Logo Heal

ART, MONEY & TECHNOLOGY

Art, Money & Technology

Cyber Affair, Ketika Perselingkuhan Terjadi tanpa Sentuhan Fisik

Cyber Affair, Ketika Perselingkuhan Terjadi tanpa Sentuhan Fisik

Oleh :

“Cuma chat kok, nggak ngapa-ngapain juga.” 

Sekilas kalimat ini memang terdengar seperti biasa-biasa saja dan sangat ringan di telinga ya, HEALMates? Namun bagi sebagian orang,  kalimat ini bisa jadi seperti pukulan tak kasat mata. Apalagi, kalau pasangannya sudah sering chatting dengan lawan jenis tanpa sepengatuhannya. 

Di era digital yang serba terhubung ini, perselingkuhan tak lagi butuh pertemuan di kafe atau sembunyi-sembunyi di kamar hotel. Kadang, cukup dengan layar ponsel dan koneksi internet, sebuah hubungan bisa berubah arah tanpa disadari. Ya, selamat datang di dunia cyber affair, sebuah bentuk perselingkuhan modern yang terjadi tanpa sentuhan fisik, namun bisa sama menyakitkannya dengan affair di dunia nyata.

Apa Itu Cyber Affair?

Secara sederhana, cyber affair atau sering juga disebut emotional affair online adalah bentuk perselingkuhan yang terjadi melalui dunia maya. Biasanya lewat media sosial, aplikasi chatting, atau forum daring. Pelakunya membangun koneksi emosional, romantis, bahkan seksual dengan orang lain, tanpa kontak fisik secara langsung.

Mereka mungkin saling berbagi cerita pribadi, saling menghibur, bertukar foto, melakukan sexting, hingga curhat tentang pasangan masing-masing. Nggak jarang, hubungan ini dilakukan diam-diam tanpa sepengetahuan pasangan resminya.

Yang membuat hal ini lebih ironis adalah banyak orang yang terlibat cyber affair ini  tidak merasa berselingkuh karena mereka merasa “tidak melakukan apa-apa secara fisik.” Padahal, keterikatan emosional atau keintiman digital bisa sama dalamnya dan tentu saja sama merusaknya.

Contoh Nyata Cyber Affair 

Dari survei yang HEAL lakukan melalui laman media sosial,  ada beberapa yang berani membagikan cerita mengenai cyber affair ini.  Berikut kisah mereka yang sudah diizinkan untuk dibagikan tanpa menyebutkan nama. 

Kasus 1: Chat yang Awalnya Hanya Iseng

Seorang pria bernama Dimas (bukan nama sebenarnya). Ia sudah menikah selama lima tahun. Suatu malam, ia menerima DM dari teman lamanya di Instagram. Pada mulanya, obrolan mereka hanya sebatas obrolan ringan, sekadar nostalgia masa SMA. Tapi lama-kelamaan, percakapan itu jadi candaan yang lebih personal. Mereka mulai saling bercerita soal masalah rumah tangga, saling menghibur, dan akhirnya jadi lebih dekat. 

Dimas pun mulai menunggu notifikasi dari temannya itu lebih dari notifikasi dari istrinya sendiri. Ia lebih antusias ketika mengobrol dengan temannya dibanding mengobrol dengan istrinya. Lama kelamaan, istrinya jadi tidak terlihat kehadirannya dan Dimas menjadi lebih bahagia saat chatting maupun telepon dengan temannya. Dima belum bertemu secara langsung dengan temannya itu, tapi secara emosional ia sudah merasakan kenyamanan yang lebih dibandingkan ketika ia bersama istrinya. 

Kasus 2: Hubungan Rahasia di Game Online

Kisah lainnya datang dari seorang perempuan bernama Rani (bukan nama sebenarnya). Ia sering bermain game online dan punya teman main (teammate). Di komunitas game online yang ia ikuti, ada salah satu temannya yang sangat perhatian, nggak cuma membantu saat game, tapi juga mendengarkan curhatnya di voice chat. 

Mereka tak pernah bertemu, tapi intensitas komunikasi mereka bikin Rani merasa dimengerti dengan cara yang berbeda dari pasangannya di dunia nyata. Rani tahu ini bukan “sekadar teman main,” tapi ia juga bingung menyebutnya apa.

Nah, kedua contoh kasus ini adalah contoh cyber affair di mana mereka awalnya hanya berkomunikasi biasa lewat perangkat online. Lama-lama, komunikasinya jadi lebih intens dan menciptakan sensasi ketergantungan. Dari contoh ini, kita bisa tahu bahwa cyber affair tidak membutuhkan pertemuan fisik untuk menimbulkan dampak emosional yang besar.

Kenapa Cyber Affair Bisa Terjadi?

Ada beberapa alasan kenapa orang bisa “tergelincir” ke dalam cyber affair tanpa mereka sadari.

1. Rasa Bosan dan Kurangnya Koneksi Emosional di Hubungan Asli

Saat hubungan utama terasa datar atau komunikasi mulai renggang, seseorang bisa mencari pelarian emosional. Dunia maya menawarkan pelarian yang cepat dan mudah, ada ribuan orang siap mendengarkan tanpa menghakimi.

2. Adrenalin dari Hal yang Terlarang

Perselingkuhan digital sering kali memberi sensasi “deg-degan” yang mirip seperti rahasia kecil. Ada rasa tertantang, rasa diinginkan, tapi tetap merasa aman karena “tidak bersentuhan langsung.”

3. Anonimitas dan Kemudahan Akses

Internet membuat segalanya lebih mudah. Kamu bisa jadi siapa pun, tanpa konsekuensi langsung. Banyak orang merasa lebih berani membuka diri di balik layar, sesuatu yang mungkin sulit dilakukan dalam kehidupan nyata.

4. Kurangnya Batasan Digital

Tidak semua pasangan menetapkan batasan tentang apa yang “boleh” dan “tidak boleh” dilakukan secara online. Akibatnya, banyak yang tidak sadar sudah melewati batas, sampai akhirnya terlambat.

Apakah Cyber Affair Sama dengan Selingkuh?

Jadi, apakah cyber affair sama dengan selingkuh? Kalau cuma chat, apa itu selingkuh? Jawabannya tentunya tergantung pada komitmen dan batasan dalam hubungan masing-masing orang.

Bagi sebagian orang, berbagi perasaan intim dengan orang lain sudah termasuk bentuk pengkhianatan emosional. Sementara bagi yang lain, mungkin baru dianggap “selingkuh” kalau ada kontak fisik. Namun, dari perspektif psikologi, cyber affair bisa digolongkan sebagai bentuk infidelity (ketidaksetiaan) karena melibatkan kebohongan, rahasia, dan keterikatan emosional yang melampaui batas hubungan.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa luka emosional akibat cyber affair bisa sama beratnya dengan affair fisik. Sebab, pasangan yang dikhianati akan sering merasa:

  • Tidak lagi dipercaya atau dianggap cukup.  
  • Dikhianati karena rahasia yang disembunyikan. 
  • Dibandingkan dengan “orang di layar” yang terlihat lebih menarik, lucu, atau perhatian.

Jadi, meskipun tidak ada sentuhan, rasa sakitnya nyata.

Kadang, hubungan digital ini tidak langsung terasa mencurigakan. Tapi, ada beberapa tanda yang bisa jadi sinyal bahaya dan harusnya mulai disadari sebelum tergelincir terlalu dalam. 

  • Seseorang mulai menyembunyikan ponsel atau mengganti password.
  • Terlalu sering online atau chatting dengan orang tertentu.
  • Emosi dan perhatian untuk pasangan mulai menurun.
  • Ada rasa bersalah kecil setiap kali menerima pesan dari “teman online.”
  • Sering membandingkan pasangan dengan orang di layar.

Nah, jika HEALMates merasa hal-hal di atas mulai terjadi, mungkin sudah waktunya berhenti sejenak dan introspeksi diri, apakah ini sekadar pertemanan, atau sudah lebih dari itu? Kalau sudah lebih, better stop!

Sebab meski tidak melibatkan tubuh, cyber affair tetap bisa meninggalkan luka mendalam, baik bagi pelaku maupun pasangannya.

  • Bagi yang diselingkuhi, perselingkuhan online ini akan menimbulkan perasaan tidak cukup, rendah diri, bahkan trauma terhadap dunia digital. Mereka bisa kehilangan kepercayaan, bukan hanya pada pasangan, tapi juga pada diri sendiri.
  • Bagi pelaku, hal ini juga bisa memicu rasa bersalah dan kebingungan. Mereka merasa terjebak antara kebutuhan emosional yang terpenuhi secara online dan komitmen nyata yang mulai renggang.

Hingga pada akhirnya, jika hubungan online itu terbongkar, sering kali kerusakan emosionalnya lebih sulit diperbaiki karena sifatnya samar-samar. Tak ada bukti fisik, tapi luka batinnya nyata.

Hal terpenting yang perlu selalu kita jaga dalam sebuah hubungan yang sehat adalah komitmen dan kejujuran ya, HEALMates. Bukan seberapa dekat fisikmu dengan seseorang, tapi seberapa tulus kamu menjaga hati dari hal-hal yang bisa menggoyahkan. (RIW)

Bagikan :
Cyber Affair, Ketika Perselingkuhan Terjadi tanpa Sentuhan Fisik

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa