Logo Heal

MENTAL HEALTH

Mental Health

Apa Itu Inner Critic? Begini Cara Menghentikan Pikiran Negatif yang Terlalu Bising

Apa Itu Inner Critic

Oleh :

Pernah nggak sih HEALMates lagi duduk santai tapi kepala malah ribut sendiri? Ada suara yang bilang, “Kamu tuh nggak cukup pintar,” “Harusnya bisa lebih baik,” atau “Kenapa sih selalu gagal?” Nah, suara itulah yang disebut inner critic. 

Dilansir dari Choosing Therapy, inner critic adalah suara batin yang terus-menerus mengkritik dan menghakimi diri sendiri. Suara ini cenderung bersifat tajam dan negatif, seolah selalu siap menyoroti setiap kekurangan dan membesar-besarkan kesalahan yang terjadi. Dalam banyak kasus, inner critic bahkan muncul dalam bentuk pikiran yang merendahkan dan menjatuhkan diri sendiri, membuat seseorang sulit melihat dirinya secara adil dan penuh empati.

Menariknya, inner critic sebenarnya bukan “musuh” yang muncul tanpa alasan. Dalam psikologi, suara ini sering dipahami sebagai mekanisme perlindungan yang terbentuk dari pengalaman masa lalu, seperti pola asuh, tuntutan sosial, kegagalan, atau kritik yang dulu pernah kita terima. Awalnya, inner critic ini muncul dengan niat “menjaga” agar kita tidak mengulang kesalahan. Sayangnya, cara kerjanya sering kelewat keras dan jadi tidak ramah. Alih-alih membantu, inner critic justru bikin kita cemas dan meragukan diri sendiri. 

Menurut Aaron Beck, seorang psikolog kognitif, pikiran negatif otomatis adalah bagian dari cognitive distortions, yakni cara berpikir yang bias dan tidak selalu sesuai realitas. Artinya, tidak semua yang dikatakan inner critic adalah kebenaran. Akan tetapi, karena suaranya muncul terus-menerus, kita pun jadi sering mempercayainya.

Dampak Inner Critic pada Mental dan Emosi

Kalau dibiarkan terlalu dominan, inner critic bisa memengaruhi cara kita memandang diri sendiri dan dunia sekitar lho, HEALMates. Kita jadi perfeksionis berlebihan, takut salah, atau justru kehilangan motivasi karena merasa “percuma mencoba.” Dalam jangka panjang, pola ini berkaitan erat dengan stres kronis, kecemasan, hingga depresi.

Inner critic juga sering membuat kita sulit menikmati pencapaian. Setiap keberhasilan rasanya tetap “kurang”, selalu ada standar baru yang harus dikejar. Capek ya, HEALMates? Tapi karena suara ini sudah jadi kebiasaan, kita pun sering menganggapnya normal. Padahal, hidup dengan kepala yang terus menghakimi diri sendiri itu melelahkan dan tidak sehat.

Kalau HEALMates perhatikan, kita itu mudah sekali berempati dan berbelas kasih pada orang lain, namun sering keras pada diri sendiri. Nah ternyata, ini juga berkaitan dengan inner critic yang membuat kita memperlakukan diri dengan cara yang bahkan tidak akan kita lakukan pada sahabat terdekat. Di sinilah pentingnya menyadari bahwa bersikap keras pada diri sendiri bukan tanda disiplin, tapi sering kali tanda kalau secara psikologis kita sedang butuh bantuan. 

Cara Menghentikan Pikiran Negatif yang Terlalu Bising

Menghentikan inner critic bukan berarti membungkam pikiran sepenuhnya. Tujuannya adalah mengubah relasi kita dengan suara itu. Menurut psikolog, ada beberapa langkah yang bisa kita coba, antara lain.

1. Sadari dan Beri Jarak

Saat pikiran negatif muncul, coba berhenti sejenak dan sadari bahwa “Oh, ini inner critic lagi.” Dengan begitu, kita tidak langsung larut dan menganggapnya sebagai sebuah fakta tentang diri kita.

2. Tantang Isinya dengan Lembut

Tanyakan pada diri sendiri: “Apa benar selalu begitu?” atau “Kalau ini dialami teman, apa aku akan mengatakan hal yang sama?” Teknik ini banyak digunakan dalam terapi kognitif-perilaku (CBT) untuk membantu seseorang melihat pikiran secara lebih objektif.

3. Latih Self-compassion

Ini bukan soal memanjakan diri, tapi mengakui bahwa menjadi manusia berarti boleh salah dan belajar. Profesor Madya Psikologi Pendidikan di Universitas Texas, Kristin Neff menekankan bahwa self-compassion justru meningkatkan ketahanan mental, bukan melemahkannya. Bicara pada diri sendiri dengan nada yang lebih hangat, seperti pada orang yang kita sayangi, juga bisa pelan-pelan menurunkan volume inner critic.

4. Beri Ruang Hening untuk Pikiran

Praktik mindfulness sederhana, seperti olah napas atau journaling juga bisa membantu kita mengenali pikiran tanpa harus selalu memercayainya lho, HEALMates. Inner critic mungkin masih ada, tapi ia tidak lagi memegang mikrofon utama dalam hidup kita.

Pada akhirnya, inner critic bukan suara yang harus dimusnahkan, melainkan dipahami. Saat kita belajar mendengarkannya dengan sadar, tanpa tunduk sepenuhnya pada suara-suara itu, kita sejatinya sedang memberi diri sendiri kesempatan untuk hidup dengan lebih tenang dan penuh welas asih. Yuk, belajar mencintai diri sendiri, HEALMates. Jangan lupa katakan pada diri sendiri bahwa “Kamu berharga dan luar biasa dengan segala potensi yang kamu miliki!”  (RIW)

Bagikan :
Apa Itu Inner Critic

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa