya mempublikasikan perlakuan mantan suaminya yang selingkuh mendapat perlawanan dari mertua dan keluarga mantan suami. Dia cukup lega karena bisa terlepas dari perasaan curiga dan rasa sakit. Dinda mengambil jalur hukum dan memutuskan untuk bercerai. Brandnya yaitu Melstore juga semakin dikenal. Peluang ini dia manfaatkan untuk memperluas pasar. Dukungan dari netizen juga menguatkannya untuk terus bangkit dan meneruskan usahanya.
Pelajaran dari Kisah Dinda
Bagi HEALMates yang mungkin sedang berada di posisi serupa, kisah Dinda bisa menjadi pengingat untuk kita. Bahwa kehilangan bisa menjadi awal dari versi terbaik diri kita. Kadang yang kita kira sebagai akhir, justru adalah awal yang baru.
Kisah Dinda Amelia bukan sekadar cerita tentang pengkhianatan, tapi juga tentang ketekunan, keberanian, dan kemampuan untuk bangkit. Dari reseller menjadi pemilik brand internasional. Dari dikhianati menjadi simbol inspirasi perempuan modern. Dinda menunjukkan bahwa hidup bisa lebih indah saat kita memilih untuk terus maju.
“You can’t control who betrays you, but you can control who you become after that.”


