Logo Heal

MENTAL HEALTH

Mental Health

Apakah Orang Berempati Tinggi Rentan Overthinking? Begini Penjelasannya

Apakah Orang Berempati Tinggi Rentan Overthinking? Begini Penjelasannya

Oleh :

Ada tipe orang yang kalau temannya berubah sedikit saja, misalnya balas chat lebih lama, nadanya beda, atau tiba-tiba jadi pendiam, mereka langsung kepikiran, “Duh, aku salah apa, ya?” Padahal belum tentu ada apa-apa. Nah, kalau kamu sering mengalami hal ini, besar kemungkinan kamu adalah orang dengan empati tinggi nih, HEALMates. Kok bisa? 

Sebab, menurut psikolog ada keterkaitan antara empati tinggi empati mendalam dan pikiran yang berlebihan, serta dampaknya pada kesehatan mental. Agar HEALMates nggak bingung, yuk kita bahas lebih lengkap dalam artikel berikut ini!

Keterkaitan Antara Empati dengan Overthinking

Empati merupakan kemampuan untuk menangkap, memahami, dan ikut merasakan emosi orang lain, sekaligus melihat sebuah situasi dari sudut pandang mereka. Orang dengan tingkat empati yang tinggi biasanya memiliki kepekaan emosional yang kuat, mudah menangkap perubahan suasana hati orang di sekitarnya, dan kerap merasa terpanggil untuk hadir, mendengarkan, serta memberikan dukungan ketika orang lain membutuhkannya.

Karena itulah, empati sering dianggap sebagai sifat yang sepenuhnya positif. Orang yang empatik dinilai hangat, pengertian, dan enak diajak bicara. Mereka bisa “membaca ruangan”, peka terhadap perubahan emosi orang lain, dan cenderung jadi tempat curhat banyak orang.

Masalahnya, empati tinggi bukan cuma soal memahami orang lain, tapi juga menyerap emosi mereka. Nggak hanya mengetahui bahwa seseorang sedang sedih, tapi juga ikut merasakan kesedihan itu, meski kadang tanpa disadari. Inilah yang akhirnya membuat mereka jadi ikut overthinking. 

Empati dan overthinking kerap berjalan beriringan secara emosional. Sebab, seseorang yang memiliki empati tinggi biasanya nggak cuma peka  terhadap problem yang dihadapi orang lain, tapi juga menyerap emosi mereka. Karena itulah, persoalan itu seolah turut masuk ke dalam dirinya. 

Menurut studi dari University of Surrey (2023), empati yang berlebihan ini bisa memicu emotional contagion, Saat berhadapan dengan emosi negatif orang lain, dorongan untuk memahami situasi secara menyeluruh atau membantu mencari jalan keluar sering kali muncul secara spontan. Namun, niat baik ini justru dapat menjerumuskannya ke dalam pola berpikir berlebihan. Alih-alih berhenti, pikirannya justru akan terus berputar, menganalisis persoalan yang dihadapi temannya, dan mempertanyakan berbagai kemungkinan solusinya, meski tanpa diminta. Semua pemikiran inilah yang akhirnya bermuara pada overthinking.

Sebagai contoh, ketika seorang teman menceritakan masalah hidupnya, orang yang sangat empatik tidak hanya ikut merasakan beban emosional tersebut, tetapi juga merasa bertanggung jawab untuk terlibat lebih jauh. Bahkan setelah percakapan selesai, pikirannya masih dipenuhi renungan, tentang solusi terbaik, kemungkinan terburuk, atau dampak masalah itu bagi kehidupan sang teman.

Siklus ini mulanya memang berangkat dari rasa kepedulian dan niat baik, tetapi jika terus berulang tanpa batasan, hal ini juga akan berdampak negatif lho. Energi kita akan terkuras secara perlahan, bukan karena masalah kita sendiri tapi justru karena masalah orang lain.

Empati Tinggi Bukan Masalah, Tapi Perlu Arah

Penting untuk dipahami ya, HEALMates bahwa sebenarnya nggak apa-apa kita punya empati yang tinggi. Sebab, dunia justru butuh lebih banyak orang empatik. Akan tetapi, kita harus punya batasan. 

Kita perlu belajar membangun batas emosional yang sehat, mengenali kapan kepedulian berubah menjadi overthinking, serta menemukan cara yang tepat untuk menghentikan pola pikir yang berlebihan. Dengan begitu, rasa empati kita tetap akan bermanfaat dan membantu orang lain, tanpa harus mengorbankan kesehatan mental diri sendiri ya, HEALMates.  (RIW)

Bagikan :
Apakah Orang Berempati Tinggi Rentan Overthinking? Begini Penjelasannya

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa