Logo Heal

ART, MONEY & TECHNOLOGY

Art, Money & Technology

Pentingnya Menerima Kemampuan Finansial Tanpa Memaksakan Gaya Hidup

Oleh :

Di era media sosial, gaya hidup sering terasa seperti perlombaan ya, HEALMates. Dari liburan, nongkrong, sampai barang yang dipakai, semuanya seolah-olah harus “layak unggah”. Tanpa sadar, banyak orang jadi memaksakan diri, bukan karena mampu, tapi karena takut tertinggal. 

Padahal, memaksakan gaya hidup di luar kemampuan finansial justru bisa jadi salah satu sumber stres paling sering kita abaikan. Oleh karena itu, menerima kemampuan finansial tanpa memaksakan gaya hidup sangat penting agar hidup lebih tenang. 

Kenapa Kita Sering Memaksakan Gaya Hidup?

Banyak dari kita tumbuh dengan keyakinan bahwa hidup harus terus naik level. Saat melihat orang lain bisa ini dan itu, muncul dorongan untuk ikut, meski sebenarnya kondisi keuangan belum siap. Media sosial memperkuat ilusi itu, di mana yang terlihat hanya hasil, bukan proses dan perjuangan di baliknya.

Ditambah lagi, ada tekanan sosial untuk terlihat “baik-baik saja”. Ajakan nongkrong ditolak takut dibilang pelit. Liburan dipaksakan demi eksistensi. Akhirnya, kartu kredit jadi penolong sementara. Sayangnya, kecemasan finansial jadi harga yang harus dibayar untuk gaya hidup yang dipaksakan ini. 

Menerima Kemampuan Finansial 

Menerima bukan berarti pasrah akan keadaan ya, HEALMates. Menerima berarti jujur melihat kondisi saat ini dan sadar akan kemampuan finansial kita. Saat kita menerima kondisi finansial, kita jadi bisa menyusun rencana yang lebih realistis. Nggak lagi membandingkan hidup dengan orang lain, tapi fokus pada progres diri sendiri, sekecil apa pun itu.

Sebaliknya, ketika kita memaksakan gaya hidup, bayarannya sering kali lebih mahal yakni kesehatan mental. Rasa cemas soal uang, takut tagihan datang, sampai perasaan bersalah setelah belanja impulsif yang akhirnya menggerogoti pikiran. Ironisnya, gaya hidup yang dipaksakan jarang benar-benar membawa kebahagiaan yang utuh. Memang sih, ada kesenangan yang dirasakan, tapi kesenangan itu hanya kesenangan singkat yang bisa berujung pada stres berkepanjangan. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu kelelahan emosional dan rasa tidak pernah cukup.

Hidup Sesuai Kemampuan Itu Melegakan

Ada kelegaan besar saat kita berhenti mengejar standar yang bukan milik kita. Saat bisa berkata, “Aku cukup dengan ini,” tanpa merasa rendah diri. Hidup jadi terasa lebih ringan karena keputusan-keputusan finansial diambil dengan sadar, bukan karena tekanan. Menerima kemampuan finansial juga membuat kita lebih bijak menentukan prioritas, mana yang kebutuhan dan mana yang sekadar keinginan. 

Kita mungkin perlu mulai belajar membatasi diri. Menolak ajakan yang tidak sesuai budget bukan hal memalukan kok, HEALMates. Justru, itu bentuk self-respect. Mulai dari hal kecil, pilih nongkrong yang lebih sederhana, atur batas belanja, dan berhenti memaksa diri untuk selalu ikut tren. Batasan ini bukan penghalang kebahagiaan, tapi pelindung ketenangan.

Apa yang kita lihat di layar hanyalah potongan terbaik dari hidup orang lain. Karenanya, membandingkan kondisi finansial diri dengan konten media sosial sering kali tidak adil dan tidak realistis. Sebab, setiap orang punya latar belakang, tanggung jawab, dan fase hidup yang berbeda. Menerima kondisi sendiri berarti berhenti mengukur kebahagiaan dengan standar orang lain.

Bagikan :

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa