Hai-hai HEALMates, balik lagi sama Miss Kepo yang selalu kepo dengan berbagai hal. Kali ini, Miss Kepo kembali tertarik dengan salah satu lukisan dari perupa Tanah Air yang luar biasa. Lukisan ini bertajuk An Angel with Clowns karya Heri Dono.
Di dunia seni rupa, nama Heri Dono sudah nggak asing lagi ya, HEALMates. Ia juga merupakan salah satu seniman kontemporer Indonesia yang sudah wara-wiri mengikuti pameran internasional. Tak hanya lukisan, Heri Dono juga membuat patung, membuat wayang, bahkan seni instalasi. Nggak heran nih HEALMates kalau Heri Dono menyebut dirinya sendiri sebagai seniman borongan.
Nah, dari sekian banyak karya Heri Dono, Miss Kepo justru tertarik pada lukisan An Angel with-Clowns. Kalau HEALMates melihat lukisan ini, kamu tentu akan langsung bertanya-tanya. Sebab, di hadapan lukisan An Angel with Clowns, kita seperti diajak masuk ke sebuah panggung absurd, tempat di mana malaikat, badut, dan makhluk-makhluk ganjil hidup berdampingan dalam satu ruang yang terasa riuh, tapi juga sunyi.
Karya Heri Dono ini agaknya tidak menawarkan keindahan yang menenangkan. Namun sebaliknya, karya ini seakan menggoda pikiran kita untuk mempertanyakan eksistensi dunia ini. “Jadi, siapa sebenarnya yang waras di dunia ini?” Begitulah kira-kira.
Gagasan Malaikat yang Terdesak oleh Dunia Badut
Sebetulnya, kalau ngomongin gagasan, setiap lukisan akan memiliki beragam makna ya, HEALMates. Secara harfiah, kita bisa melihat komposisi yang nggak biasa. Ada seorang figur perempuan bersayap yang bisa kita maknai sebagai sosok malaikat sedang duduk di sofa orange dengan postur tenang. Wajahnya lembut, matanya menunduk, seolah menarik diri dari kegaduhan di sekitarnya. Namun ketenangan itu kontras dengan kehadiran para badut dan figur grotesk yang mengelilinginya, wajah-wajah besar dengan senyum berlebihan, mata melotot, lidah menjulur, tubuh mekanis, dan gestur teatrikal yang terasa intimidatif.
Adegan ini terasa seperti potret batin manusia modern yang memiliki keinginan untuk tetap utuh dan hening di tengah dunia yang terus berisik, menuntut, dan sering kali absurd.
Dalam semesta Heri Dono, badut bukanlah figur hiburan, melainkan metafora. Badut-badut dalam lukisan ini tampil agresif, berlebihan, bahkan tampaknya mengancam. Senyum mereka tidak ramah, melainkan senyum sinis. Apakah ini sebuah kritik visual terhadap kekuasaan? Atau bentuk kritik terhadap kepalsuan sosial dan tontonan publik yang sering kali kehilangan empati? Entahlah, tapi Miss Kepo yakin bahwa di dunia nyata kita sering menyaksikan senyum kepalsuan itu.
Sementara itu, untuk figur sang malaikat justru tidak digambarkan heroik, melainkan tampak diam, sendirian, dan rapuh. Sayapnya ada, tapi tak digunakan. Ini bisa dibaca sebagai simbol nilai-nilai kemanusiaan, nurani, empati, kesadaran moral, yang masih ada, namun terpinggirkan.
Sangat kontras sekali dengan gambaran badut-badut di depannya ya, HEALMates? Nah, melalui kontras ini, An Angel with Clowns seakan sedang mengajak kita bertanya, “Apakah kebaikan masih punya ruang untuk berdiri tegak di tengah dunia yang penuh kepalsuan?”
Secara visual, karya ini memperlihatkan ciri khas Heri Dono yang kuat. Ia memang sering disebut sebagai seniman surealis, tapi label itu rasanya terlalu sempit. Karyanya juga sarat satire politik, kritik sosial, dan menampilkan pengaruh kuat dari budaya Jawa, khususnya wayang, humor rakyat, dan tradisi lisan. Kalau ngomongin aliran, sepertinya seorang Heri Dono nggak sedang mengejar ilusi realisme, tapi sedang membangun dunia alegoris yang terasa akrab sekaligus ambigu.
Lukisan yang Tidak Ingin Menenangkan
An Angel with Clowns bukan lukisan untuk dinikmati sambil lalu ya, HEALMates. Nggak cuma seni estetik untuk dinikmati keindahannya dan menenangkan diri. Sebaliknya, lukisan ini justru memancing refleksi dan meninggalkan pertanyaan yang menggantung. Malaikatnya tidak menyelamatkan siapa pun. Badutnya tidak menghibur siapapun. Semua tokoh berada dalam kondisi ambigu, seperti halnya kita sebagai manusia yang hidup di zaman penuh paradoks ini. Sang seniman seakan sedang mengajak kita masuk ke sebuah ruang dialog tentang kekuasaan dan kepalsuan, seolah dunia ini seperti panggung sirkus dan kita diminta tetap waras di dalamnya. Bagaimana HEALMates, menarik sekali ya lukisan An Angel with Clowns karya Heri Dono ini? (RIW)

