Logo Heal

MENTAL HEALTH

Mental Health

Kenali 6 Gangguan Psikologis yang Sering Dialami Wanita Dewasa

Kenali 6 Gangguan Psikologis yang Sering Dialami Wanita Dewasa

Oleh :

Rutinitas harian yang terlihat “biasa saja”, seperti terjebak macet berjam-jam, tuntutan pekerjaan yang tak pernah benar-benar selesai, hingga urusan rumah tangga yang datang tanpa jeda, seringkali membuat banyak wanita mengalami gangguan psikologis. Tekanan demi tekanan ini sering kali dianggap wajar, padahal jika menumpuk dan dibiarkan, tekanan ini bisa berkembang menjadi gangguan psikologis yang serius, lho. 

Berbagai riset juga menunjukkan bahwa wanita dewasa berada pada posisi yang lebih rentan nih, HEALMates. Salah satunya yakni studi dari University of Oxford yang menyebutkan bahwa wanita memiliki risiko hingga 40 persen lebih tinggi mengalami gangguan jiwa dibandingkan pria. Kerentanan ini diduga kuat berkaitan dengan perubahan hormonal yang dialami sepanjang fase kehidupan perempuan, mulai dari siklus menstruasi, kehamilan, hingga perimenopause. Faktor biologis inilah yang seringkali berbenturan dengan beban sosial dan emosional sehari-hari sehingga membuat banyak wanita dewasa tertekan. 

Lalu, apa saja sih gangguan psikologis yang sering dialami oleh wanita dewasa? Agar lebih memahaminya, yuk HEALMates kita ulas beberapa daftarnya berikut ini. 

Gangguan Psikologis yang Sering Dialami Wanita Dewasa

1. Depresi

Berdasarkan penelitian, sekitar 10–15 persen wanita diperkirakan akan mengalami depresi setidaknya sekali sepanjang hidupnya. Angka ini hampir dua kali lebih tinggi dibandingkan pria. Tingginya risiko ini tidak lepas dari perubahan biologis yang dialami perempuan di berbagai fase kehidupan. Perubahan tersebut bukan hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga memengaruhi kestabilan mental dan emosional.

Depresi pada wanita pun kerap muncul dengan gejala yang khas, mulai dari kelelahan berkepanjangan, hilangnya motivasi atau minat terhadap hal-hal yang sebelumnya disukai, hingga keinginan menangis tanpa alasan yang jelas. Menariknya, pola gejala ini bisa berbeda dengan yang dialami pria, sehingga depresi pada wanita tidak jarang luput dikenali atau dianggap sekadar kelelahan emosional biasa.

2. Gangguan Kecemasan (Anxiety)

Rasa cemas sejatinya adalah respons yang normal, misalnya ketika menghadapi wawancara kerja, ujian, atau saat harus mengambil keputusan penting ya, HEALMates. Namun, kecemasan juga bisa menjadi bermasalah ketika respons tersebut berubah menjadi rasa takut, khawatir, dan gelisah yang berlebihan, muncul terus-menerus, bahkan tanpa pemicu yang jelas. Pada kondisi inilah kecemasan berkembang menjadi anxiety disorder atau gangguan kecemasan. Jika dibiarkan, gangguan ini dapat berlangsung dalam jangka waktu lama dan secara signifikan mengganggu aktivitas sehari-hari, hubungan sosial, bahkan menurunkan kualitas hidup HEALMates.

3. Gangguan Pasca Trauma (PTSD)

Gangguan psikologis yang juga kerap dialami wanita dewasa adalah stres pasca-trauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD). Kondisi ini berkaitan erat dengan masalah kecemasan, termasuk gangguan panik, gangguan kecemasan umum, fobia, dan berbagai bentuk kecemasan lainnya yang dapat mengganggu fungsi sehari-hari.

Sejumlah penelitian bahkan menunjukkan bahwa wanita memiliki risiko hingga dua kali lebih besar mengalami PTSD dibandingkan pria, lho. Nggak hanya itu HEALMates,  ketika gangguan ini muncul, peluang untuk menjadi kondisi yang bersifat kronis pada wanita bahkan bisa mencapai empat kali lebih tinggi dibanding pada pria. Kerentanan ini tidak lepas dari fakta bahwa wanita lebih sering terpapar pengalaman traumatis, seperti pelecehan atau kekerasan seksual, yang sangat berkaitan dengan risiko PTSD. Selain itu, cara seseorang memaknai dan merespons peristiwa traumatis tersebut juga berperan besar dalam memperparah atau memperpanjang gangguan psikologis yang dialami.

4. Gangguan Makan (Anoreksia)

Gangguan psikologis yang sering dialami wanita dewasa berikutnya adalah gangguan makan (anoreksia). Wanita memang disebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan makan dibandingkan pria. Kondisi ini seringkali dikaitkan dengan karakter tertentu yang secara sosial dilekatkan pada perempuan. Seperti kecenderungan perfeksionis, sensitif terhadap penilaian orang, dan tuntutan untuk selalu memenuhi ekspektasi tertentu. Pola-pola ini dapat membentuk hubungan yang tidak sehat dengan makanan maupun citra tubuh.

Di sisi lain, standar budaya terhadap wanita sering kali menekankan aspek berat badan, bentuk tubuh, dan penampilan fisik yang dianggap ideal oleh lingkungan. Nggak heran, banyak wanita yang kemudian enggan makan dan terkena gangguan makan.

5. Gangguan Mood

Wanita cenderung lebih rentan mengalami gangguan mood karena pengaruh fluktuasi hormon yang terjadi sepanjang fase kehidupannya. Ibarat kata, kita ini selalu bergelut dengan naik turunnya hormon sepanjang waktu ya, HEALMates. Perubahan kadar hormon seperti estrogen dan progesteron ini sangat memengaruhi suasana hati, emosi, dan tingkat stres, lho. 

Kondisi inilah yang kemudian membuat wanita lebih sensitif terhadap perubahan emosional, terutama pada periode tertentu seperti menjelang menstruasi, selama kehamilan, setelah melahirkan, hingga memasuki masa perimenopause dan menopause. Ketika perubahan hormonal ini bertemu dengan tekanan psikologis atau beban sosial sehari-hari, risiko munculnya gangguan mood seperti depresi, kecemasan, atau perubahan emosi yang ekstrem pun menjadi lebih tinggi.

6. Burnout

Wanita juga disebut-sebut lebih rentan mengalami burnout dibandingkan pria nih, HEALMates. Hal ini karena wanita cenderung berada di persimpangan berbagai tuntutan peran sekaligus. Di banyak konteks sosial, perempuan tidak hanya dituntut untuk produktif di ranah pekerjaan, tetapi juga memikul tanggung jawab utama dalam urusan domestik dan merawat keluarga. Beban ganda tanpa jeda inilah yang akhirnya membuat banyak wanita lebih sering mengalami kelelahan emosional dan mental. 

Selain faktor peran, wanita juga lebih sering menghadapi tekanan emosional di tempat kerja, seperti ekspektasi untuk selalu ramah, empatik, dan “tahan banting”, meski berada dalam situasi yang tidak adil atau penuh stres. Ketimpangan akses terhadap dukungan, minimnya pengakuan atas kerja perawatan yang tidak dibayar, serta kecenderungan untuk mengabaikan kebutuhan diri sendiri demi orang lain, membuat wanita lebih berisiko mengalami burnout yang berkepanjangan dan sering kali tidak disadari sejak awal.

Nah, itulah sejumlah gangguan psikologis yang relatif lebih sering dialami oleh wanita dewasa, HEALMates. Apakah HEALMates juga sering mengalaminya? Agaknya penting bagi kita untuk mulai aware pada kesehatan mentalnya, termasuk melakukan pemeriksaan atau skrining secara berkala ya, HEALMates. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan penanganan yang tepat sebelum terlambat.  (RIW)

Bagikan :
Kenali 6 Gangguan Psikologis yang Sering Dialami Wanita Dewasa

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa