Logo Heal

ART, MONEY & TECHNOLOGY

Art, Money & Technology

Krisis Performa, Ternyata Kesehatan Mental Bisa Mempengaruhi Produktivitas Kerja

Krisis Performa, Ternyata Kesehatan Mental Bisa Mempengaruhi Produktivitas Kerja

Oleh :

Pernah nggak sih HEALMates merasa sudah duduk berjam-jam di depan laptop, tapi pekerjaan tetap nggak bergerak ke mana-mana? To-do list panjang, deadline mendekat, tapi otak stuck. Bukan karena kamu malas atau kurang kompeten, bisa jadi kamu sedang mengalami krisis performa. Kondisi ini membuat produktivitas kerja kamu menurun karena kesehatan mental yang sedang tidak stabil. 

Di dunia kerja yang serba cepat dan penuh tuntutan ini, performa sering dijadikan tolok ukur utama. Banyak lingkungan kerja masih mengagungkan budaya “tahan banting” sehingga menganggap lelah sebagai hal biasa dan kesehatan mental dianggap urusan pribadi. Akibatnya, pekerja memilih diam dan memaksakan diri, sampai akhirnya performa benar-benar jatuh. Nah, inilah yang jarang diperhatikan baik oleh pekerja maupun pemberi kerja. 

Apa Itu Krisis Performa?

Krisis performa ini bukan istilah medis, tapi kondisi nyata yang dialami banyak pekerja. Kondisi ini ditandai dengan menurunnya fokus, motivasi, dan kualitas kerja, meskipun jam kerja dan beban tugas tidak banyak berubah. Seseorang bisa terlihat sibuk, tapi hasil kerjanya tidak optimal.

Banyak orang menyalahartikan bahwa kondisi ini terjadi kurang disiplin atau tidak profesional. Padahal, akar masalahnya bisa berasal dari kelelahan mental, stres berkepanjangan, atau burnout yang tidak disadari. 

Bagaimana Kesehatan Mental Mempengaruhi Performa Kerja?

1. Stres Menggerus Fokus dan Daya Pikir

Stres kronis membuat otak terus berada dalam mode siaga. Akibatnya, kemampuan untuk berpikir jernih, mengambil keputusan, dan memecahkan masalah pun ikut menurun. Pekerjaan yang sebenarnya sederhana terasa berat dan kesalahan kecil bisa lebih sering terjadi.

2. Kecemasan Membuat Energi Cepat Habis

Kecemasan juga sering terjadi di tempat kerja, seperti takut salah, takut dinilai buruk, takut tidak cukup baik. Nah, kecemasan ini bisa sangat menguras energi emosional, lho. Banyak waktu yang akhirnya dihabiskan untuk overthinking, bukan untuk bekerja sehingga produktivitas pun menurun drastis.

3. Burnout Mematikan Motivasi

Burnout bukan cuma capek fisik, tapi kelelahan emosional dan mental. Tanda-tanda umumnya bisa kita kenali seperti, merasa tidak bermakna, tidak lagi antusias pada pekerjaan, hingga kehilangan rasa bangga atas hasil kerja sendiri. Saat burnout, produktivitas pun jadi turun drastis meski jam kerja tetap panjang.

4. Depresi Menghambat Fungsi Dasar

Dalam kondisi depresi, aktivitas sehari-hari seperti bangun pagi, fokus, dan menyelesaikan tugas bisa terasa sangat berat. Ini jelas berdampak pada performa kerja, meski sering disalahpahami sebagai kurang usaha.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Menghadapi krisis performa tidak selalu berarti harus resign atau cuti panjang ya, HEALMates. Beberapa langkah sederhana juga bisa kita lakukan untuk memulihkan performa kita. 

  • Mengenali batas diri, termasuk kapan harus istirahat.
  • Membuka ruang bicara, baik dengan atasan, HR, atau profesional.
  • Mengatur ulang beban kerja dan ekspektasi, agar lebih realistis.
  • Mencari dukungan, seperti konseling atau bimbingan karier, untuk memahami akar masalah.

Langkah-langkah sederhana ini bisa jadi jalan pemulihan jika bisa kita lakukan dengan konsisten, lho. Bekerja lebih lama tidak selalu berarti bekerja lebih baik. Sebab, produktivitas yang sehat justru lahir dari kondisi mental yang stabil. Jadi, ketika kesehatan mental diabaikan, krisis performa ini bisa seperti bom waktu yang meledak kapan saja. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental harus jadi prioritas kita ya HEALMates, baik sebagai individu maupun sebagai seorang pekerja yang bertanggung jawab terhadap perusahaan. (RIW)

Bagikan :
Krisis Performa, Ternyata Kesehatan Mental Bisa Mempengaruhi Produktivitas Kerja

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa