Logo Heal

MENTAL HEALTH

Mental Health

Apa itu PTSD? Pahami Gejala dan Cara Menanganinya

Apa itu PTSD? Pahami Gejala dan Cara Menanganinya

Oleh :

PTSD atau Post-traumatic Stress Disorder merupakan salah satu gangguan psikologis yang seringkali dialami setelah menghadapi peristiwa besar yang mengguncang mental. 

Banyak dari kita tentu pernah melalui sebuah kejadian yang bikin jantung rasanya ingin copot, seperti kecelakaan parah, kekerasan, pelecehan, menghadapi bencana, perang, dan lain sebagainya. Bagi sebagian orang, trauma akan kejadian ini seringkali bisa sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun bagi sebagian yang lain, luka psikologis dari kejadian itu rasanya susah sembuh. Ingatan akan peristiwa mengerikan itu terus berulang hingga tubuh ikut mengalami gejalanya, jadi susah tidur, nggak enak makan, sering cemas, dan lain-lain. Nah, inilah yang disebut PTSD (Post-traumatic Stress Disorder). 

Agar lebih jelas, yuk HEALMates kita bahas selengkapnya apa itu PTSD, gejala, dan cara menanganinya dalam artikel berikut ini!

Apa Itu PTSD?

Menurut World Health Organization (WHO), PTSD atau Post-traumatic Stress Disorder adalah kondisi kesehatan mental yang muncul pada seseorang setelah ia mengalami, menyaksikan, atau berada sangat dekat dengan peristiwa yang meninggalkan luka emosional mendalam. Peristiwa ini bisa terjadi satu kali atau berulang, dan bentuknya pun sangat beragam. 

Kondisi ini bisa dialami siapapun baik yang secara langsung mengalami peristiwa menakutkan atau hanya menyaksikan peristiwa tersebut.  Pasalnya, tubuh dan pikiran berada dalam mode bertahan hidup sehingga pada sebagian orang pengalaman-pengalaman buruk ini tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi terus hidup dan memengaruhi cara berpikir, merasa, dan merespons dunia di sekitarnya.

Namun, hingga kini belum ada satu penyebab tunggal yang benar-benar menjelaskan mengapa seseorang bisa mengalami PTSD. Banyak psikolog yang menduga bahwa kondisi ini bisa sebagai bentuk akumulasi dari berbagai faktor yang saling berkaitan.

Beberapa di antaranya misalnya pengalaman hidup yang menyakitkan dan terjadi secara berulang, memiliki riwayat gangguan kesehatan mental dalam keluarga, serta karakter bawaan tertentu seperti kecenderungan temperamen yang lebih sensitif atau reaktif terhadap stres. Faktor-faktor ini dapat membuat seseorang lebih rentan ketika berhadapan dengan peristiwa traumatis.

Adapun jenis kejadian yang paling sering dikaitkan dengan munculnya PTSD sangat beragam. Mulai dari pengalaman perang dan konflik bersenjata, kecelakaan serius, hingga bencana alam. Trauma juga bisa datang dari relasi sosial, seperti perundungan, kekerasan fisik, dan pelecehan seksual. Bahkan, pengalaman medis tertentu, seperti operasi besar atau hal-hal yang mengancam nyawa. Meski begitu, tentunya penegakan diagnosis PTSD ini hanya bisa dilakukan oleh ahli atau profesional seperti psikolog atau psikiater. 

Gejala PTSD

Gejala PTSD bisa muncul dengan cara yang berbeda-beda pada setiap orang ya, HEALMates. Ada yang langsung merasakannya tak lama setelah kejadian traumatis, ada juga yang baru menyadarinya berbulan-bulan kemudian. Dilansir dari sejumlah sumber, berikut ini HEAL merangkum gejala PTSD yang paling umum terjadi. 

1. Trauma yang Datang Berulang

Salah satu gejala yang umum terjadi pada orang dengan PTSD adalah mengalami perasaan trauma yang datang berulang. Peristiwa traumatis itu terus-terusan muncul dalam ingatan, seperti: 

  • Kilas balik (flashback) yang terasa sangat nyata. 
  • Mimpi buruk berulang tentang kejadian tersebut. 
  • Reaksi emosional atau fisik yang kuat saat teringat trauma, seperti jantung berdebar, napas pendek, atau keringat dingin. 

2. Kecenderungan Menghindar atau Mengelak

Gejala lainnya dari PTSD yakni cenderung menghindar atau mengelak ketika membicarakan tentang peristiwa traumatis yang dialaminya. Ini bukan karena mereka tidak mau mengingat, tapi karena tubuh dan pikirannya sedang berusaha melindungi diri. Biasanya, orang dengan PTSD aka cenderung melakukan beberapa hal berikut:

  • Menghindari tempat, orang, percakapan, atau situasi yang mengingatkan pada trauma.
  • Menjauh dari aktivitas yang dulu terasa biasa atau menyenangkan. 
  • Menutup diri secara emosional agar tidak “terpicu”. 

3. Perubahan Suasana Hati dan Cara Berpikir

Trauma juga bisa mengubah cara seseorang memandang diri sendiri dan dunia. Suasana hati dan cara berpikirnya bahkan bisa berubah dari sebelum ia mengalami peristiwa menakutkan tersebut, seperti:

  • Perasaan hampa, mati rasa, atau sulit merasakan emosi positif. 
  • Rasa bersalah, malu, atau menyalahkan diri sendiri secara berlebihan. 
  • Pikiran negatif yang menetap, seperti merasa dunia tidak aman atau masa depan suram. 
  • Sulit mengingat bagian tertentu dari peristiwa traumatis. 

4. Tubuh yang Selalu Siaga

Pada PTSD, sistem saraf seolah tidak pernah benar-benar merasa aman, sehingga tubuh seakan selalu berada dalam mode siaga. 

  • Mudah terkejut atau kaget berlebihan.
  • Mudah marah, gelisah, atau merasa tegang terus-menerus. 
  • Sulit tidur atau sering terbangun. 
  • Sulit fokus dan berkonsentrasi

5. Dampak pada Kehidupan Sehari-hari

Ketika gejala-gejala ini bertahan lebih dari satu bulan dan mulai mengganggu pekerjaan, hubungan, atau aktivitas harian, maka itu bisa jadi tanda bahwa kamu sudah butuh konsultasi dengan tenaga profesional. 

Cara Menangani PTSD

Menangani PTSD bukan sekadar soal “menguatkan diri” atau usaha coba-coba melupakan masa lalu ya, HEALMates. Sebab, jika sudah sampai pada level PTSD, artinya pikiran dan tubuh sudah berada di luar jangkauan kesadaran kita, sehingga pemulihannya pun perlu proses dan pendampingan orang yang tepat. 

Dalam banyak kasus, dukungan dari tenaga profesional menjadi kunci utama agar penyintas bisa benar-benar pulih, bukan hanya bertahan. 

Lalu, kapan kita perlu bantuan profesional?

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah kapan tepatnya kita perlu meminta bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater? Nah, jika ingatan tentang peristiwa traumatis yang kamu alami terus muncul hingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan berlangsung selama lebih dari satu bulan, maka itu bisa jadi tanda kamu harus segera menghubungi tenaga profesional. 

Apalagi, jika ingatan tersebut memicu dorongan untuk menyakiti diri sendiri maupun orang lain, atau menimbulkan pikiran dan keinginan untuk mengakhiri hidup. Pada kondisi ini, mendapatkan pertolongan profesional nggak hanya penting, tetapi juga sangat dianjurkan. 

Biasanya, pendekatan yang umum dilakukan oleh profesional antara lain:

1. Psikoterapi Berbasis Trauma

Terapi ini membantu penyintas memproses pengalaman traumatis dengan cara yang aman dan terstruktur. Pendekatan yang sering digunakan antara lain:

  • Trauma-Focused Cognitive Behavioral Therapy (TF-CBT), untuk membantu mengubah pola pikir dan respons emosional terhadap trauma.
  • EMDR (Eye Movement Desensitization and Reprocessing), yang membantu otak memproses ulang ingatan traumatis agar tidak lagi terasa mengancam.

Terapi ini nggak hanya untuk “membuka luka”, tapi membantu kita mendapatkan kembali rasa aman dan kendali atas dirinya.

2. Pendampingan Medis 

Dalam beberapa kasus, psikiater dapat merekomendasikan obat-obatan untuk membantu mengelola gejala seperti kecemasan berat, depresi, atau gangguan tidur. Obat bukan solusi tunggal, tetapi bisa menjadi penopang agar proses terapi berjalan lebih stabil.

3. Pendekatan Regulasi Tubuh dan Emosi

Trauma sering kali tersimpan di tubuh. Karena itu, tenaga profesional juga umumnya menyarankan teknik pendukung seperti latihan pernapasan, mindfulness, atau terapi berbasis tubuh untuk membantu sistem saraf kembali merasa aman.

Nah, jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala PTSD, beberapa langkah awal yang mungkin kamu lakukan, antara lain:

  • Cari bantuan ke psikolog klinis atau psikiater di rumah sakit, klinik, atau layanan kesehatan mental tepercaya.
  • Jangan ragu untuk bertanya tentang pendekatan terapi yang digunakan dan apakah mereka berpengalaman menangani trauma.

Sekali lagi, perlu diingat ya HEALMates, mengalami satu atau dua gejala di atas bukan berarti secara otomatis kamu mengalami PTSD. Sebab sekali lagi, diagnosis ini hanya bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan mental. Meski demikian, mengenali tandanya bisa jadi langkah awal untuk sadar dan kemudian mencari bantuan untuk memulihkan diri. Mencari bantuan bukan tanda bahwa kamu lemah, justru itu bentuk kepedulian pada diri sendiri agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan pulih dengan baik. Tetap semangat ya, HEALMates! (RIW)

Bagikan :
Apa itu PTSD? Pahami Gejala dan Cara Menanganinya

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa