Logo Heal

FASHION & BEAUTY

Fashion & Beauty

Inilah Dampak Psikologis Rambut Rontok pada Wanita

Dampak Psikologis Rambut Rontok Pada Perempuan

Oleh :

Rambut merupakan salah satu mahkota bagi wanita ya, HEALMates. Sayangnya, rambut seringkali mengalami kerusakan dan yang paling sering adalah rontok. Bisa jadi ini disebabkan karena salah produk shampo atau bisa jadi karena faktor psikologis yang akhirnya membuat rambut mudah sekali rontok. 

Bagi sebagian orang, rambut rontok mungkin terkesan sepele. Tapi, ada juga yang merasa jadi tidak percaya diri karena rambutnya rontok, apalagi jika kerontokannya sudah di level yang parah. Nggak sedikit dari kita yang akhirnya jadi stres karena mikirin rambut yang rontok terus. Pasalnya, untuk wanita rambut ini nggak cuma soal estetika ya, HEALMates, tapi juga soal identitas. 

Nah, kira-kira apa saja dampak psikologis rambut rontok pada wanita? Agar tidak bingung, yuk simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini!

Dampak Psikologis Rambut Rontok pada Wanita

Menurut sejumlah sumber, rambut rontok pada wanita bisa disebabkan oleh banyak faktor ya, HEALMates. Misalnya. karena faktor genetik (female pattern hair loss), kondisi autoimun seperti alopecia areata, perubahan hormonal, stres berat, kurang nutrisi, hingga kebiasaan styling yang justru merusak rambut. 

Nah, masalah yang kemudian muncul karena kerontokan ini nggak cuma pada segi fisik, tapi juga menyangkut masalah psikologis. Perubahan penampilan karena rambut rontok ini seringkali memicu perasaan malu, gugup, dan was-was. Pada gilirannya, kerusakan rambut ini pun bisa menyebabkan stres, bahkan memicu siklus psikofisiologis yang membuat kondisi kulit kepala makin rentan. 

Menurut temuan riset yang dipublikasikan dalam Journal of Loss and Trauma, dampak psikologis dari rambut rontok pada wanita berkaitan erat dengan kesulitan mereka beradaptasi terhadap norma serta standar penampilan fisik yang dibentuk oleh masyarakat. Apalagi, jika kerontokan rambut juga dibarengi dengan pengalaman traumatis di masa lalu, maka dampaknya akan lebih kompleks. Tingkat stres yang meningkat diketahui bisa memperbesar risiko kerontokan rambut pada wanita hingga 11 kali lipat.

Selain itu, kerontokan yang dipicu oleh kondisi medis tertentu juga seringkali menyebabkan hilangnya rambut di area lain seperti alis dan bulu mata.

“Pada akhirnya, kondisi ini membuat banyak wanita merasa dirinya tidak lagi menarik,” ujar dr. Shani Francis, Direktur Hair Disorders Center of Excellence, di Northshore University HealthSystem.

Rambut dan Self Image

Untuk banyak wanita, rambut adalah soal identitas dan gambaran diri. Karena itulah, saat rambut berubah, penampilan dan kepercayaan diri pun ikut berubah. Psikolog klinis menyebut rambut sebagai bagian dari symbolic self, yaitu aspek fisik yang sarat makna psikologis dan sosial. 

Dr. Vivian Diller, psikolog dan pakar citra tubuh asal Amerika Serikat, menjelaskan bahwa perubahan signifikan pada penampilan, termasuk kerontokan rambut, ternyata bisa memicu krisis identitas ringan hingga sedang. Apalagi, bagi wanita yang memang sejak kecil dibesarkan dengan budaya yang menempatkan rambut sebagai simbol kecantikan dan feminitas. Jadi, ketika rambut mulai menipis atau rontok, banyak wanita yang kemudian mengalami penurunan self-esteem, meningkatnya kecemasan sosial, serta perasaan tidak lagi menarik secara fisik. 

Dampak Sosial dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kerontokan rambut pada perempuan seringkali membawa dampak sosial yang tidak langsung terlihat nih, HEALMates. Menurut psikolog, dampaknya bisa memicu social withdrawal, yaitu kecenderungan seseorang menarik diri dari interaksi sosial karena merasa tidak nyaman dengan penampilan fisiknya. 

Wanita yang mengalami rambut rontok kerap mulai membatasi aktivitas sederhana, seperti enggan menghadiri acara keluarga, menolak difoto, atau memilih menonaktifkan kamera saat rapat daring. 

Menurut penelitian yang dimuat dalam International Journal of Women’s Dermatology, perempuan dengan kerontokan rambut juga disebutkan mengalami penurunan kualitas hubungan sosial dan meningkatnya kecemasan sosial, terutama di lingkungan kerja dan pergaulan. Dampak sosial ini memperlihatkan bahwa rambut rontok bukan sekadar persoalan individual, melainkan pengalaman yang perlahan menggeser cara perempuan hadir, berinteraksi, dan merasa diterima di ruang publik.

Cara Mengatasi Rambut Rontok 

Berurusan dengan kerontokan rambut butuh dua pendekatan nih, HEALMates. Kita perlu mengatasi penyebabnya secara fisik dan menanggulangi dampak psikologisnya.  

Untuk mengatasi penyebab kerontokannya, langkah awal yang bisa dilakukan mungkin dengan memilih shampo dan produk perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit kepala kamu. Jika diperlukan, kamu juga bisa menggunakan serum atau obat penumbuh rambut dengan kandungan yang bisa merangsang pertumbuhan rambut. 

Selain itu, hal yang tak kalah penting lainnya adalah perawatan. Pastikan tubuh kamu mendapat asupan nutrisi yang cukup, terutama protein, zat besi, dan vitamin B kompleks yang sangat penting bagi kesehatan rambut. Mulai sekarang, kamu juga perlu mencoba membatasi penggunaan alat styling bersuhu panas dan hindari mengikat rambut terlalu kencang agar rambut tidak mudah rusak. 

Langkah berikutnya yang penting untuk dilakukan adalah mengelola stres. Kamu bisa membiasakan diri dengan olahraga ringan, relaksasi, dan tidur yang cukup. Ini dilakukan agar kondisi mentalmu tetap stabil sehingga kesehatan rambut pun tetap terjaga. 

Nah, itulah beberapa dampak psikologis rambut rontok yang sering dialami wanita, HEALMates. Kalau rambut kamu mulai rontok terus menerus dan tidak terkendali, ada baiknya kamu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasinya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, HEALMates! (RIW)

Bagikan :
Dampak Psikologis Rambut Rontok Pada Perempuan

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

halo@heal-sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa