Logo Heal

ART, MONEY & TECHNOLOGY

Art, Money & Technology

Coba Puasa Media Sosial Selama Ramadan, Ini Dampaknya

Coba Puasa Media Sosial Selama Ramadan, Ini Dampaknya

Oleh :

Bagi banyak umat Muslim, Ramadan kerap dimaknai sebagai masa untuk menenangkan diri. Di bulan yang suci ini, kita tentu akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk beribadah dan berlomba-lomba menggapai pahala ya, HEALMates? Ada harapan agar hari-hari berjalan lebih khusyuk, ibadah terasa lebih dalam, dan batin menjadi lebih dekat dengan Sang Pencipta. 

Namun dalam praktiknya, tidak sedikit orang yang justru merasa pikirannya semakin penuh selama bulan suci ini. Beban tersebut sering kali bukan datang dari aktivitas fisik, melainkan dari derasnya arus digital yang sulit dibendung. Seiring dengan pesatnya perkembangan digital, gadget seolah tak bisa terpisahkan dari aktivitas kita. Ponsel terus bergetar, linimasa tak pernah berhenti bergerak, dan pesan datang silih berganti. Tanpa disadari, perhatian kita terpecah, sehingga kehadiran dalam ibadah pun menjadi setengah-setengah.

Karena itulah, penting rasanya untuk berpuasa media sosial selama Ramadan. Puasa media sosial ini merupakan bentuk kesadaran untuk mengurangi distraksi digital secara perlahan, agar pikiran memiliki ruang untuk benar-benar fokus dan beristirahat.

Dampak Puasa Media Sosial selama Ramadan

Media sosial pada dasarnya bukan musuh. Ia membantu kita terhubung, belajar, bahkan bekerja. Namun, di bulan Ramadan, ritmenya sering kali bertabrakan dengan tujuan ibadah. Oleh karena itu, kita perlu juga untuk membatasinya. Berikut beberapa dampak positif yang bisa kita dapatkan jika puasa media sosial selama Ramadan. 

  1. Pikiran Lebih Tenang

Salah satu perubahan paling cepat terasa saat mengurangi media sosial adalah ketenangan pikiran. Kita jadi nggak terbangun oleh notifikasi, tidak terus-menerus membandingkan hidup sendiri dengan orang lain, dan tidak terjebak dalam arus komentar yang melelahkan.

Puasa media sosial memberi ruang jeda bagi otak untuk bernapas. Pikiran tidak lagi dipaksa mencerna terlalu banyak hal sekaligus. Alhasil, emosi menjadi lebih stabil dan fokus lebih mudah dijaga. Ini tentu sangat penting untuk beribadah. Banyak dari kita mungkin akan merasa jauh lebih khusyuk salat ketika layar ponsel tidak selalu menyala di genggaman. Setuju nggak, HEALMates?

2. Ibadah Lebih Fokus 

Distraksi digital bisa sangat berpengaruh pada kualitas ibadah. Perhatian yang seharusnya utuh justru terpecah oleh kebiasaan membuka ponsel di sela-sela aktivitas spiritual. Salat menjadi sulit dinikmati karena pikiran masih tertinggal pada notifikasi HP. Tilawah Alquran selesai dibaca, tetapi maknanya tidak sempat kita resapi. Dzikir pun dilakukan setengah sadar, bahkan mungkin satu tangan menggenggam tasbih, tangan lain sibuk menyentuh layar. Alhasil, jika pola ini dibiarkan, bulan suci bisa berakhir tanpa perubahan yang berarti ya, HEALMates. Karena itulah, salah satu dampak penting dari puasa digital adalah meningkatkan kualitas ibadah kita sehingga jadi lebih fokus. 

3. Hubungan Sosial Lebih Nyata

Salah satu efek negatif dari terlalu aktif di media sosial adalah kita jadi jauh dari orang-orang yang dekat. Kita sibuk berteman secara virtual, namun di sisi lain kita tidak punya waktu untuk berinteraksi secara langsung dengan teman-teman di dunia nyata. 

Oleh karena itu, puasa media sosial juga bisa jadi kesempatan untuk berinteraksi kembali ke bentuk yang lebih nyata. Obrolan saat sahur jadi lebih hidup tanpa HP di meja. Waktu berbuka bersama keluarga terasa lebih hangat. Kehangatan Ramadan pun kembali penuh makna kebersamaan dan kehangatan. 

4. Lebih Sadar Mengelola Emosi

Media sosial sering menjadi pemicu emosi yang tidak perlu, seperti iri, kesal, marah, atau merasa kurang. Saat berpuasa, emosi-emosi ini terasa lebih tajam karena kondisi tubuh yang lelah. Dengan membatasi paparan media sosial, kita belajar mengenali emosi sendiri tanpa banyak distraksi. Kita jadi lebih sadar kapan perlu berhenti, kapan perlu istirahat, dan kapan perlu menenangkan diri. Ini sejalan dengan esensi puasa yakni untuk melatih pengendalian diri, bukan hanya dari makanan, tetapi juga dari hal-hal yang memicu reaksi berlebihan.

Puasa Media Sosial Tidak Harus Ekstrem

Puasa media sosial tentu nggak harus dilakukan secara ekstrem ya, HEALMates. Bukan berarti, kamu harus benar-benar off total dari media sosial. Tapi, lebih ke mengelola dan menetapkan batasan. Misalnya:

  • Tidak membuka media sosial saat sahur dan setelah tarawih. 
  • Membatasi waktu scrolling maksimal 30 menit sehari. 
  • Menghapus aplikasi tertentu sementara waktu. 
  • Mematikan notifikasi yang tidak penting. 

Langkah-langkah kecil ini sudah cukup memberi dampak besar jika dilakukan dengan konsisten, lho. Saat dorongan membuka HP muncul, kita bisa nih mencoba mengalihkannya untuk kegiatan positif lain, seperti membaca satu halaman Alquran, dzikir singkat, menulis jurnal refleksi Ramadan, dan lain-lain. Dengan begitu, waktu luang saat puasa tidak diisi oleh scrolling tanpa tujuan.

Ramadan sebagai Momen Reset Digital

Ramadan adalah momen yang tepat untuk mengevaluasi banyak hal, termasuk kebiasaan digital. Puasa media sosial bisa menjadi cara sederhana untuk bertanya pada diri kita  sendiri “Apakah media sosial selama ini membantu hidupku, atau justru menguras energiku?”

Dengan memberi jarak, kita sebenarnya sedang menemukan kembali hal-hal yang selama ini tertutup oleh kebisingan layar. Di bulan Ramadan, puasa digital juga bisa jadi bentuk ibadah lho, HEALMates. Saat kita menahan diri dari hal yang melalaikan, sejatinya kita sedang melatih pengendalian nafsu yang menjadi esensi utama puasa. 

 

Bagikan :
Coba Puasa Media Sosial Selama Ramadan, Ini Dampaknya

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa