Logo Heal

MENTAL HEALTH

Mental Health

Puasa dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan Mental

Puasa dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan Mental

Oleh :

Puasa tidak hanya dikenal sebagai praktik spiritual, tetapi juga memiliki dampak psikologis yang signifikan terhadap kesehatan mental lho, HEALMates. Dari sisi psikologis, puasa dinilai bisa membantu meningkatkan kesadaran diri, melatih regulasi emosi, serta menurunkan tingkat stres. 

Apalagi, di era modern seperti saat ini, kita sering dituntut oleh berbagai tekanan tanpa jeda, baik pekerjaan maupun tanggung jawab domestik seperti urusan rumah tangga. Dengan berpuasa, kita seakan sedang masuk ke momen jeda mental, kesempatan untuk memperlambat ritme hidup dan membangun hubungan yang lebih baik dengan tubuh serta pikiran. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas lebih lengkap mengenai puasa dan pengaruhnya terhadap kesehatan mental. 

Apa Hubungan Puasa dan Kesehatan Mental?

Secara umum, kesehatan mental berkaitan erat dengan kemampuan seseorang mengelola stres, mengenali emosi, dan merespons tekanan. Menurut psikolog, puasa rupanya memengaruhi ketiga aspek tersebut lewat perubahan pola makan, rutinitas harian, dan fokus perhatian.

Ketika tubuh berhenti menerima asupan secara terus-menerus, sistem saraf mendapatkan sinyal untuk melambat. Kondisi ini dinilai bisa membantu otak keluar dari mode siaga yang sering muncul saat kita stres, HEALMates. Alhasil, kita pun jadi lebih sadar terhadap kondisi emosional kita sendiri.

Manfaat Puasa bagi Kesehatan Mental 

Tidak hanya bagian dari ibadah, puasa juga sangat bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Dilansir dari sejumlah sumber, berikut beberapa manfaat puasa untuk kesehatan mental yang perlu kamu ketahui. 

  1. Membantu Mengelola Stres

Puasa membantu mengurangi stimulasi berlebihan pada tubuh dan pikiran. Saat puasa di Bulan Ramadan rutinitas kita jadi lebih teratur sehingga ritme hidup pun jadi teratur. Tak heran, saat berpuasa, kita jadi lebih bisa mengelola stres.

  1. Melatih Regulasi Emosi

Dalam Islam, puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tapi juga melatih diri untuk bersabar dan mengendalikan emosi. Seperti diketahui, rasa lapar, haus, dan lelah selama puasa sering memicu berbagai macam emosi. Nah, kondisi ini menjadi latihan nyata untuk mengelola emosi tanpa bereaksi secara impulsif. Kita sejatinya sedang latihan untuk menahan diri. 

  1. Meningkatkan Kesadaran Diri (Self-Awareness)

Puasa juga mendorong kita jadi lebih peka terhadap pikiran dan perasaan yang muncul. Inilah mengapa, puasa sangat bermanfaat karena kita jadi lebih punya self-awareness yang mungkin saat hari-hari biasa sering terabaikan. 

  1. Menumbuhkan Sikap Menerima (Acceptance)

Dalam puasa, seseorang belajar menerima keterbatasan energi dan fokus. Sikap menerima ini membantu menurunkan tekanan psikologis akibat tuntutan perfeksionisme dan kontrol berlebihan.

  1. Membantu Fokus dan Kinerja Otak

Selama menjalani puasa, tubuh merespons dengan meningkatkan produksi hormon brain-derived neurotrophic factor (BDNF). Hormon ini berperan penting dalam menjaga kesehatan sel saraf, memperkuat daya ingat, serta membantu otak bekerja lebih fokus dan efisien. Tak hanya itu, puasa juga mendukung proses pembersihan alami di otak dengan membantu membuang zat sisa dan racun yang berpotensi mengganggu fungsi kognitif. Proses ini membuat kerja otak tetap optimal dan membantu menjaga ketajaman mental seiring bertambahnya usia.

  1. Melatih Mental Menunda Respons

Salah satu manfaat psikologis puasa adalah meningkatnya kemampuan distress tolerance, yaitu kemampuan bertahan dalam kondisi tidak nyaman tanpa harus segera menghindarinya. Keterampilan ini penting dalam mengelola kecemasan, emosi negatif, dan stres sehari-hari. Seperti diketahui, menunda respons berarti memberi ruang bagi pikiran untuk berpikir jernih sebelum bertindak. Hal ini membantu mencegah keputusan impulsif yang sering dipicu oleh emosi sesaat.

Tips agar Puasa Berdampak Positif bagi Kesehatan Mental

Agar puasa HEALMates bisa memberi manfaat optimal bagi kesehatan mental, berikut beberapa tips yang mungkin bisa diterapkan. 

  • Tidak memaksakan diri saat kondisi fisik atau mental sedang tidak stabil. 
  • Menjaga pola tidur dan hidrasi saat sahur dan berbuka. 
  • Menghindari tuntutan berlebihan terhadap produktivitas. 
  • Memberi ruang untuk istirahat dan refleksi diri.

Nah, itulah penjelasan mengenai puasa dan pengaruhnya terhadap kesehatan mental HEALMates. Selain mendapatkan pahala berlimpah, puasa di bulan Ramadan juga sangat bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental kita, ya. Meski begitu, perlu dicatat bahwa puasa bukanlah solusi tunggal untuk gangguan kesehatan mental kronis. Jadi, kalau HEALMates memiliki gangguan kesehatan mental seperti depresi, gangguan kecemasan, atau kondisi psikologis lainnya, HEALMates tetap perlu konsultasi ke tenaga profesional, ya. 

Bagikan :
Puasa dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan Mental

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa