Logo Heal

ART, MONEY & TECHNOLOGY

Art, Money & Technology

Restu Ratnaningtyas: Membaca Sunyi lewat Karya, Merawat Ingatan lewat Seni

Restu Ratnaningtyas: Membaca Sunyi lewat Karya

Oleh :

Yogyakarta selalu punya cara melahirkan seniman dengan bahasa yang tenang tapi bergaung panjang. Di antara hiruk pikuk wacana seni kontemporer yang kerap keras dan penuh pernyataan, nama Restu Ratnaningtyas hadir dengan pendekatan yang lebih hening, namun justru mengundang kita untuk berhenti dan berpikir lebih lama.

Karya-karyanya justru seperti bisikan, pelan, personal, dan sarat lapisan makna. Di situlah kekuatannya, karya-karya Restu Ratnaningtyas seakan menyampaikan pesan kontemplasi di era posthumanisme. Seperti apa profil dan karya Restu Ratnaningtyas? Yuk HEALMates, kita bahas lebih lengkap dalam artikel berikut ini!

Profil Restu Ratnaningtyas

Restu Ratnaningtyas merupakan seniman dan ilustrator kelahiran 1981 asal Tangerang yang kini tinggal dan berkarya di Yogyakarta. Dalam perjalanan profesionalnya, Restu sempat menekuni berbagai peran, mulai dari drafter, pengajar, hingga kurator. Saat ini, ia aktif menciptakan karya serta terlibat dalam beragam proyek seni, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.

Sebagai seniman, Restu telah menggelar sejumlah pameran tunggal, di antaranya Memento: Privatization Room di Vivi Yip Art Room, Jakarta (2008), Tantrum di KedaiKebun Forum, Yogyakarta (2016), serta Subsume di Baik Art, Los Angeles (2017). Selain itu, ia juga berpartisipasi dalam berbagai pameran kelompok internasional, seperti mnēmonikos: Art of Memory di Bangkok, Thailand (2013) dan The Roving Eye di Istanbul, Turki (2014).

Dalam praktik berkaryanya, Restu mengeksplorasi beragam medium, dengan fokus utama pada drawing sebagai basis karya. Ia juga kerap menggunakan cat air, kertas, video, kain, instalasi, hingga multimedia. Tema-tema yang diangkat dekat dengan kehidupan sehari-hari, isu-isu aktual, narasi-narasi kecil, serta objek-objek yang merefleksikan keseimbangan dalam kehidupan manusia.

Sejak 2010, Restu juga aktif terlibat dalam berbagai program dan proyek seni di Rumah Seni Cemeti. Ia terlibat dalam sejumlah proyek seperti program +Road | 5 Seniman Myanmar + 5 Seniman Jogja (2010), residensi HotWave #1 (2010), pameran kelompok BEASTLY (2011), Domestic Stuff (2012), proyek seni dan pameran Dobrak! (2013), pameran kelompok FastForward (2016), hingga program Concept Context Contestation yang diinisiasi oleh Bangkok Art and Culture Centre bersama tiga kurator Asia Tenggara (2016). Ia juga terlibat dalam proyek kolaboratif POLA – Patterns of Meaning yang merupakan hasil kerja sama antara Jim Thompson Art Center dan Rumah Seni Cemeti pada periode 2017–2018.

Ruh dan Karya Sang Seniman

Restu Ratnaningtyas dikenal sebagai seniman kontemporer yang banyak bekerja dengan isu ingatan, tubuh, relasi manusia, dan pengalaman batin, terutama yang beririsan dengan keseharian dan ruang domestik. Dalam banyak karyanya, ia tidak memposisikan diri sebagai pengamat dari kejauhan, melainkan sebagai bagian dari cerita itu sendiri.

Ada tubuh yang hadir, bukan sekadar literal, tapi juga sebagai jejak. Ada pengalaman yang terasa personal, tapi mudah sekali terhubung dengan pengalaman orang lain. Seolah Restu ingin mengajak kita masuk ke ruang yang akrab, namun jarang kita sadari.

Ia memanfaatkan medium dengan cukup cair, mulai dari lukisan, instalasi, hingga eksplorasi material yang sering kali terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tidak ada jarak yang terlalu jauh antara karya dan penikmatnya.

Seni sebagai Ruang Kontemplasi

Alih-alih menampilkan visual yang spektakuler, karya-karya Restu cenderung memberi ruang bagi penonton untuk merenung. Banyak karyanya mengajak kita memikirkan ulang relasi antara diri, lingkungan, dan ingatan, hal-hal yang sering kita anggap remeh karena terlalu dekat.

Dalam konteks seni kontemporer, pendekatan ini adalah hal yang penting. Ia tidak memaksa audiens memaknai karyanya secara tunggal. Sebaliknya, kita justru diberi kebebasan untuk membaca, menafsir, bahkan membawa pengalaman personal masing-masing ke dalam karyanya. 

Berkarya dan tumbuh di Yogyakarta memberi pengaruh besar pada perjalanan artistik Restu. Kota ini bukan hanya ruang geografis, tapi juga ekosistem, tempat diskusi, pertemuan lintas disiplin, dan pertukaran gagasan berlangsung secara organik. Salah satu kekuatan utama dalam karya Restu Ratnaningtyas adalah kemampuannya menjadikan seni sebagai arsip emosional. Ingatan, kehilangan, kedekatan, bahkan kesunyian, tidak dihadirkan secara dramatik, melainkan dirawat dengan penuh empati.

Apakah HEALMates tertarik melihat karya-karya Restu Ratnaningtyas? (RIW)

Bagikan :
Restu Ratnaningtyas: Membaca Sunyi lewat Karya

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa