Puasa sering kali dianggap sekadar ritual keagamaan atau tradisi tahunan. Namun siapa sangka, menahan lapar dan haus dalam jangka waktu tertentu justru memberi dampak positif bagi kesehatan lho, HEALMates. Menariknya, manfaat puasa tidak hanya dibahas dalam konteks spiritual, tapi juga banyak dikaji dalam dunia medis. Dari dokter hingga peneliti kesehatan, banyak yang sepakat bahwa puasa memberi dampak positif bagi tubuh, asalkan dijalani dengan cara yang tepat. Tak hanya itu, konsep puasa juga digunakan dalam metode diet yang disebut puasa intermiten.
Lalu, sebenarnya apa yang terjadi pada tubuh saat kita berpuasa? Kenapa puasa bisa baik untuk kesehatan? Agar tidak penasaran, yuk HEALMates kita simak penjelasan dalam artikel berikut ini!
Manfaat Puasa bagi Kesehatan
Dilansir dari sejumlah sumber dan penelitian, berikut beberapa manfaat puasa bagi kesehatan tubuh.
1. Tubuh Masuk ke Mode “Perbaikan Diri”
Saat kita makan seperti biasa, tubuh fokus mencerna makanan dan mengolah energi. Namun ketika berpuasa dan tidak ada asupan kalori selama beberapa jam, tubuh beralih ke mode yang berbeda.
Secara medis, kondisi ini memicu proses yang disebut autofagi. Autofagi adalah mekanisme alami tubuh untuk membersihkan sel-sel rusak dan mendaur ulang bagian sel yang sudah tidak berfungsi dengan baik. Proses ini penting untuk menjaga kesehatan sel dan mencegah berbagai penyakit kronis. Singkatnya, puasa memberi kesempatan bagi tubuh untuk “beres-beres” dari dalam.
2. Membantu Mengontrol Gula Darah dan Insulin
Salah satu manfaat puasa yang paling sering dibahas secara medis adalah pengaruhnya terhadap kadar gula darah. Saat berpuasa, kadar insulin dalam tubuh cenderung menurun, sehingga sel menjadi lebih sensitif terhadap insulin.
Kondisi ini membantu tubuh mengatur gula darah dengan lebih baik dan berpotensi menurunkan risiko diabetes tipe 2, terutama jika puasa dibarengi dengan pola makan sahur dan berbuka yang seimbang. Namun, penting dicatat bahwa manfaat ini bisa berkurang jika saat berbuka kita justru mengonsumsi gula berlebihan atau makan secara tidak terkontrol.
3. Memberi Waktu Istirahat untuk Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan kita bekerja hampir tanpa henti setiap hari. Saat berpuasa, organ-organ pencernaan seperti lambung dan usus mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Secara medis, kondisi ini dapat membantu mengurangi produksi asam lambung berlebih, menurunkan risiko peradangan pada saluran cerna, serta memperbaiki keseimbangan bakteri baik di usus. Tidak heran jika sebagian orang merasa pencernaannya justru lebih “ringan” saat puasa dijalani dengan benar.
4. Mendukung Kesehatan Jantung
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat membantu menurunkan faktor risiko penyakit jantung. Selama puasa, kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida berpotensi menurun, sementara tekanan darah menjadi lebih terkontrol.
Selain itu, puasa juga mendorong pola hidup yang lebih teratur, mulai dari jadwal makan hingga jam istirahat, yang berkontribusi pada kesehatan jantung secara keseluruhan.
5. Membantu Mengatur Berat Badan
Puasa sering dikaitkan dengan penurunan berat badan, meski hasilnya bisa berbeda pada setiap orang. Secara medis, puasa membantu tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi, terutama setelah cadangan gula (glikogen) habis.
Namun, perlu diingat bahwa puasa bukan metode diet instan. Jika pola makan saat sahur dan berbuka tidak dijaga, misalnya terlalu banyak gorengan, makanan manis, dan porsi berlebihan, berat badan justru bisa naik.
6. Baik untuk Kesehatan Mental
Manfaat puasa tidak hanya dirasakan secara fisik, tapi juga mental. Secara medis, puasa dapat membantu menurunkan kadar hormon stres seperti kortisol, sekaligus meningkatkan produksi hormon yang berhubungan dengan suasana hati.
Selain itu, puasa juga melatih self-control, kesadaran diri, dan kemampuan mengelola emosi. Tidak sedikit orang yang merasa pikirannya lebih jernih dan emosinya lebih stabil setelah beberapa hari berpuasa.
7. Puasa dan Sistem Imun Tubuh
Puasa yang dilakukan dengan pola makan bergizi saat sahur dan berbuka dapat membantu meningkatkan fungsi sistem imun. Proses regenerasi sel yang terjadi selama puasa berperan dalam memperbaiki sel-sel kekebalan tubuh.
Namun, kekurangan cairan, kurang tidur, atau asupan gizi yang tidak seimbang justru bisa melemahkan daya tahan tubuh. Karena itu, menjaga kualitas makanan dan istirahat tetap menjadi kunci utama.
Puasa Sehat Itu Soal Keseimbangan
Dari sudut pandang medis, puasa memang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Namun manfaat tersebut baru bisa dirasakan secara optimal jika puasa dijalani dengan pola makan seimbang, cukup cairan, dan istirahat yang memadai.
Jadi, agar puasa kamu bermanfaat bagi kesehatan, pastikan kamu melakukannya dengan pemenuhan gizi yang seimbang ya, HEALMates. Sudah siap menjalani puasa dengan lebih mindful dan sehat, HEALMates?
