Hallo HEALMates! How are you? I hope you are always healthy and financially well.
Healmates, kita ketahui kalau keuangan sangat berpengaruh pada kehidupan semua orang bahkan tidak
dapat dipisahkan dalam hari demi harinya. Walaupun ada pepatah mengatakan “uang bukanlah
segalanya”. Namun kenyataannya jika tidak ada uang akan mempengaruhi kebutuhan sehari hari.
Tahukah Healmates bahwa riset dari Populix menyampaikan sebanyak 52% orang Indonesia yang
mengalami gangguan kesehatan mental sebagian besar karena keuangan yang tidak terpenuhi dalam
hidup mereka. Ini merupakan faktor penyebab terbesar munculnya gangguan kesehatan mental di
kalangan masyarakat Indonesia.
Bermula ketika kebutuhan hidup yang tidak bisa dipenuhi dengan baik menimbulkan pikiran negatif.
Perasaan marah, cemas, takut, malu, hal ini menyebabkan stres dan depresi. Financial Health
Institute membenarkan hal tersebut dan menyampaikan bahwasanya kesulitan keuangan sebagai
kondisi dimana muncul kecemasan dan kekhawatiran disertai dengan respon stres fisiologis.
Bagi kepala keluarga akan merasanya sedih, marah, takut, kecewa, dan hal-hal negatif lainnya. Belum
lagi jika ada tuntutan dari berbagai pihak untuk bekerja supaya segera mendapat uang. Hal ini bisa
dilihat secara langsung di pemukiman. Banyak orang yang mengalami stres dan depresi karena masalah
keuangan. Atau bahkan pernah terjadi pada diri sendiri. Berikut masalah kesehatan mental yang
dirasakan.
Stres dan Kecemasan
Salah satu dampak kesehatan mental yang paling dasar yang akan dialami saat memikirkan suatu hal
atau mengalami ketakutan secara terus menerus.
Kesulitan Berinteraksi dengan Orang
Ketika keuangan tidak tergapat bisa membuat seseorang marah dan mudah tersinggung, sehingga
menimbulkan penurunan minat berinteraksi terhadap orang lain dan lemahnya interaksi yang lebih luas.
Penarikan Sosial
Rasa ketakutan tak adanya uang dapat melemahkan diri seseorang karena takut kehabisan uang yang
tersisa sehingga memutuskan menarik diri dari sosial bahkan menutup diri sehingga membuat stress
tambah buruk.
Depresi
Kondisi keuangan yang sulit dapat memicu atau memperburuk depresi. Ketidakmampuan untuk
mengatasi masalah keuangan dapat memunculkan perasaan putus asa dan tidak berdaya.
Tekanan dalam Hubungan Sosial
Masalah keuangan dapat menyebabkan ketegangan dalam hubungan sosial, termasuk hubungan
dengan keluarga, teman, atau pasangan. Hal ini dapat memicu isolasi sosial dan merugikan kesehatan
mental.
Citra Diri Buruk
Orang yang mengalami kesulitan keuangan mungkin mengalami penurunan citra diri dan merasa rendah
diri. Perasaan ini dapat berkontribusi pada masalah kejiwaan.
Insomnia dan Gangguan Tidur
Stres finansial dapat menyebabkan masalah tidur, seperti insomnia. Gangguan tidur dapat
memperburuk kondisi kesehatan mental dan fisik.
Kurangnya Akses terhadap Perawatan Kesehatan Mental
Orang dengan masalah keuangan mungkin sulit untuk mengakses perawatan kesehatan mental yang
memadai karena keterbatasan finansial. Ini dapat memperpanjang atau memperburuk kondisi mental.
Perasaan Putus Asa dan Bunuh Diri
Dalam beberapa kasus ekstrem, stres finansial yang parah dapat memicu perasaan putus asa dan, dalam
kasus yang sangat jarang, dapat meningkatkan risiko pemikiran atau tindakan bunuh diri.
Sumber :
https://www.dbs.id/digibank/id/id/articles/kesehatan-mental-kondisi-finansialHalodoc
https://www.halodoc.com/

