Pernah nggak sih, sebagai orang tua kita refleks bilang, “Wah, anakku pintar banget,” atau “Gemes banget, nak!”. Kita sering merasa kagum dan bangga dengan anak-anak kita. Namun, di balik ucapan penuh cinta itu, kadang terselip pertanyaan kecil yang bikin hati ikut was-was, jangan-jangan pujian yang kita lontarkan tanpa sadar justru membawa dampak yang nggak kita inginkan pada anak.
Nah, dari sinilah pentingnya kita memahami tentang ain dalam Islam agar kita lebih sadar bagaimana cara mengungkapkan rasa sayang dengan adab yang tepat. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas apa itu ain? Apakah kekaguman orang tua bisa jadi ain untuk sang anak? Bagaimana doa kebaikan untuk melindungi diri anak dari ain? Yuk HEALMates, baca artikel lengkapnya berikut ini!
Apa itu Ain?
Dalam Islam, ain merupakan sebuah penyakit yang berasal dari dampak buruk karena pandangan mata yang disertai rasa kagum berlebihan tanpa mengingat Allah SWT., baik disertai niat buruk maupun tanpa niat buruk sama sekali.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Al-‘ainu haqqun”
(Ain itu benar adanya).
(HR. Muslim)
Artinya, ain bukan mitos, penyakit ini diakui dalam Islam sebagai sesuatu yang nyata dan bisa berdampak, atas izin Allah.
Menurut penjelasan Ustadz Muhammad Faizar dalam ceramahnya tentang “Ciri-Ciri Terkena Penyakit Ain dan Hasad”, penyakit ain dan hasad adalah dua bentuk gangguan yang dapat mempengaruhi seseorang secara fisik maupun psikologis.
Dampaknya kerap muncul secara halus dan tiba-tiba, sehingga sering kali sulit dijelaskan secara rasional. Salah satu tanda yang kerap dirasakan adalah rasa lemah atau kelelahan mendadak. Orang yang sebelumnya sehat bisa tiba-tiba merasa lesu, kehilangan energi, atau cepat lelah tanpa pemicu yang jelas.
Selain itu, keluhan fisik tanpa penyebab medis yang pasti juga sering muncul. Misalnya pusing, mual, atau rasa nyeri di bagian tubuh tertentu, namun hasil pemeriksaan medis tidak menunjukkan gangguan yang spesifik.
Dari sisi emosional, gangguan perasaan juga bisa terjadi. Rasa cemas, takut, atau stres yang datang secara tiba-tiba dan berlangsung cukup lama tanpa alasan yang jelas dapat menjadi salah satu indikasi.
Perubahan pada kondisi fisik pun bisa terlihat, seperti munculnya jerawat, bintik-bintik merah, atau masalah kulit lainnya yang datang mendadak, terutama setelah seseorang menerima pujian atau menjadi pusat perhatian dengan rasa iri dari orang lain.
Tak jarang, kondisi ini juga berdampak pada aktivitas sehari-hari. Penderitanya bisa mengalami kesulitan berkonsentrasi, gangguan tidur, atau menjadi lebih mudah marah, sehingga kinerja dan keseharian pun ikut terganggu.
Apakah Kekaguman Orang Tua Bisa Jadi Ain?
Menurut Ustadz Adi Hidayat, rasa kagum adalah fitrah manusia. Namun, kekaguman yang tidak disertai penyebutan nama Allah bisa menjadi sebab terjadinya ain, bahkan dari orang terdekat, termasuk orang tua sendiri.
Beliau menjelaskan, masalahnya bukan pada rasa sayang atau bangganya, melainkan ketika kekaguman itu dilepas begitu saja tanpa doa. Seolah-olah semua kebaikan itu berdiri sendiri, bukan karena izin Allah.
Hal senada juga disampaikan oleh Ustadz Abdul Somad. Dalam beberapa ceramahnya, beliau menekankan bahwa orang tua adalah pihak yang paling sering memandang anak, sehingga wajar jika justru dari sanalah potensi ain bisa terjadi, bukan karena dengki, tapi karena kagum yang berlebihan.
Dalam Al-Qur’an Surat Al-Qalam ayat 51, Allah SWT. berfirman:
“Dan sungguh, orang-orang kafir itu hampir saja menjatuhkanmu dengan pandangan mata mereka…”
Jadi, harus berhenti memuji anak? Nggak seperti itu ya, HEALMates. Memuji anak sangat baik untuk psikologis mereka. Akan tetapi, pujian ini hendaknya disertai dengan kesadaran bahwa segala kebaikan yang ada pada anak adalah karena Allah SWT. Karena itulah, ketika hendak memberikan pujian pada anak, hendaknya orang tua mengiringinya doa.
Doa untuk Perlindungan dan Kebaikan Diri Anak
Setiap orang tua tentu berharap anak-anaknya aman dan terlindung dari berbagai bahaya, termasuk dari pandangan ain. Sebaik-baik pemberi perlindungan adalah Allah SWT. karenanya kita perlu berdoalah kepada-Nya untuk senantiasa melindungi dan memberi kebaikan pada anak-anak kita.
Menurut Ustadz Akhmad Zen, Rasulullah SAW mengajarkan doa sebagai berikut untuk melindungi anak-anak dari semua pengaruh tersebut.
أُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ. اَللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْهِ وَلَا تَضُرَّهُ
Artinya, “Aku menyerahkan perlindunganmu dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala gangguan setan, binatang melata/serangga, dan segala pengaruh mata jahat. Tuhanku, turunkan keberkahan-Mu pada anak ini. Jangan izinkan sesuatu membuatnya celaka.”
Sementara itu, dalam buku berjudul Ruqyah Online Solusi Di tengah Pandemi oleh Ahmad Ahid, Lc, M.S.I, doa agar terhindar dari penyakit ain lainnya yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah sebagai berikut:
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍأَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ
Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang telah sempurna dari godaan setan, binatang beracung dan dari pengaruh ‘ain (pandangan mata) yang jahat.
Itulah penjelasan tentang ain dan doa kebaikan untuk perlindungan diri anak dari ain yang bisa kita amalkan ya, HEALMates. Pembahasan tentang ain dan kekaguman orang tua ini bukan untuk menumbuhkan rasa takut berlebihan ya, melainkan untuk mengajak kita lebih peka dan bertawakal kepada Allah SWT. (RIW)

