Logo Heal

ART, MONEY & TECHNOLOGY

Art, Money & Technology

Inilah Arti Warna dalam Psikologi dan Manfaatnya untuk Mood Regulation

Arti Warna dalam Psikologi dan Manfaatnya untuk Mood Regulation

Oleh :

HEALMates, warna rupanya memiliki makna yang beragam. Tidak hanya sebagai elemen estetis dari sebuah desain, warna juga kerap jadi aspek yang memiliki makna dan efek psikologis tertentu. 

Ketika kita melihat warna, prosesnya melibatkan reaksi psikologis sekaligus fisiologis. Dari sisi psikologis, warna mampu memunculkan kesan emosional tertentu yang bisa memberi makna pada suatu objek atau suasana. Tapi, warna ternyata nggak cuma soal apa yang dilihat oleh mata. Lebih dari itu, ada hubungan yang dalam antara warna, emosi, dan pikiran kita, lho. Inilah yang kemudian bisa menciptakan sensasi serta persepsi yang kompleks. 

Lantas, apa saja makna warna dalam psikologi? Yuk, kita ulas selengkapnya di artikel berikut ini, HEALMates!

Makna Warna dan Efek Psikologisnya

Dilansir dari Verywellmind, secara psikologis warna bisa memengaruhi suasana hati (mood), perilaku, dan kondisi mental seseorang. Namun, persepsi warna bisa sangat subjektif dan bergantung pengalaman pribadi, budaya, serta konteks yang menyertainya. Jadi, warna yang menenangkan bagi satu orang bisa saja tidak nyaman bagi orang lain.

Meski demikian, menurut psikologi warna, ada beberapa arti yang secara umum disepakati sebagai efek psikologis dari masing-masing. Berikut beberapa makna warna dan efek psikologisnya.

1. Merah

Warna merah kerap dimaknai secara umum sebagai gairah, energi, bahaya, dan kekuatan. Dalam psikologi warna, merah mampu memicu reaksi fisiologis seperti meningkatnya detak jantung atau kewaspadaan. Efeknya bisa membangkitkan semangat, tetapi pada saat yang sama, intensitas merah yang terlalu dominan juga dapat terasa agresif dan melelahkan bagi sebagian orang

2. Hijau

Hijau identik dengan alam, kesegaran, dan keseimbangan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa paparan warna hijau dapat membantu menenangkan pikiran, mengurangi stres, serta meningkatkan fokus dan kreativitas. Tak heran bila ruang terbuka hijau atau elemen dekorasi berwarna hijau sering dipakai untuk menciptakan suasana relaksasi.

3. Biru

Biru sering diasosiasikan dengan kebijaksanaan, rasa damai, kewaspadaan, dan profesionalisme. Efek warna ini cukup kuat secara psikologis. Biru dapat memperlambat sistem saraf sehingga membuat tubuh lebih rileks. Karena itulah, biru banyak digunakan pada ruang kerja maupun desain interior untuk menciptakan suasana tenang dan produktif.

4. Kuning

Kuning adalah warna yang lekat dengan keceriaan, optimisme, serta energi. Warna cerah ini mampu membangkitkan mood dan memberikan nuansa penuh perhatian. Namun, bila digunakan terlalu berlebihan atau dalam intensitas tinggi, kuning bisa menimbulkan rasa lelah atau overstimulasi bagi sebagian orang.

5. Oranye

Oranye merupakan perpaduan dari energi merah dan keceriaan. Warna ini menghadirkan kesan hangat, kreatif, dan penuh semangat. Warna ini juga sering digunakan untuk mendorong suasana yang sosial dan aktif, oranye bisa jadi mood booster. Meski begitu, jika digunakan berlebihan, efek overstimulasi juga mungkin terjadi.

6. Ungu

Ungu atau violet kerap dikaitkan dengan misteri, kreativitas, serta spiritualitas. Warna ini sering dipandang mewakili kemewahan atau nuansa eksentrik. Namun, jika terlalu pekat atau gelap, ungu bisa terasa berat dan menimbulkan kesan yang melankolis.

7. Putih

Putih identik dengan kesucian, kebersihan, dan kesederhanaan. Dalam ruang yang luas, putih bisa menghadirkan nuansa bersih dan lapang, namun dalam kondisi tertentu juga dapat terasa dingin atau steril. Efeknya sangat bergantung pada kombinasi dengan warna lain maupun konteks penggunaannya.

8. Hitam

Hitam sering dikaitkan dengan kekuasaan, misteri, formalitas, sekaligus kesedihan. Warna ini memiliki kekuatan emosional yang besar, sering dipakai untuk menciptakan kontras atau nuansa dramatis dalam desain. Jika digunakan dengan tepat, hitam bisa memberi kesan elegan, tetapi bila dominan bisa terasa berat. 

Warna sebagai Alat Mood Regulation dan Self-Therapy

HEALMates, warna juga bisa digunakan sebagai alat untuk self-therapy dan mood regulation, lho. Namun, perlu dicatat bahwa metode ini adalah metode di luar klinis. Metode ini hanya digunakan untuk membantu mengatur mood, menenangkan diri, atau meningkatkan semangat. Kalau kamu tertarik, berikut beberapa cara dan tips untuk melakukannya secara mandiri.

1. Mengubah Suasana Lingkungan 

Cara paling sederhana adalah mengubah warna ruang sekitar. Kamu bisa mengecat dinding kamar atau ruang kerja dengan warna yang mendukung mood yang diinginkan. Misalnya, warna hijau muda atau biru lembut untuk membuat suasana lebih santai dan tenang. Selain itu, kamu juga bisa menambahkan aksen warna di dekorasi, seperti bantal, tirai, karpet, selimut, atau hiasan dinding. Kalau mood tengah lesu, bisa pakai item warna hangat (kuning, oranye). Kalau stres, kamu bisa memasukkan elemen warna dingin yang lembut.

Selain warna, pencahayaan juga nggak kalah penting, ya HEALMates. Sebab, lampu dengan cahaya hangat dan dingin bisa mengubah nuansa warna ruangan dan memengaruhi mood. Cahaya hangat (yellow-orang) memberikan kehangatan, sedangkan cahaya dingin (biru, putih kebiruan) bisa memberi rasa lebih “bersih” atau fokus.

2. Visualisasi dan Meditasi Berwarna

Tips berikutnya yang bisa kamu coba yakni dengan meditasi berwarna. Meditasi ini adalah teknik meditasi di mana kamu membayangkan warna tertentu yang bisa sangat membantu.

Saat meditasi, kamu bisa mencoba membayangkan sedang dikelilingi cahaya warna biru yang menenangkan atau warna hijau yang menyegarkan. Nah, kamu bisa fokus pada sensasi yang muncul.

Selain itu, kamu juga bisa melakukan jurnal warna. Catat hari-hari ketika kamu memakai warna tertentu, berada dalam lingkungan warna tertentu, lalu refleksikan bagaimana mood-mu pada saat itu.

3. Menggambar atau Mewarnai

Seni dan pewarnaan adalah bentuk self-expression yang luar biasa dan patut dicoba. Kamu bisa mewarnai buku mewarnai dewasa, menggambar bebas dengan warna yang kamu suka atau warna yang kamu asosiasikan dengan perasaan positif. Kegiatan fisik ringan seperti ini banyak membantu saat mood sedang turun, lho. 

Nah, itulah penjelasan mengenai arti warna dalam psikologi yang bisa kamu jadikan referensi, HEALMates. Warna bukan cuma soal apa yang indah dilihat, tapi juga kekuatan psikologis yang terkandung di dalamnya dan dapat memengaruhi mood kita. Dengan mengetahui psikologi warna ini, kita bisa memanfaatkannya untuk self-therapy yang murah, mudah diakses, dan efektif untuk menjaga kesehatan mental sehari-hari. Meski demikian, self-therapy dengan warna ini bukan pengganti perawatan profesional, ya. (RIW)

Bagikan :
Arti Warna dalam Psikologi dan Manfaatnya untuk Mood Regulation

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa