Logo Heal

MENTAL HEALTH

Mental Health

Coping Skill Sehat vs Tidak Sehat, Apa Bedanya?

Coping Skill Sehat vs Tidak Sehat

Oleh :

Hidup tidak pernah benar-benar memberi jeda pada kita ya, HEALMates. Masalah bisa datang silih berganti, bahkan kadang tanpa aba-aba. Tekanan kerja, konflik relasi, tuntutan sosial, hingga beban finansial sering kali membuat kita berada di titik lelah, baik secara fisik maupun mental. Di momen-momen seperti inilah, tanpa kita sadari, kita akan mengaktifkan coping skill, yakni cara bagi tubuh dan pikiran kita untuk bertahan dari stres.

Masalahnya, tidak semua coping skill bisa bekerja dengan sehat untuk kebaikan kita dalam jangka panjang, lho HEALMates. Ada yang tampak “menenangkan” di awal, namun diam-diam menggerogoti kesehatan mental. Ada juga yang terasa tidak instan bahkan melelahkan di awal, namun justru membantu kita pulih secara utuh. Lalu, apa sebenarnya perbedaan coping skill sehat dan tidak sehat ini? Yuk, HEALMates kita ulas selengkapnya dalam artikel ini!

Apa Itu Coping Skill?

Sebelum mengetahui perbedaan coping skill sehat dan tidak sehat, kita bahas lebih dulu apa itu coping skill. Coping skill atau mekanisme coping adalah sebuah strategi baik yang disadari atau tidak, kita digunakan untuk menghadapi stres, tekanan emosional, atau situasi sulit. Coping bukan soal menghilangkan masalah, melainkan cara kita merespons masalah tersebut. 

Setiap orang punya pola coping masing-masing yang dibentuk oleh pengalaman hidup, lingkungan, dan nilai yang diyakini. Namun, pola ini bisa berkembang ke arah yang menyehatkan atau sebaliknya, menjadi pola yang justru memperpanjang penderitaan.

Coping Skill Sehat

Dalam merespons sebuah masalah, kadang kita melakukan strategi coping yang sehat maupun tidak sehat. Berbeda dengan coping tidak sehat, coping skill sehat adalah strategi coping yang bisa membantu kita menghadapi emosi dan situasi dengan sadar, meski kadang terasa tidak nyaman di awal. Namun dalam jangka panjang, coping ini justru membuat kita lebih pulih. 

Beberapa contoh coping skill sehat antara lain sebagai berikut:

  • Mengenali emosi: mengakui “aku sedang lelah”, “aku marah”, tanpa menghakimi diri sendiri.
  • Regulasi emosi: bernapas dalam, journaling, atau mindfulness.
  • Mencari dukungan: bercerita ke orang tepercaya, komunitas, atau profesional.
  • Merawat tubuh: tidur cukup, makan teratur, bergerak, dan memberi jeda.
  • Problem solving: memecah masalah jadi langkah kecil yang realistis.
  • Membuat batasan: belajar berkata tidak, mengurangi paparan hal yang memicu stres.

Beberapa orang merasa bahwa coping mechanism yang sehat ini kadang sulit diterapkan karena coping sehat mengajak kita hadir sepenuhnya. Jadi, kita tidak dibuat lari dan menghindari masalah. Justru sebaliknya, kita seolah duduk bersama dan berbicara dengan masalah itu agar menemukan solusinya. Nah, proses ini sering kali memunculkan rasa tidak nyaman di awal, tapi jika sudah berjalan justru akan mendatangkan rasa lega.

Dampaknya dalam jangka panjang, kita bisa lebih tahan mental, emosi lebih stabil dan terkelola, serta hubungan dengan diri sendiri dan orang lain pun jadi lebih sehat. Ibarat kata, kita tidak dikendalikan lagi oleh masalah yang membuat hidup kita stres. 

Coping Skill Tidak Sehat

Selain coping skill yang sehat, banyak dari kita juga kerap melakukan coping mechanism yang tidak sehat ketika menghadapi masalah. Coping skill tidak sehat biasanya berfokus pada pelarian, bukan penyelesaian. Langkah ini biasanya memang memberi rasa lega sesaat, tapi justru tidak menyentuh akar masalah. 

Contohnya antara lain:

  • Menghindari masalah: pura-pura baik-baik saja, menunda menghadapi konflik, atau memilih diam meski hati penuh.
  • Pelarian berlebihan: scrolling media sosial tanpa henti, binge watching, tidur seharian untuk “kabur” dari realitas.
  • Pelampiasan destruktif: marah ke orang lain, menyalahkan diri sendiri berlebihan, atau perilaku impulsif.
  • Ketergantungan: pada rokok, alkohol, makanan berlebihan, atau hal lain yang memberi kenyamanan instan.

Coping ini terlihat menolong di awal karena cepat bekerja. Sesaat mungkin kita akan merasa stres berkurang, sebab pikiran jadi teralihkan. Namun, efeknya hanya sementara karena problem sesungguhnya tidak selesai. 

Akibatnya, dalam jangka panjang masalah akan tetap ada dan mungkin semakin besar, ada rasa bersalah, malu, atau hampa, pola stres akan berulang, dan risiko gangguan kesehatan mental serta fisik. 

Coping tidak sehat ini ibarat menutup luka dengan plester kotor, tampak rapi di luar memang, tapi infeksi terus berjalan di dalam yang akhirnya bisa menimbulkan luka lebih parah.

Kebanyakan dari kita sering terjebak pada coping skill tidak sehat karena lingkungan sering memvalidasi coping yang instan, “Yang penting senang dulu” “Jangan dipikirin” “Udah, lupain aja”. 

Padahal, emosi yang ditekan tidak akan bisa hilang. Ia seperti bom waktu, hanya menunggu untuk muncul dalam bentuk lain, kelelahan kronis, ledakan emosi, atau rasa kosong berkepanjangan. Selain itu, tidak semua orang pernah diajari cara coping yang sehat. Banyak dari kita belajar bertahan, bukan memulihkan.

Perbedaan Utama Coping Skill Sehat dan Tidak Sehat

Aspek Coping Skill Tidak Sehat Coping Skill Sehat
Fokus Menghindari rasa tidak nyaman Mengelola dan memahami emosi
Efek Lega sesaat Pemulihan jangka panjang
Dampak Masalah berulang Ketahanan mental meningkat
Relasi Bisa merusak hubungan Memperkuat hubungan
Kontrol diri Reaktif dan impulsif Sadar dan terarah

Coping skill adalah alat penting yang membantu seseorang menghadapi berbagai tantangan dan tekanan hidup. Cara kita mengelola stres sangat berpengaruh pada kesejahteraan emosional dan kesehatan mental secara keseluruhan.

Memahami perbedaan antara coping skill yang sehat dan tidak sehat merupakan hal krusial untuk pengembangan diri dan ketahanan emosional ya, HEALMates. Kemampuan menghadapi stres dan masalah hidup dengan cara yang sehat ini akan membantu kita untuk pulih, bukan justru terjebak dalam pola yang merugikan diri sendiri. (RIW)

Bagikan :
Coping Skill Sehat vs Tidak Sehat

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa