Belakangan ini, nama Indonesia kian sering terdengar di percakapan seni internasional ya, HEALMates. Berbagai pameran dan festival seni berskala global pun semakin rutin menampilkan karya seniman asal Indonesia. Ini tentu bisa jadi sebuah pertanda bahwa seni kita tidak hanya hadir sebagai identitas lokal, tetapi juga sebagai suara yang relevan dalam isu-isu universal.
Menariknya, para seniman ini tidak sekadar membawa simbol budaya Indonesia yang khas, tetapi juga beragam isu seperti feminisme, lingkungan, relasi kuasa, hingga budaya pop dengan pendekatan yang segar dan kontekstual. Agaknya, seniman-seniman kita memang berupaya menjadikan seni sebagai ruang dialog, nggak cuma pajangan.
Apakah HEALMates penasaran siapa saja seniman kontemporer Indonesia yang kerap mencuri perhatian dunia internasional? Yuk, kita bahas beberapa di antaranya!
1. Heri Dono

Kalau ngomongin seniman kontemporer Indonesia masa kini, nama Heri Dono sudah tentu perlu masuk dalam daftar. Seniman yang satu ini dikenal lewat humor satire yang tajam. Ia juga jadi salah satu pionir seni kontemporer Indonesia yang berhasil memadukan warisan tradisi, khususnya wayang, dengan isu sosial-politik dan budaya pop global.
Heri Dono sendiri merupakan seniman kelahiran Jakarta, 12 Juni 1960 dan menempuh pendidikan seni di Yogyakarta. Karyanya sering terasa jenaka di permukaan, namun menyimpan komentar yang menggigit tentang kekuasaan, ketimpangan, dan absurditas zaman.
Ia pernah mewakili Indonesia dalam Venice Biennale ke-56 pada 2015. Karya-karyanya juga menjadi bagian dari koleksi institusi internasional seperti Tropenmuseum di Amsterdam dan koleksi Deutsche Australia di Canberra. Saat ini, Heri Dono tinggal dan berkarya di Yogyakarta.
2. Eko Nugroho

Jika Heri Dono identik dengan satire jenakannya, Eko Nugroho justru punya ciri khas yang berbeda. Karyanya kerap dikaitkan dengan estetika urban, street art, dan budaya pop yang dibalut kritik sosial-politik. Berbasis di Yogyakarta, Eko merupakan lulusan ISI Yogyakarta yang karyanya tumbuh dari jalanan dan denyut komunitas.
Sepanjang kariernya, Eko Nugroho telah menggelar banyak pameran tunggal di berbagai negara, di antaranya Wayang Bocor di University of North Carolina (2017), Art Gallery of New South Wales di Sydney (2016), serta WE ARE CONCERN ABOUT NOTHING di Arario Gallery, Seoul (2013).
3. Christine Ay Tjoe

Berbeda dari banyak seniman lain yang lantang secara visual, Christine Ay Tjoe justru hadir dengan pendekatan yang lebih sunyi, personal, dan emosional. Karya-karyanya mengajak penonton menyelami lapisan batin manusia, tentang tubuh, luka, kerentanan, dan relasi dengan diri sendiri.
Seniman kelahiran Bandung ini adalah lulusan desain grafis di Institut Teknologi Bandung (ITB). Perjalanannya ke dunia lukis berangkat dari kecintaannya pada teknik drypoint, medium yang ia tekuni secara intens di awal karier. Dalam karya-karya awalnya, ia banyak mengeksplorasi bentuk tanaman, terutama jaringan akar bawah tanah yang kompleks, lalu menerjemahkannya ke dalam garis-garis organik yang berlapis dan akumulatif.
Memasuki akhir 1990-an, fokusnya bergeser ke tubuh manusia. Garis-garis lentur dan warna-warna tenang digunakan untuk merepresentasikan “diri batin”, rapuh, berkerut, dan tidak selalu utuh.
4. I Nyoman Masriadi

Sosok seniman kontemporer Indonesia berikutnya yang perlu kamu ketahui adalah I Nyoman Masriadi. Ia adalah salah satu pelukis Indonesia paling menonjol di era pasca-Soeharto.
Seniman kelahiran Gianyar, Bali, ini menempuh pendidikan seni di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Salah satu gaya yang menjadi kekhasan Masriadi adalah figur maskulin, narasi budaya pop, dan komentar sosial yang tajam.
karyanya telah dipamerkan di berbagai negara, termasuk Australia, Belanda, China, dan Singapura. Salah satunya yakni lukisan The Man from Bantul, yang menjadi karya termahal seniman Indonesia pada lelang Sotheby’s Hong Kong pada 2008. Saat ini, Masriadi tinggal dan bekerja di Yogyakarta.
Itulah empat seniman kontemporer Indonesia yang karyanya telah dikenal hingga mancanegara. Keempat seniman ini baru sebagian dari deretan seniman Indonesia yang telah melanglang buana di kancah internasional. Dari keempat seniman tersebut, siapa nih favorit HEALMates? (RIW)

