Bagi sebagian orang, sahur kerap dianggap hanya sebagai “syarat agar kuat puasa”. Bahkan ada yang memilih melewatkannya karena kantuk terlalu menggoda. Padahal, sahur bukan sekadar urusan mengisi perut sebelum azan Subuh. Lebih dari itu, sahur memiliki banyak manfaat bagi tubuh dan juga jiwa.
Penasaran, apa saja manfaat sahur untuk tubuh dan jiwa, HEALMates? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut ini!
Sahur sebagai Sunnah yang Sarat Makna
Dalam Islam, sahur memiliki kedudukan khusus. Rasulullah SAW bersabda, “Bersahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim). Menariknya, keberkahan ini tidak selalu berwujud sesuatu yang kasat mata.
Keberkahan sahur bisa hadir dalam bentuk energi yang cukup sepanjang hari, pikiran yang lebih jernih, hingga hati yang terasa lebih siap menjalani ibadah dan aktivitas. Bahkan makan sahur dengan porsi sederhana pun tetap bernilai, selama diniatkan sebagai bentuk ketaatan. Di sinilah letak keistimewaan makan sahur dibanding makan malam biasa. Bukan sekadar rutinitas biologis, tapi juga ibadah yang menyentuh dimensi spiritual yang sangat bermakna bagi jiwa.
Manfaat Sahur bagi Tubuh
HEALMates tentu sepakat bahwa sahur sangat bermanfaat bagi tubuh kita yang berpuasa. Sahur berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh selama berpuasa. Sebab, saat kita tidur, tubuh tetap bekerja, metabolisme berjalan, sel beregenerasi, dan energi terus digunakan. Karena itulah, tanpa sahur, tubuh akan langsung “dipaksa” berpuasa dalam kondisi cadangan energi yang minim.
Nah, agar HEALMates tidak melewatkan sahur, berikut ini beberapa manfaat sahur bagi tubuh yang penting untuk kamu pahami.
- Menjaga kadar gula darah lebih stabil, sehingga mengurangi risiko lemas, pusing, dan mudah marah di siang hari.
- Mencegah dehidrasi, terutama jika sahur disertai asupan cairan yang cukup.
- Membantu konsentrasi dan produktivitas, karena otak mendapatkan asupan energi yang dibutuhkan.
- Menjaga sistem pencernaan, asalkan menu sahur dipilih dengan bijak.
Meski demikian, sahur idealnya tidak berlebihan, namun juga tidak asal-asalan. Karbohidrat kompleks, protein, serat, dan lemak sehat membantu tubuh melepas energi secara perlahan sepanjang hari. Dengan begitu, puasa terasa lebih ringan dan bukan malah menyiksa.
Menyentuh Jiwa di Waktu Paling Sunyi
Satu hal yang sering luput dibicarakan adalah manfaat sahur untuk ketenangan jiwa. Waktu sahur berada di sepertiga malam terakhir. Dalam Islam, ini adalah waktu paling mustajab untuk berdoa. Ketika dunia masih terlelap, ada ketenangan yang sulit ditemukan di jam-jam lain. Salat malam sebelum sahur bisa jadi bentuk self-care spiritual yang sangat sederhana namun bermakna lho, HEALMates.
Di waktu sahur ini, kita bisa memanfaatkannya untuk terus menyambung relasi dengan Allah SWT. Tak heran jika banyak orang merasa hari puasanya lebih “hidup” saat sahur tidak dilewatkan, meski hanya dengan segelas air dan sebutir kurma.
Sahur dan Kesehatan Mental
Secara psikologis, sahur juga memberi efek positif lho, HEALMates. Pasalnya, pola makan teratur ini bisa membantu menjaga kestabilan emosi. Biasanya, seseorang yang melewatkan sahur cenderung merasa lebih mudah cemas, mudah tersinggung, dan sulit fokus.
Selain itu, sahur juga kerap jadi momen kebersamaan, entah bersama keluarga atau pasangan. Obrolan ringan di meja makan dini hari, suara sendok yang pelan, dan tawa kecil bisa menciptakan rasa hangat yang didapatkan pada hari-hari biasa di luar Ramadan.
Keutamaan sahur tentu nggak diukur dari seberapa mewah menunya ya, HEALMates. Bahkan sahur dengan air putih pun tetap bernilai sunnah. Yang terpenting adalah niat dan kesadaran bahwa kita sedang menyiapkan diri, baik secara lahir maupun batin untuk menjalani ibadah puasa.
Nah, itulah keutamaan sahur di bulan Ramadan dan manfaatnya bagi tubuh dan jiwa yang bisa kamu jadikan referensi, HEALMates. Jangan sampai terlewat makan sahur, ya.

