Apakah HEALMates sering begadang? Ternyata, terlalu sering begadang ini punya dampak negatif pada kesehatan fisik dan mental kita, lho. Seperti diketahui, menurut laman Kemenkes, durasi tidur orang dewasa berkisar 7-8 jam sehari, sementara anak-anak berkisar 12-14 jam sehari.
Jika waktu tidur kita kurang dari durasi tersebut dan sering begadang, maka tubuh tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup. Kalau hanya terjadi sesekali, dampaknya mungkin nggak terlalu terasa ya, HEALMates. Namun, jika kebiasaan ini sudah dilakukan berulang kali, maka dampaknya pun akan semakin terasa, baik pada fisik maupun mental.
Lalu, apa bahayanya sering begadang bagi kesehatan fisik dan mental? Yuk, HEALMates kita ulas sederet dampaknya dalam artikel ini!
1. Meningkatkan Risiko Penyakit Serius
Secara medis, begadang bisa mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis tubuh kita. Padahal, sirkadian inilah yang mengatur siklus tidur, hormon, metabolisme, hingga suhu tubuh. Dikutip dari Mayo Clinic, kurang tidur kronis ini bisa sangat membahayakan kesehatan fisik, karena membuat tubuh rentan terhadap penyakit seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, serta melemahnya sistem imun.
Tubuh yang tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup akan kesulitan memperbaiki sel dan jaringan, sehingga membuat kita lebih mudah sakit dan cepat lelah. Dalam jangka panjang, kualitas tidur yang buruk juga memengaruhi keseimbangan hormon, termasuk hormon lapar, yang membuat nafsu makan jadi sulit dikontrol.
2. Mengacaukan Fungsi Otak
Begadang bukan hanya bikin badan lemas, tapi juga mengacaukan fungsi otak. Akibatnya, orang yang sering begadang akan sulit konsentrasi, daya ingat jadi menurun, dan sulit mengambil keputusan.
3. Sulit Mengendalikan Suasana Hati
Dilansir dari laman Verywell Mind, tidur memiliki manfaat penting dalam regulasi emosi. Jadi, saat kita kurang tidur, otak menjadi lebih reaktif terhadap stres dan emosi negatif. Tak heran, orang yang sering begadang cenderung lebih mudah marah, cemas, dan sulit mengendalikan suasana hati. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan kecemasan dan depresi.
Begadang, Stres, dan Siklus yang Sulit Diputus
Hal yang sering luput kita sadari bahwa begadang dan stres kerap membentuk lingkaran setan. Siklus ini sangat sulit diputus. Stres membuat seseorang sulit tidur, lalu kurang tidur yang pada akhirnya bisa memperparah stres keesokan harinya.
Padahal, kurang tidur ini menurunkan kemampuan tubuh dalam mengelola stres. Akibatnya, banyak orang merasa “terjebak”. Siklusnya berputar pada begadang karena pikiran penuh, lalu bangun dengan kondisi mental yang semakin berat. Jika dibiarkan, pola ini bisa memicu burnout dan kelelahan fisik serta emosional yang membuat seseorang kehilangan motivasi dan rasa puas terhadap hidupnya.
Jadi, inilah alasan mengapa tidur yang cukup sangat penting bagi kesehatan fisik dan mental jangka panjang. Tidur bukan sebuah kemewahan, tapi ini adalah sebuah kebutuhan dasar. Menurut World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) ditekankan bahwa tidur yang cukup dan berkualitas adalah fondasi kesehatan mental.
Sebab, saat tidur, otak memproses emosi, menyimpan memori, dan menyeimbangkan respons stres. Orang yang tidur cukup cenderung memiliki regulasi emosi yang lebih baik, lebih fokus, dan lebih tahan menghadapi tekanan sehari-hari, nih HEALMates. (RIW)

