Apakah HEALMates penasaran, kenapa kadang hal-hal kecil bisa bikin kita stres? Kadang cuma satu email bernada agak menyebalkan, kereta yang terlambat, atau chat WA yang yang datang di waktu yang salah, membuat kita mood kita langsung berantakan.
Sekilas, reaksi itu mungkin terlihat berlebihan ya, HEALMates. Tapi kalau kita gali lebih dalam, ternyata reaksi itu hanya bagian dari sesuatu yang lebih besar. Dalam psikologi, kondisi ini dikenal sebagai cognitive overload atau kelebihan beban kognitif.
Otak kita, khususnya working memory, punya kapasitas terbatas. Masalahnya, kehidupan modern cenderung mengisi semua “slot” itu sekaligus. Pekerjaan, pesan masuk, notifikasi, keputusan kecil yang tak ada habisnya, dan emosi yang belum sempat diproses, semuanya menumpuk di ruang yang sama.
Saat otak sudah terlalu penuh, ia pun mulai bekerja dengan cara darurat. Kita jadi mudah lupa, salah menaruh barang, atau harus membaca kalimat yang sama berulang kali karena tak kunjung paham maksudnya apa.
Bukan karena kita bodoh atau malas, tapi karena otak yang jenuh kurang bisa memproses informasi dengan baik. Dilansir dari laman Thriveworks, beban mental tinggi bisa membuat seseorang cenderung melebih-lebihkan ancaman kecil. Itulah sebabnya tugas sederhana tiba-tiba terasa seperti gunung yang mustahil didaki. Jadi, kalau kamu merasa “kok aku lemah banget, sih?”, jawabannya sering kali bukan kelemahan, melainkan kelelahan kognitif.
Kebiasaan Sederhana yang Mengurangi Beban Mental
Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi overload adalah mengeluarkan isi kepala kita. Luangkan sekitar sepuluh menit untuk menuliskan semua yang berputar di pikiranmu. Bukan cuma tugas besar, tapi juga potongan pikiran setengah jadi seperti, “harus cari dokter gigi,” atau “aku kecewa sama sikap dia kemarin.”
Di tahap ini, kamu tidak perlu menulis dengan rapi atau teratur. Cukup keluarkan semua unek-unek di kepala. Dalam psikologi, ini disebut offloading cognitive load. Saat kita menulis sesuatu, otak tidak lagi harus terus-menerus “menjaganya” di memori kerja. Ruang itu jadi lebih longgar dan membuat kita jadi lebih lega.
Selain itu, ada juga beberapa kebiasaan sederhana yang rupanya sangat bermanfaat untuk mengurangi beban mental, lho HEALMates.
- Batasi kapasitas mental kita hanya untuk hal yang benar-benar penting setiap harinya.
- Tidak perlu memasukkan hal-hal yang tidak bisa kita ubah ke dalam pikiran kita agar tidak overthinking.
- Lakukan jeda untuk mental kita agar benar-benar istirahat tanpa distraksi, minimal 5 menit setiap harinya.
- Biasakan mengatakan “tidak” untuk permintaan yang sekiranya membebani dan tidak mendesak.
- Perhatikan sinyal tubuh dan berhentilah ketika tubuh kita sudah mulai tegang.
Merasa stres hanya karena hal-hal kecil memang sering terjadi pada banyak orang. Ini sebenarnya sebuah tanda bahwa otakmu sedang berkata, “Ini batas yang bisa kutampung saat ini.” Jadi, pahami sinyalnya dan beri waktu pada otakmu untuk bernapas sejenak. Tetap semangat ya, HEALMates. (RIW)

