Logo Heal

SPIRITUAL

Spiritual

Apa yang Terjadi dalam Diri Kita saat Berdoa? Begini Kaitan Spiritualitas dan Kondisi Psikis Manusia

Apa yang Terjadi dalam Diri Kita saat Berdoa?

Oleh :

Hampir semua orang pernah berdoa ya, HEALMates? Ada yang berdoa sebelum tidur, ada yang di tengah ketakutan, ada berdoa ketika senang, ada juga yang berdoa ketika merasa kesulitan dalam hidup. Bagi kita, doa seperti permintaan untuk memohon pertolongan sekaligus berterima kasih kepada Allah SWT. 

Tapi pernahkah kamu bertanya HEALMates, “Apa yang sebenarnya terjadi dalam diri kita saat berdoa?” Apakah doa hanya soal keyakinan spiritual? Atau ada sesuatu yang lebih dalam, entah itu dalam pikiran, emosi, maupun tubuh kita? Untuk menjawab pertanyaan itu, yuk HEALMates kita ulas selengkapnya di artikel berikut ini!

Makna Doa dalam Islam

Dalam Islam, doa adalah inti dari ibadah dan bentuk komunikasi paling jujur antara hamba dan Allah SWT. Doa bukan sekadar permintaan, melainkan pengakuan akan keterbatasan diri, ketergantungan total kepada Allah SWT, serta ekspresi iman, harapan, dan ketakutan (khauf dan raja’). Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.” (QS. Al-Mu’min: 60)

Doa tidak hanya dilakukan saat mengalami kesulitan, tetapi juga ketika dalam keadaan bahagia sebagai bentuk syukur. Secara makna, doa dalam Islam mencakup beberapa hal sekaligus. 

  • Permohonan (Thalab)

Meminta pertolongan, rezeki, kesehatan, ampunan, atau jalan keluar dari kesulitan.

  • Pengakuan Kelemahan Manusia

Saat berdoa, seorang muslim mengakui bahwa ia tidak sepenuhnya berdaya tanpa Allah.

  • Bentuk Tawakal dan Harapan

Doa adalah cara menyerahkan hasil kepada Allah setelah ikhtiar dilakukan.

  • Kedekatan Spiritual

Allah berfirman:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 186)

Karena itu, dalam Islam doa tidak selalu tentang dikabulkan sesuai keinginan, tetapi:

  • bisa diganti dengan yang lebih baik,
  • bisa ditunda,
  • atau menjadi pahala dan penghapus dosa.

Itulah mengapa doa tidak pernah sia-sia.

Singkatnya, doa dalam Islam adalah napas iman, yang hadir dalam lapang dan sempit, dalam syukur dan duka. Bukan hanya saat manusia butuh, tetapi juga saat manusia ingin dekat.

Doa dalam Pandangan Ilmiah

Secara neurologis, berdoa memiliki kemiripan dengan meditasi dan praktik mindfulness. Saat seseorang berdoa dengan khusyuk, terutama doa yang dilakukan dengan pengulangan kata, ritme napas yang stabil, fokus batin, dan aktivitas otak pun mulai berubah.

Dr. Andrew Newberg dari Thomas Jefferson Hospital telah meneliti efek doa terhadap otak manusia selama lebih dari 20 tahun. Dalam penelitiannya, ia menyuntikkan zat pewarna radioaktif ke dalam tubuh partisipan dan mengamati perubahan yang terjadi di otak mereka saat berdoa.

Newberg mengungkapkan bahwa terjadi perubahan warna otak ketika seseorang sedang beristirahat dan saat berdoa. Ini menunjukkan adanya potensi kekuatan doa dalam proses penyembuhan. 

Karena otak mengendalikan fungsi-fungsi dasar tubuh seperti detak jantung, tekanan darah, dan sistem imun, Newberg pun mengatakan bahwa “Ada bukti yang menunjukkan bahwa dengan melakukan praktik doa seperti ini, kita bisa memicu berbagai perubahan di seluruh tubuh, yang berpotensi memberi efek penyembuhan.”

Selain itu, aktivitas gelombang alfa dan theta pada otak juga meningkat. Gelombang ini berhubungan dengan rasa tenang, refleksi, dan kesadaran diri. Inilah sebabnya banyak orang merasa lebih lega setelah berdoa. Bukan karena masalah langsung hilang, tetapi karena sistem saraf mulai keluar dari mode “bertahan hidup”.

Dengan kata lain, doa membantu otak beristirahat dari kecemasan yang terus-menerus.

Doa sebagai Regulasi Emosi Alami

Dalam psikologi, ada konsep emotion regulation, yakni kemampuan seseorang mengelola emosi yang intens agar tidak meluap atau terpendam secara tidak sehat. Menariknya, doa sering berfungsi sebagai mekanisme regulasi emosi yang alami.

Sebab, saat berdoa, kita mengakui rasa takut, sedih, marah, atau tidak berdaya serta memberi ruang aman untuk emosi dan mengalihkan beban dari diri sendiri ke sesuatu yang lebih besar (Tuhan).

Ini menjadi sangat relevan karena banyak dari kita tumbuh dengan keyakinan bahwa kita harus menyelesaikan segalanya sendiri. Sebaliknya, doa mematahkan anggapan itu secara psikologis. Dengan berdoa, kita seolah diizinkan untuk berkata, “Duhai Allah, Tuhanku, aku tidak sanggup menyelesaikan masalah ini sendiri. Tolong bantu aku.”

Seperti diketahui, salah satu kebutuhan psikis paling dasar manusia adalah merasa didengar dan dimengerti. Dalam relasi antarmanusia, kebutuhan ini sering tidak terpenuhi, karena keterbatasan waktu, empati, atau keberanian untuk jujur.

Nah, dengan berdoa, kita seolah sedang berada di sebuah ruang tanpa penghakiman di mana kita bisa bicara jujur tanpa harus takut disalahkan. Jadi, dari perspektif psikologi, doa seakan memberikan beberapa manfaat seperti:

  • Menurunkan rasa kesepian. 
  • Mengurangi beban mental. 
  • Memberi rasa aman emosional. 

Bahkan ketika doa tidak langsung “terjawab”, proses berbicaranya sendiri sudah menjadi bentuk emotional release yang sehat.

Nah, itulah penjelasan mengenai apa yang terjadi dalam diri kita saat berdoa HEALMates. Pada akhirnya, doa tidak perlu diposisikan sebagai tandingan sains, juga tidak harus dibuktikan dengan hasil yang kasat mata agar dianggap bermakna. Doa mungkin tidak selalu menyembuhkan penyakit, tetapi bagi banyak orang, doa bisa membantu menenangkan batin, memberi makna pada penderitaan, dan menguatkan langkah untuk tetap menjalani kehidupan dengan lebih baik. Sudahkah kamu berdoa hari ini, HEALMates? (RIW)

Bagikan :
Apa yang Terjadi dalam Diri Kita saat Berdoa?

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa