Logo Heal

ART, MONEY & TECHNOLOGY

Art, Money & Technology

Menggambar, Menulis, dan Bermain, Jadi Cara Sederhana Menyembuhkan Inner Child

Menggambar, Menulis, dan Bermain, Jadi Cara Sederhana Menyembuhkan Inner Child

Oleh :

Menggambar, menulis, dan bermain sering dianggap sebagai aktivitas ringan, bahkan kekanak-kanakan ya, HEALMates. Tak heran, ketika dewasa kita pun jarang melakukan aktivitas itu. Padahal, justru lewat hal-hal sederhana inilah emosi yang dulu tidak sempat diungkapkan bisa menemukan jalannya. Ketika kata-kata sulit keluar, tangan yang menggambar, kata-kata yang dituangkan dalam tulisan, atau momen bermain ternyata bisa menjadi ruang aman. Apalagi, bagi kita yang memiliki luka masa kecil.

Lantas, bagaimana menggambar, menulis, dan bermain bisa jadi cara sederhana menyembuhkan inner child? Yuk HEALMates, kita bahasa selengkapnya dalam artikel berikut ini!

Luka Inner Child yang Tak Disadari

Banyak dari kita tumbuh dengan pola yang dipaksa “harus kuat”, “jangan nangis”, atau “nggak usah berlebihan”. Hingga secara tak sadar, emosi anak-anak yang seharusnya divalidasi justru ditekan. Luka ini mungkin tidak selalu kita ingat secara detail, tapi dampaknya menetap sampai kita dewasa. 

Menurut Carl Jung, inner child adalah bagian dari ketidaksadaran yang menyimpan spontanitas, kreativitas, sekaligus trauma masa kecil kita. Saat kita dewasa, dampaknya akan muncul melalui cara kita bereaksi terhadap diri sendiri maupun lingkungan. Bentuknya bisa bermacam-macam, bisa jadi kecemasan, sifat perfeksionisme, people-pleasing, atau kesulitan mengekspresikan perasaan.

Menggambar Jadi Wadah Mengurai Emosi 

Aktivitas menggambar ini bukan cuma soal bakat ya, HEALMates. Banyak orang berpikir bahwa menggambar hanya dilakukan oleh mereka yang punya bakat di bidang ini. Padahal, menggambar juga bisa jadi aktivitas menarik dan positif untuk mengurai emosi. 

Dalam psikologi, art therapy digunakan untuk membantu seseorang mengekspresikan perasaan tanpa harus menjelaskannya secara verbal. Warna, garis, dan bentuk sering kali menjadi “bahasa aman” bagi inner child yang dulu tidak punya kesempatan untuk bicara.

Menariknya, banyak studi juga menunjukkan bahwa aktivitas seni visual bisa menurunkan tingkat stres dan meningkatkan regulasi emosi. Saat menggambar, otak masuk ke kondisi yang lebih tenang, mirip dengan meditasi ringan. Itulah kenapa banyak orang merasa lega setelah mencoret-coret tanpa tujuan yang jelas. Untuk inner child kita, menggambar bisa jadi semacam kesempatan untuk bebas, tanpa peduli penilaian orang dan standar-standar apapun. 

Menulis Membahasakan Emosi yang Pernah Terpendam

Kalau menggambar adalah bahasa visual, menulis ibarat bahasa refleksi. Maksudnya bagaimana? Sederhananya begini HEALMates, kita bisa menulis secara ekspresif tentang perasaan dan pengalaman emosional kita. Menurut banyak studi, aktivitas ini sudah terbukti membantu proses penyembuhan psikologis. Salah satunya yakni studi yang dilakukan oleh James Pennebaker yang menunjukkan bahwa menulis tentang pengalaman emosional dapat mengurangi stres, kecemasan, bahkan keluhan fisik tertentu.

Jadi, apa yang bisa kita tuliskan untuk mengobati inner child kita yang terluka? Beberapa alternatifnya antara lain: 

  • Menulis surat untuk masa kecil kita. 
  • Menulis jurnal emosi harian. 
  • Menulis ulang pengalaman masa lalu dari sudut pandang yang lebih dewasa dan penuh empati, dan lain sebagainya. 

Lewat tulisan ini, kita seolah tengah memutar kembali waktu ke masa lalu dan memeluk diri kecil kita yang dulu sendirian, kesepian, dan terluka. 

Bermain Jadi Cara Mengembalikan Hak yang Pernah Hilang

Siapa bilang bermain hanya untuk anak kecil? Yep, bermain juga punya banyak manfaat untuk orang dewasa, lho. Menurut teori perkembangan Erik Erikson, masa kanak-kanak adalah fase penting untuk eksplorasi, kreativitas, dan rasa aman. Jadi, ketika fase ini terlewati karena tuntutan hidup, inner child sering “mencari jalan pulang” lewat kelelahan emosional atau rasa hampa. Karena itulah, saat kita bermain, kita seolah sedang mengembalikan hak kita di masa kecil yang belum terpenuhi. Beberapa permainan yang bisa kita coba antara lain: 

  • Main puzzle atau lego. 
  • Menari bebas tanpa koreografi. 
  • Bermain peran atau sekadar melakukan hal-hal yang dulu kamu sukai tapi sempat ditinggalkan.

Saat bermain, otak melepaskan dopamin, yakni hormon yang berkaitan dengan rasa senang dan aman. Inilah yang kemudian membantu inner child kita merasa tenang dan menikmati kembali hidup. 

Inner Child Butuh Pengalaman

Aktivitas sederhana seperti menggambar, menulis, dan bermain ini sangat berperan dalam proses penyembuhan karena inner child butuh pengalaman. Ketiga aktivitas ini bekerja langsung pada sistem emosi dan bukan logika sehingga sangat efektif untuk membuka akses ke emosi bawah sadar dan membangun hubungan yang lebih hangat dengan diri sendiri.

Pasalnya, menyembuhkan inner child bukan berarti kita harus terus-menerus mengorek luka ya, HEALMates. Kadang, penyembuhannya justru saat kita melakukan hal-hal sederhana tapi bermakna, tanpa harus mengusik luka itu.  duduk diam, menggambar tanpa tujuan, menulis satu halaman yang jujur, atau tertawa saat bermain hal sederhana bisa jadi cara ampuh untuk memeluk inner child kita. Yuk HEALMates, praktikkan! (RIW)

Bagikan :
Menggambar, Menulis, dan Bermain, Jadi Cara Sederhana Menyembuhkan Inner Child

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa