Ada orang yang begitu stres justru langsung ambil sapu. Ada yang tiba-tiba semangat ngelap meja, nyusun ulang rak, atau melipat baju rapi-rapi saat pikirannya lagi penuh. Kalau HEALMates salah satunya, selamat! Ternyata kebiasaan bersih-bersih rumah bukan sekadar hobi iseng, tapi juga punya dampak nyata buat kesehatan mental.
Meski sering dianggap capek dan melelahkan, bersih-bersih rumah justru bisa jadi salah satu cara paling sederhana untuk menenangkan diri. Nggak perlu alat khusus, nggak perlu biaya mahal, cukup kemauan dan niat.
Rumah Rapi, Kepala Ikut Lebih Ringan
Tanpa kita sadari, kondisi rumah sangat memengaruhi kondisi mental. Ruangan yang berantakan sering kali bikin otak terasa penat ya, HEALMates. Mata melihat tumpukan barang, pikiran langsung ikut penuh. Belum lagi rasa bersalah karena ada banyak hal yang “belum dibereskan”.
Sebaliknya, saat rumah mulai rapi, ada rasa lega yang muncul. Bukan cuma karena ruangan jadi lebih bersih dan estetik, tapi karena otak kita memang suka keteraturan. Lingkungan yang bersih dan tertata membantu pikiran lebih fokus dan nggak gampang lelah. Nggak heran kalau banyak orang merasa lebih tenang setelah beberes, seolah-olah kekacauan di kepala ikut dirapikan pelan-pelan.
Bersih-Bersih Jadi Pelepas Stres yang Murah
Dikutip dari laman Verywellmind, membersihkan rumah bisa jadi bentuk stress release yang nggak kita sadari lho, HEALMates. Gerakan berulang seperti menyapu, mengelap, atau merapikan barang membantu pikiran berhenti sejenak dari overthinking.
Saat fokus ke aktivitas fisik yang sederhana, perhatian kita tertarik ke momen yang sekarang dilakukan. Secara nggak sadar, kita sedang menerapkan konsep mindfulness. Nggak heran kalau setelah bersih-bersih, meski badan capek, perasaan justru lebih plong. Apalagi ketika hasilnya langsung terlihat, ruangan yang tadinya berantakan jadi bersih dan rapi. Kita jadi mendapatkan kepuasan kecil yang bikin hati plong.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa lingkungan yang rapi berkaitan dengan kadar stres yang lebih rendah. Selain itu, rumah yang terasa tenang juga bisa membantu tubuh keluar dari mode “siaga terus”, yang biasanya muncul saat kita stres atau cemas.
Jadi sederhananya, bersih-bersih rumah bisa memberi sinyal ke otak bahwa situasi sedang baik-baik saja, sehingga otak kita tidak perlu terlalu tegang.
Tubuh Ikut Bergerak
Selain efek positifnya ke mental, bersih-bersih rumah juga bikin tubuh aktif. Naik-turun tangga, mengangkat barang, menggosok lantai, semuanya bikin tubuh bergerak dan membakar energi. Aktivitas fisik ringan seperti ini membantu tubuh melepaskan endorfin, yakni hormon yang bikin suasana hati jadi lebih baik. Jadi wajar aja HEALMates, kalau setelah bersih-bersih, kita jadi lebih bahagia meski lelah.
Berbeda dengan banyak hal dalam hidup yang hasilnya tidak langsung terlihat, bersih-bersih memberi dampak cepat. Begitu satu area selesai dirapikan, hasilnya langsung tampak. Pencapaian kecil ini memberi rasa puas dan memperbaiki suasana hati, terutama saat kita sedang merasa tidak produktif atau kewalahan.
Nah, itulah manfaat bersih-bersih rumah untuk kesehatan mental kita HEALmates. Punya hobi bersih-bersih bukan berarti harus perfeksionis atau punya rumah selalu kinclong, bukan juga soal rajin atau malas. Kadang, bersih-bersih cuma soal merawat diri dengan cara yang paling sederhana.
Kalau kamu termasuk tim mana nih, HEALMates, lagi stres langsung beberes atau biarin rumah berantakan sampai mood beres-beres datang? (RIW)


