Logo Heal

ART, MONEY & TECHNOLOGY

Art, Money & Technology

Digital Detox dan Tren Offline Day Semakin Populer, Simak Manfaatnya

Digital Detox dan Tren Offline Day

Oleh :

Sering kali kita merasa lelah karena terus-menerus menatap layar gawai sepanjang hari, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Kalau dihitung rata-rata kita bisa menghabiskan lebih dari delapan jam sehari di depan layar digital, lho. Kondisi inilah yang kemudian memicu munculnya tren digital detox atau ‘offline day’. Tren ini belakangan kian populer, terutama di kalangan anak muda dan pekerja kantoran.

Orang-orang yang menerapkan digital detox atau offline day ini menyadari bahwa terlalu banyak waktu di dunia digital nyatanya bisa berdampak negatif pada kesehatan otak, emosi, bahkan hubungan sosial. 

Lalu, apa sih sebenarnya digital detox? Agar HEALMates tidak bingung, yuk kita kupas tuntas apa itu digital detox, alasan tren offline day semakin diminati, serta berbagai manfaat yang bisa kita dapatkan dari “puasa gawai” ini.

Apa Itu Digital Detox?

Secara sederhana, digital detox adalah aktivitas yang dilakukan untuk mengurangi atau bahkan berhenti menggunakan perangkat digital, seperti smartphone, laptop, televisi, hingga media sosial dalam jangka waktu tertentu. Tujuan dari digital detox ini bukanlah untuk anti terhadap teknologi digital, tapi untuk mengelola waktu agar bisa rehat sejenak dari aktivitas digital. 

Dengan melakukan digital detox, kita bisa memberikan waktu istirahat buat otak dan tubuh dari paparan digital yang terus-menerus. Kalau diibaratkan, mungkin gadget itu mirip seperti makanan cepat saji. Enak, praktis, bikin nagih, tapi jika dikonsumsi secara terus menerus dan melebihi batas maka bisa menyebabkan tubuh kita nggak sehat. Nah, begitu juga dengan dunia digital. Teknologi ini sangat bermanfaat untuk berbagai aktivitas, seperti untuk bekerja, hiburan, bahkan belajar. Namun, jika digunakan secara berlebihan maka teknologi digital ini bisa bikin kita stres, susah tidur, gampang cemas, bahkan merasa kurang produktif.

Karena itulah, banyak orang yang kemudian menyadari hal ini dan mulai rutin menjadwalkan offline day, yaitu satu hari penuh tanpa gadget. Ada juga yang memilih versi ringan, misalnya digital detox dua jam sebelum tidur atau puasa media sosial setiap akhir pekan.

Mengapa Digital Detox Jadi Tren Populer?

Ada beberapa alasan kenapa tren digital detox ini semakin nge-hits beberapa waktu belakangan ini. Beberapa di antaranya yakni:

  1. Kelelahan Digital (Digital Fatigue)

Meeting online, belajar daring, notifikasi chat kerjaan yang nggak kenal jam, bikin banyak orang merasa capek mental. Apalagi setelah pandemi, penggunaan gadget jadi semakin masif.

  1. Kecemasan Media Sosial

Banyak penelitian menunjukkan bahwa media sosial bisa memicu perasaan iri, rendah diri, dan cemas karena perbandingan sosial. Nah, itulah salah satu alasan yang mendorong digital detox jadi solusi untuk menjaga kesehatan mental.

  1. Kesadaran akan Kesehatan Mental

Generasi milenial dan Gen Z sekarang jauh lebih peduli soal mental health. Offline day ini semacam jadi cara simpel untuk recharge energi, sih.

  1. Gerakan Gaya Hidup Seimbang

Tren minimalisme, mindfulness, hingga self-care belakangan memang sedang naik daun. Inilah mengapa digital detox juga masuk dalam kategori gaya hidup yang lebih seimbang dan sehat.

Manfaat Digital Detox

Nah, bagian ini yang paling bikin banyak orang akhirnya kepincut untuk mencoba. Berikut beberapa manfaat nyata dari digital detox yang bisa HEALMates jadikan referensi ya. 

  1. Tidur Lebih Nyenyak

Cahaya biru (blue light) dari layar gadget bisa mengganggu produksi melatonin, hormon yang bikin kita ngantuk. Oleh karena itu, dengan mengurangi screen time sebelum tidur, kualitas tidur kita pun bisa meningkat.

  1. Lebih Konsentrasi dan Fokus

Notifikasi yang muncul setiap menit bisa bikin otak gampang terdistraksi. Nah, sebaliknya saat offline, kita akan bisa lebih fokus ke satu hal, entah itu kerjaan, membaca buku, atau ngobrol dengan orang lain.

  1. Mengurangi Stres dan Cemas

Tanpa terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain di media sosial, pikiran kita pun jadi lebih tenang. Detox digital ini akan membantu kita merasa lebih hadir di momen nyata.

  1. Hubungan Sosial Lebih Berkualitas

Pernah makan bareng teman tapi semuanya sibuk dengan ponselnya? Ini sih nyebelin banget, ya? Dengan offline day interaksi tatap muka pun jadi lebih hangat dan meaningful.

  1. Produktivitas Meningkat

Kabar baiknya lagi, saat kita menjauh dari gadget, justru banyak hal yang bisa lebih cepat selesai. Fokus kerja nggak terpecah-pecah, otak lebih fresh, hasil kerja pun lebih maksimal.

Tips Memulai Digital Detox

Buat kamu yang penasaran dan ingin mencoba digital detox, kamu mungkin bisa memulainya secara perlahan. Nggak harus ekstrem langsung 24 jam tanpa gadget, tapi mungkin kamu bisa memulai dengan cara berikut.

  • Tentukan Durasinya

Mulailah dari yang realistis dulu, misalnya detox selama 2 jam sebelum tidur atau setengah hari di akhir pekan.

 

  • Matikan Notifikasi

Kalau kamu memang belum bisa benar-benar lepas dari gadget, coba matikan notifikasi aplikasi yang nggak urgent. Rasanya pasti akan jauh lebih tenang. 

  • Alihkan dengan Aktivitas Offline

Alih-alih scrolling media sosial terus menerus, kamu mungkin bisa mencoba mengisi waktu dengan aktivitas nyata seperti baca buku, olahraga, jalan-jalan, melukis, atau sekadar ngobrol sama keluarga. Jangan biarkan detox jadi membosankan, ya.

  • Beri Tahu Orang Terdekat

Biar nggak panik saat kamu nggak online, kasih tahu dulu teman atau rekan kerja kalau kamu sedang offline day, ya HEALMates. 

  • Buat Zona Bebas Gadget

Kamu juga bisa membuat zona bebas gadget, misalnya di kamar tidur atau meja makan. Jadi, meskipun nggak full detox, kamu punya area khusus untuk benar-benar offline.

Banyak orang yang sudah mencoba berbagi pengalaman tentang offline day ini dan mereka bisa merasakan manfaatnya. Meski awalnya mungkin kita akan merasa “ketinggalan dunia” saat sehari penuh nggak buka Instagram, namun lama kelamaan kita mungkin bisa menuntaskan satu buku yang sudah lama tertunda atau masak bareng keluarga. 

Apakah Digital Detox Cocok untuk Semua Orang?

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah “Apakah digital detox cocok untuk semua orang?” Tentu saja tergantung pada kebutuhan masing-masing orang. Sebab, setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Bagi pekerja kreatif misalnya, digital detox mungkin akan jadi hal yang sulit jika harus full offline sehari penuh. Pasalnya, pekerjaan mereka memang sangat bergantung pada gadget dan teknologi digital. Solusinya bisa menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Sebab, detox bisa dilakukan dengan puasa media sosial saja atau mengurangi durasi penggunaan gadget tertentu. Intinya bukan soal berapa lama kita offline, tapi bagaimana kita bisa lebih mindful menggunakan teknologi. (RIW)

Bagikan :
Digital Detox dan Tren Offline Day

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa