Logo Heal

ART, MONEY & TECHNOLOGY

Art, Money & Technology

Kenali Potensi Diri, Pahami Konsep Nature dan Nurture

Kenali Potensi Diri, Pahami Konsep Nature dan Nurture

Oleh :

Sebetulnya aku tuh seperti ini karena bawaan lahir atau karena lingkungan, ya?” 

Pertanyaan itu seringkali terlintas di benak banyak orang. Pasalnya, ada orang yang sejak kecil terlihat percaya diri, ada juga orang yang gampang cemas. Ada yang cepat menangkap pelajaran, ada juga yang butuh waktu lebih lama tapi justru lebih tahan banting. 

Sebagian orang percaya bahwa bakat seseorang sepenuhnya diturunkan dari orang tua. Namun, ada juga yang meyakini bahwa potensi bisa tumbuh dan berkembang karena lingkungan yang mendukung. Lalu, mana yang sebenarnya paling berpengaruh?

Dalam dunia psikologi, perdebatan ini dikenal dengan konsep nature dan nurture. Lalu, apa itu nature dan nurture? Supaya HEALMates bisa memahami konsep ini dengan lebih utuh, yuk lanjut baca artikel ini sampai selesai!

Apa Itu Nature dan Nurture?

Secara sederhana, nature merujuk pada karakteristik bawaan yang secara genetik melekat dalam diri seseorang. Sifat dasar ini seperti kondisi alami yang sudah dimiliki manusia sejak lahir. Dari sisi biologis, gen berperan besar dalam membentuk kecenderungan tertentu, mulai dari temperamen hingga cara merespons situasi yang pada akhirnya ikut memengaruhi perilaku seseorang.

Ini tentu sejalan dengan teori Edward L. Thorndike yang mengatakan bahwa faktor utama yang memengaruhi perkembangan manusia adalah hereditas atau keturunan. Artinya, bakat yang dimiliki seseorang dapat berasal dari kondisi biologis yang sudah diwariskan sejak dalam kandungan. Dalam konsep nature, faktor bawaan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penampilan fisik hingga karakter kepribadian, seperti warna rambut, warna kulit, kemampuan verbal, dan kecenderungan perilaku lainnya.

Sementara itu, nurture berkaitan dengan proses merawat dan membentuk individu melalui berbagai faktor lingkungan yang memengaruhi kebiasaan serta karakter seseorang. John B. Watson dalam teorinya berpendapat bahwa pengalaman hidup memiliki peran besar dalam membentuk kepribadian manusia. Dalam konteks ini, nurture bisa diibaratkan sebagai tangan yang menata ulang sifat dasar manusia, sehingga melahirkan perilaku dan respons yang baru.

Seperti yang kita ketahui, sifat dasar manusia bersifat dinamis dan terus berkembang. Manusia belajar dari pengalaman, menyesuaikan diri dengan perubahan, dan perlahan menemukan potensi dirinya melalui proses tersebut. Karena itulah, perubahan sifat dari waktu ke waktu adalah hal yang wajar.

Contoh yang paling dekat bisa kita lihat dari pola asuh orang tua ya, HEALMates.  Lingkungan keluarga yang suportif dan penuh perhatian bisa membentuk seseorang jadi lebih dewasa, mandiri, dan bertanggung jawab seiring berjalannya waktu. Meski demikian, saat ini banyak ahli sepakat bahwa nature dan nurture tidak saling meniadakan, melainkan saling melengkapi.

Kenapa Nature dan Nurture Penting untuk Kenali Potensi Diri?

Memahami konsep ini bisa membantu kita berhenti menyalahkan diri sendiri dan terjebak pada keyakinan, Aku memang dari sananya nggak bisa.”, “Aku gagal karena lingkunganku nggak mendukung.”, atau “Emang udah bawaan dari lahir begini.”

Padahal, potensi diri sering berada di tengah-tengah antara nature dan nurture. Dengan memahami nature, kita bisa mengenali kecenderungan alami yang mungkin perlu dirawat. Adapun dengan memahami nurture, kita bisa melihat bahwa banyak hal masih bisa dipelajari dan dikembangkan.

Sebab, menurut psikolog Carol Dweck lewat teori Growth Mindset, kemampuan bukan sesuatu yang statis. Di dunia kerja dan pendidikan, konsep bakat sering disalahartikan. Orang yang cepat bisa dianggap lebih pintar, padahal mungkin hanya lebih dulu mendapat lingkungan yang mendukung.

Memahami nature dan nurture membantu kita melihat potensi diri secara lebih adil. Bukan untuk membandingkan diri dengan orang lain, tapi agar kita bisa lebih memahami, apa kecenderungan alaminya kita, lingkungan seperti apa yang membuat kita bisa berkembang, dan apa yang perlu diasah dari kemampuan kita.

Kita bukan sepenuhnya hasil gen, tapi juga bukan sekadar produk lingkungan. Potensi diri tumbuh dari keseimbangan antara apa yang kita bawa sejak lahir dan apa yang kita alami sepanjang hidup.

Meski begitu, menjaga keseimbangan antara faktor nature dan nurture memang bukanlah perkara mudah ya HEALMates. Ada berbagai hal yang bisa menghambat proses pengembangan diri, mulai dari belum mengenal passion atau keinginan terdalam yang ingin digali, hingga rasa kurang percaya diri saat mencoba mengekspresikan potensi dan bakat yang dimiliki. 

Di sisi lain, minimnya dukungan dari orang-orang terdekat maupun lingkungan sekitar juga sering menjadi tantangan tersendiri dalam proses bertumbuh dan mengenali diri. Namun, dengan memahami nature dan nurture, kita jadi bisa lebih terbuka untuk belajar dan mengembangkan potensi diri dengan lebih sadar. Terus semangat ya, HEALMates! (RIW)

Bagikan :
Kenali Potensi Diri, Pahami Konsep Nature dan Nurture

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa