Logo Heal

FASHION & BEAUTY

Fashion & Beauty

Hobi Borong Baju dan Belanja Berlebihan? Ternyata Ini Alasan Psikologisnya

Hobi Borong Baju dan Belanja Berlebihan? Ternyata Ini Alasan Psikologisnya

Oleh :

Siapa sih yang belum pernah belanja baju? Meski nggak dilakukan setiap waktu, tapi hampir semua orang pasti pernah membeli baju yang mereka inginkan ya, HEALMates. 

Hobi borong baju dan belanja berlebihan memang sekilas tanpa sederhana. Tapi, ada kalanya kita jadi bertanya-tanya, kenapa ada orang yang nggak begitu tertarik belanja, ada juga tipe orang yang sangat hobi belanja, terutama belanja baju. 

Ternyata, hobi borong baju dan belanja berlebihan ini nggak cuma soal kebutuhan semata lho, HEALMates. Ada faktor-faktor psikologis yang juga mendorong keinginan seseorang untuk membeli baju atau bahkan belanja berlebihan. Oleh karena itu, yuk HEALMates kita ulas alasan psikologis di balik hobi borong baju dan belanja berlebihan dalam artikel ini!

Alasan Psikologis di Balik Hobi Borong Baju dan Belanja Berlebihan

Menurut psikolog, beberapa alasan psikologis yang membuat seseorang sangat suka belanja baju dan belanja berlebihan antara lain sebagai berikut:

1. Belanja sebagai Pelarian Emosi 

Bagi banyak orang, termasuk wanita, belanja sering jadi cara cepat untuk meredakan emosi, seperti stres, sedih, atau merasa lelah. Psikolog menyebut perilaku ini sebagai emotional coping, yakni ketika seseorang menggunakan aktivitas tertentu untuk menenangkan diri secara instan. 

Saat membeli baju baru, otak kita melepaskan dopamin yang memicu rasa senang sementara. Sayangnya, efek ini biasanya cepat hilang, sehingga dorongan untuk belanja kembali muncul. Inilah yang membuat belanja bisa berubah dari sekadar hobi menjadi kebiasaan berlebihan yang pada akhirnya berdampak negatif jika dilakukan atas dorongan yang impulsif.

2. Pakaian Cermin Identitas dan Self-Image

Seperti diketahui, bagi sebagian orang, pakaian bukan hanya sekadar penutup tubuh, tapi juga alat untuk mengekspresikan diri. Ketika seorang wanita merasa kurang percaya diri atau mempertanyakan jati dirinya, maka membeli baju baru bisa terasa seperti cara untuk “memperbaiki” perasaan tersebut. Banyak psikolog sepakat bahwa perubahan penampilan ini kerap dikaitkan dengan harapan akan perubahan perasaan. Namun masalahnya, jika kebutuhan akan validasi diri terus-menerus dicari lewat pakaian, belanja bisa menjadi siklus tanpa akhir yang justru merugikan.

3. Pengaruh Sosial dan Tekanan Media Digital

Media sosial memainkan peran besar dalam membentuk kebiasaan belanja seseorang. Konten haul, diskon kilat, dan tren outfit of the day bisa menciptakan ilusi bahwa membeli barang baru adalah hal yang wajar, bahkan perlu. Secara psikologis, paparan berulang ini akhirnya memicu perasaan fear of missing out (FOMO) dan dorongan untuk menyesuaikan diri dengan standar sosial tertentu. Akibatnya, kita jadi sering belanja bukan karena kebutuhan, tapi karena ikut arus media sosial.

4. Rasa Kontrol dan Pencapaian Semu

Dalam hidup yang penuh tuntutan, belanja memberi rasa kontrol yang instan. Proses memilih, membeli, dan menerima barang ini bisa menghadirkan perasaan puas, meski hanya sementara. Kepuasan cepat yang terasa nyata di tengah hal-hal lain yang sulit dikendalikan ini nyatanya seperti ilusi. Pada seseorang yang sedang merasa kehilangan arah atau kendali, belanja berlebihan ini kerap diartikan sebagai bentuk “kendali” atas hidupnya. Padahal, jika dipahami lagi, ini justru ilusi dan kontrol semu yang akan membawa masalah baru jika tidak segera diatasi. 

Jadi, apakah beli baju merupakan kebiasaan yang buruk? Pada dasarnya, beli baju atau belanja lainnya adalah hal yang wajar selama dilakukan sesuai kebutuhan ya, HEALMates. Akan tetapi, jika membeli baju sudah menjadi hobi yang impulsif dan berlebihan, ini tentu akan berdampak negatif, baik bagi mental maupun bagi finansial. Oleh karena itu, kita perlu beli baju maupun belanja seperlunya dan sesuai kebutuhan ya, HEALMates.  (RIW)

Bagikan :
Hobi Borong Baju dan Belanja Berlebihan? Ternyata Ini Alasan Psikologisnya

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

halo@heal-sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa