Logo Heal

PHYSICAL HEALTH & SPORT

Physical Health & Sport

Mengenal Kanker Ginjal, Penyakit yang Pernah Diderita Almarhum Vidi Aldiano

Mengenal Kanker Ginjal yang Diderita Vidi Aldiano

Oleh :

Belakangan ini, banyak orang kembali mencari tahu tentang kanker ginjal, terutama setelah kabar meninggalnya penyanyi Vidi Aldiano pada 7 Maret 2026 kemarin. Vidi yang dikenal sebagai sosok yang aktif, ceria, dan penuh energi ini pun sempat terbuka mengenai perjuangannya melawan kanker.

Cerita tersebut membuat banyak orang tersadar bahwa kanker bisa menyerang siapa saja, bahkan mereka yang terlihat sehat dari luar. Tapi sebenarnya, apa itu kanker ginjal? Mengapa penyakit ini bisa terjadi, dan apa saja tanda-tanda yang perlu diwaspadai?

Yuk, HEALMates, kita kenali lebih jauh tentang kanker ginjal lewat penjelasan berikut ini.

Apa Itu Kanker Ginjal?

Dilansir dari clevelandclinic.org, kanker ginjal atau yang dalam istilah medis disebut renal cancer, adalah kondisi ketika sel-sel abnormal berkembang secara tidak terkendali di dalam ginjal hingga membentuk tumor.

Ginjal sendiri merupakan organ penting dalam tubuh ya, HEALMates. Kita memiliki dua ginjal yang terletak di bagian belakang tubuh, tepatnya di sisi kanan dan kiri tulang belakang atau di bawah tulang rusuk.

Fungsi ginjal tidak main-main, lho. Organ ini bekerja untuk menyaring darah, menjaga keseimbangan cairan tubuh, hingga membuang zat sisa melalui urine. Ketika sel-sel di ginjal mengalami perubahan atau mutasi, sel tersebut bisa berubah menjadi sel kanker yang terus berkembang dan membentuk tumor.

Seperti jenis kanker lainnya, kanker ginjal yang terdeteksi sejak dini biasanya memiliki peluang pengobatan yang lebih baik. Semakin cepat penyakit ini diketahui dan ditangani, semakin besar kemungkinan pasien untuk pulih. Namun, keberhasilan terapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jenis kanker yang dialami, usia pasien, kondisi kesehatan secara keseluruhan, serta respons tubuh terhadap pengobatan.

Jenis-Jenis Kanker Ginjal

Jenis kanker ginjal yang paling sering terjadi adalah renal cell carcinoma (RCC). Meski sama-sama terjadi di ginjal, ternyata kanker ginjal memiliki beberapa jenis yang berbeda, lho.Nah, berikut beberapa jenis yang paling umum dan perlu HEALMates ketahui. 

  1. Renal Cell Carcinoma (RCC)

Menurut laman kidney.org, ini adalah jenis kanker ginjal yang paling sering terjadi. Sekitar 85% kasus kanker ginjal termasuk dalam kategori ini. Kanker ini berkembang pada sel-sel yang melapisi saluran kecil di dalam ginjal. RCC sendiri memiliki beberapa subtipe, seperti:

  • clear cell renal carcinoma
  • papillary renal cell carcinoma
  • non-clear cell renal carcinoma

Kanker ini bisa terjadi pada satu ginjal atau kedua ginjal sekaligus.

  1. Transitional Cell Carcinoma

Jenis kanker ini biasanya muncul di bagian pertemuan antara ureter dan ginjal. Ureter adalah saluran yang membawa urine dari ginjal menuju kandung kemih. Dalam beberapa kasus, kanker ini juga bisa bermula di ureter atau kandung kemih. Sekitar 6–7% kasus kanker ginjal termasuk dalam jenis ini.

  1. Renal Sarcoma

Renal sarcoma adalah jenis kanker yang berawal dari jaringan ikat ginjal. Jenis ini cukup jarang ditemukan dan hanya menyumbang sekitar 1% dari kasus kanker ginjal.

  1. Wilms Tumor

Jenis kanker ini biasanya terjadi pada anak-anak. Sekitar 5% kasus kanker ginjal termasuk dalam kategori Wilms tumor.

Gejala Kanker Ginjal yang Perlu Diwaspadai

Salah satu hal yang membuat kanker ginjal sering terlambat terdeteksi adalah karena gejalanya tidak selalu muncul di awal. Banyak orang baru menyadari adanya kanker setelah penyakit mulai berkembang. Namun secara umum, beberapa gejala yang bisa muncul antara lain:

  • darah dalam urine,
  • nyeri di punggung atau sisi tubuh,
  • muncul benjolan di bagian samping tubuh,
  • demam yang datang dan pergi,
  • mudah lelah,
  • penurunan nafsu makan, hingga
  • penurunan berat badan tanpa sebab jelas. 

HEALMates, kalau mengalami gejala seperti nyeri di pinggang yang tidak kunjung hilang atau urine bercampur darah, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Karena semakin cepat penyakit terdeteksi, semakin besar peluang pengobatan berhasil.

Mengapa Kanker Ginjal Bisa Terjadi?

Kanker ginjal terjadi ketika sel-sel sehat mengalami mutasi atau perubahan genetik. Mutasi ini membuat sel terus berkembang tanpa kendali hingga membentuk tumor. Dalam banyak kasus, penyebab pastinya tidak selalu diketahui. Namun ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker ginjal, di antaranya: 

  • Usia

Kanker ginjal lebih sering terjadi pada orang berusia 65 hingga 74 tahun.

  • Riwayat keluarga

Jika ada anggota keluarga yang pernah mengalami kanker ginjal, risikonya bisa meningkat.

  • Tekanan darah tinggi

Hipertensi dapat merusak ginjal dalam jangka panjang.

  • Obesitas

Indeks massa tubuh (BMI) di atas 30 dapat meningkatkan risiko kanker ginjal.

  • Kebiasaan merokok

Merokok diketahui dapat meningkatkan risiko renal cell carcinoma.

  • Dialisis jangka panjang

Orang yang menjalani dialisis dalam waktu lama juga memiliki risiko lebih tinggi.

Komplikasi yang Bisa Terjadi

Jika tidak ditangani secara tepat, kanker ginjal dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang berdampak serius pada kesehatan tubuh. Salah satu komplikasi yang mungkin terjadi adalah gagal ginjal, yaitu kondisi ketika ginjal tidak lagi mampu menjalankan fungsinya secara optimal untuk menyaring darah dan membuang zat sisa dari tubuh. 

Selain itu, penderita juga dapat mengalami nyeri yang semakin intens, terutama ketika tumor berkembang atau menekan jaringan di sekitarnya. Dalam beberapa kasus, sel kanker bahkan dapat menyebar ke organ lain di luar ginjal, sebuah kondisi yang dikenal sebagai metastasis. Penyebaran ini dapat mencapai beberapa organ penting seperti tulang, hati, dan paru-paru, sehingga membuat penanganan penyakit menjadi lebih kompleks dan memerlukan perawatan medis yang lebih intensif.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Kanker Ginjal?

Untuk memastikan diagnosis kanker ginjal, dokter biasanya melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Tes darah untuk membantu melihat fungsi ginjal serta perubahan pada sel darah.
  • Tes pencitraan, beberapa pemeriksaan yang sering digunakan seperti CT scan, MRI, dan USG. Tes ini dapat membantu mendeteksi adanya tumor pada ginjal.
  • Biopsi, pada prosedur ini, dokter mengambil sampel kecil jaringan ginjal untuk diperiksa di laboratorium.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kanker, pasien biasanya akan dirujuk ke dokter onkologi untuk menentukan rencana pengobatan.

Tahapan Kanker Ginjal

Secara umum, kanker ginjal dibagi menjadi empat stadium berdasarkan tingkat penyebarannya. Beberapa stadium atau tingkatan kanker ginjal antara lain sebagai berikut: 

  • Stadium 1

Tumor masih berada di dalam ginjal dan berukuran sekitar 7 cm atau kurang.

  • Stadium 2

Tumor berukuran lebih besar tetapi belum menyebar keluar ginjal.

  • Stadium 3

Kanker mulai menyebar ke pembuluh darah besar, kelenjar adrenal, atau jaringan di sekitar ginjal.

  • Stadium 4

Kanker telah menyebar ke organ lain seperti paru-paru, tulang, atau hati.

Pengobatan Kanker Ginjal

Pengobatan kanker ginjal umumnya akan disesuaikan dengan stadium atau tingkat perkembangan kanker yang dialami pasien ya, HEALMates. Ada beberapa metode yang dapat digunakan, mulai dari pemantauan aktif, operasi, terapi ablasi (penghancuran sel kanker dengan suhu panas atau dingin), imunoterapi, hingga terapi target. 

Dalam beberapa kasus, dokter onkologi juga bisa mengombinasikan beberapa jenis pengobatan agar hasilnya lebih optimal. Bahkan, jika operasi tidak memungkinkan untuk dilakukan, pasien masih bisa menjalani terapi lain sebagai alternatif pengobatan.

Salah satu pendekatan yang terkadang digunakan adalah active surveillance atau pemantauan aktif. Metode ini biasanya dipilih jika tumor berukuran kecil atau kanker terdeteksi melalui pemeriksaan, tetapi belum menimbulkan gejala. Pada tahap ini, pasien belum langsung menjalani pengobatan seperti operasi atau obat-obatan. Sebaliknya, tim medis akan memantau kondisi ginjal secara berkala melalui berbagai tes setiap tiga hingga enam bulan untuk melihat apakah ada perubahan atau perkembangan pada tumor.

Metode pengobatan yang paling umum untuk kanker ginjal adalah operasi. Prosedur ini bertujuan untuk mengangkat sebagian atau seluruh ginjal yang terdampak kanker. Ada dua jenis operasi yang biasanya dilakukan. 

  • Partial Nephrectomy

Partial Nephrectomy merupakan sebuah operasi untuk mengangkat bagian ginjal yang mengandung tumor saja sehingga bagian ginjal yang masih sehat tetap dipertahankan. 

  • Radical Nephrectomy

Radical Nephrectomy yaitu operasi yang mengangkat seluruh ginjal beserta beberapa jaringan di sekitarnya. Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat mengangkat kelenjar getah bening di sekitar ginjal. Meski begitu, ginjal yang masih tersisa umumnya masih mampu menjalankan fungsi penting seperti menyaring darah dan membuang zat sisa dari tubuh.

Selain operasi, ada juga metode yang disebut terapi ablasi. Terapi ini bekerja dengan menghancurkan sel kanker menggunakan suhu yang sangat dingin atau panas. Salah satu tekniknya adalah cryoablation (cryotherapy), yaitu prosedur yang membekukan sel kanker menggunakan gas dingin yang dimasukkan melalui jarum kecil ke dalam ginjal. Teknik lainnya adalah radiofrequency ablation, yang menggunakan arus listrik untuk menghancurkan sel kanker melalui jarum yang dimasukkan ke area tumor.

Pilihan pengobatan lainnya adalah imunoterapi. Terapi ini bekerja dengan meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh agar lebih efektif mengenali dan melawan sel kanker. Imunoterapi dapat digunakan bersamaan dengan operasi atau sebagai pengobatan utama dalam kondisi tertentu.

Selain itu, ada pula terapi target yang menggunakan obat-obatan khusus untuk menghambat mekanisme yang membantu sel kanker berkembang. Misalnya, obat ini dapat menghentikan pertumbuhan pembuluh darah baru atau protein tertentu yang dibutuhkan oleh sel kanker untuk bertahan hidup. Terapi target sering diberikan setelah operasi untuk mengurangi risiko kanker muncul kembali, tetapi juga dapat menjadi pilihan jika operasi tidak dapat dilakukan.

Dalam beberapa kondisi, dokter juga dapat merekomendasikan terapi radiasi. Terapi ini menggunakan radiasi untuk membunuh sel kanker. Biasanya radiasi digunakan jika pasien hanya memiliki satu ginjal atau ketika operasi tidak memungkinkan dilakukan. Selain itu, radiasi juga dapat membantu meredakan rasa nyeri yang disebabkan oleh kanker ginjal.

Waktu pemulihan setelah menjalani pengobatan kanker ginjal bisa berbeda pada setiap orang. Hal ini sangat bergantung pada jenis terapi yang dijalani. Sebagai contoh, pasien yang menjalani operasi pengangkatan ginjal biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu untuk pulih sepenuhnya. Dokter onkologi biasanya akan menjelaskan secara detail proses pemulihan yang mungkin dialami pasien setelah menjalani pengobatan.

Perjalanan menghadapi kanker tentu tidak mudah ya, HEALMates. Diagnosis kanker sering datang secara tiba-tiba dan bisa memicu berbagai emosi, seperti takut, cemas, bahkan marah. Namun banyak pasien yang tetap bisa menjalani hidup dengan baik setelah pengobatan.

Beberapa program seperti rehabilitasi kanker dan perawatan paliatif juga dapat membantu pasien mengelola gejala, mengurangi nyeri, serta meningkatkan kualitas hidup. 

Kisah perjuangan para penderita kanker mengingatkan kita bahwa kesehatan adalah hal yang sangat berharga. Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga kesehatan dengan baik ya, HEALMates. (RIW)

Bagikan :
Mengenal Kanker Ginjal yang Diderita Vidi Aldiano

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa