Logo Heal

SPIRITUAL

Spiritual

Hati Lelah Beribadah? Begini Cara Menjaga Iman agar Tidak Turun

Hati Lelah Beribadah? Begini Cara Menjaga Iman agar Tidak Turun

Oleh :

Pernah nggak HEALMates merasa lelah beribadah? Kadang, lelahnya nggak hanya lelah fisik, tapi tiba-tiba merasa lelah di hati? Salat terasa hambar, doa terasa kosong, dan aktivitas ibadah yang biasanya menenangkan hanya dilakukan sebatas rutinitas dan kadang justru terasa berat. 

Kalau kamu sedang mengalami hal ini, tandanya iman kamu sedang turun nih, HEALMates. Dalam Islam, iman memang bisa naik dan turun. Iman bisa menguat dan di satu waktu juga bisa melemah. Itulah kenapa  kita harus benar-benar menjaga keimanan agar tetap stabil. 

Lantas, bagaimana jika hati sedang lelah beribadah dan iman melemah? Apa yang harus dilakukan? Artikel ini akan membahas beberapa tips cara menjaga iman agar tidak turun yang bisa kamu lakukan HEALMates. 

Cara Menjaga Iman agar Tidak Turun

Salah satu cara untuk menjaga keimanan kita agar tetap stabil adalah dengan istiqomah. Istiqomah adalah salah satu sikap yang memiliki tempat istimewa dalam Islam nih, HEALMates. 

Allah SWT menjanjikan ketenangan dan kabar gembira bagi hamba-hamba yang berpegang teguh pada iman dan ketaatan. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman bahwa orang-orang yang mengakui Allah sebagai Tuhan, lalu tetap teguh di jalan-Nya, akan didatangi para malaikat dengan pesan menenangkan: agar mereka tidak takut dan tidak bersedih, serta diberi kabar tentang surga yang telah dijanjikan (QS. Fussilat: 30).

Ayat ini menjadi pengingat bahwa konsistensi dalam beribadah dan menjalani perintah Allah adalah sesuatu yang sangat bernilai. Meski begitu, menjaga istiqomah bukanlah perkara mudah. Rasa malas, godaan dunia, hingga kesibukan sehari-hari kerap membuat semangat beribadah naik turun. Karena itu, perlu kesadaran dan upaya yang terus-menerus agar langkah tetap terjaga.

Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan agar bisa menjaga iman dan tetap istiqomah. 

1. Meluruskan Niat 

HEALMates tentu tahu bahwa setiap amal bermula dari niat. Ketika ibadah dilakukan karena ingin dipuji atau sekadar mengikuti orang lain, semangat biasanya tidak bertahan lama. Namun jika niatnya murni karena Allah SWT, hati akan lebih kokoh dalam menghadapi ujian. Ibadah tidak lagi terasa sebagai kewajiban yang memberatkan, melainkan wujud syukur dan bentuk kedekatan kepada Sang Pencipta.

2. Konsisten dengan Amalan Sederhana

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meski jumlahnya sedikit (HR. Bukhari dan Muslim). Dari sini kita belajar bahwa konsistensi jauh lebih penting dibanding jumlah yang besar tapi tidak bertahan lama.

Membaca Alquran satu halaman setiap hari, menjaga salat sunnah ringan, atau bersedekah secara rutin meski kecil, bisa jadi contoh amalan sederhana yang jika dijaga akan membentuk kebiasaan baik. Dari hal kecil inilah, istikamah perlahan tumbuh.

3. Menjadikan Ibadah sebagai Bagian dari Rutinitas

Sering kali kelalaian terjadi bukan karena tidak mau beribadah, tetapi karena tidak mengatur waktu dengan baik. Menyusun jadwal harian yang memasukkan waktu khusus untuk ibadah bisa menjadi solusi. Ketika ibadah sudah menjadi bagian dari rutinitas, ia tidak lagi terasa sebagai beban tambahan, melainkan kebutuhan yang menenangkan.

4. Memilih Lingkungan yang Menguatkan Iman

Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap keteguhan iman seseorang HEALMates. Teman yang baik akan saling mengingatkan dan menguatkan dalam ketaatan. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa seseorang akan mengikuti agama sahabat dekatnya (HR. Abu Dawud). Karena itulah, memilih lingkungan yang positif dan mendukung menjadi salah satu kunci menjaga keimanan kita.

5. Menjaga Hati dari Hal yang Melemahkan

Istiqomah menjaga keimanan nggak hanya soal menambah amalan ya HEALMates, tetapi juga menjaga diri dari perbuatan yang menjauhkan hati dari Allah. Ucapan, tontonan, dan pergaulan yang tidak terjaga dapat perlahan mengikis kepekaan iman. lho. Sebab, hati yang bersih lebih mudah istiqomah, sementara hati yang lalai akan cepat goyah. Jadi, upayakan untuk selalu menghindari hal-hal yang melemahkan iman dan tidak memberi dampak positif. 

6. Menguatkan Diri dengan Doa dan Muhasabah

Nggak ada seorang pun yang mampu menjaga keistiqomahan tanpa pertolongan Allah SWT. Oleh karena itu, kita juga perlu berdoa agar selalu dikuatkan imannya oleh Allah SWT. Rasulullah SAW juga kerap memohon agar hatinya diteguhkan dalam agama (HR. Tirmidzi).

Selain berdoa, muhasabah diri juga penting dilakukan. Kita bisa menilai kembali amalan harian yang sudah kita lakukan agar bisa menyadari kekurangan dan memotivasi diri untuk terus memperbaiki kualitas ibadah.

7. Mengingat Tujuan Akhir Kehidupan

Ketika rasa lelah dan malas datang, coba deh HEALMates ingat-ingat lagi tujuan akhir kehidupan kita. Sebab, setiap ibadah, sekecil apa pun adalah langkah menuju ridha Allah SWT dan kehidupan akhirat yang lebih baik. Dengan menyadari hal ini, kita bisa tetap bertahan untuk senantiasa menguatkan iman meski jalan yang ditempuh terasa sunyi.

Nah, itulah beberapa tips cara menjaga iman agar tidak turun, terutama saat hati mulai merasa lelah beribadah. Mulailah dari niat yang lurus, langkah kecil yang konsisten, lingkungan yang baik, serta doa yang tak putus. Dengan begitu, kita bisa menguatkan iman dan istiqomah menjaganya. Tetap semangat beribadah, HEALMates!

Bagikan :
Hati Lelah Beribadah? Begini Cara Menjaga Iman agar Tidak Turun

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa