Logo Heal

MENTAL HEALTH

Mental Health

Go with the Flow? Begini Cara Melatih Fleksibilitas Diri agar Hidup Lebih Enjoy

Go with the Flow? Begini Cara Melatih Fleksibilitas Diri agar Hidup Lebih Enjoy

Oleh :

Pernah nggak sih kamu merasa capek sendiri karena hidup rasanya harus selalu sesuai rencana? Sudah bikin to-do list, timeline, bahkan rencana lima tahun ke depan, tapi realitanya hidup tetap saja suka belok seenaknya. Di titik inilah,  nasihat klasik “Go with the flow aja” sering muncul. 

Tapi pertanyaannya, apakah kita benar-benar harus selalu ikut arus? Atau justru ada kalanya kita perlu melawan arus? Yuk HEALMates, kita bahas lebih dalam di artikel berikut ini!

Apa sih Sebenarnya “Go with the flow”?

Dalam bahasa sederhana, go with the flow berarti menerima keadaan apa adanya dan menyesuaikan diri dengan situasi yang sedang terjadi, tanpa terlalu ngotot mengontrol segalanya. Tapi, bukan berarti pasrah total ya, HEALMates. Lebih ke fleksibel dan adaptif.

Secara psikologi, konsep go with the flow ini dekat dengan konsep psychological flexibility, yakni kemampuan untuk tetap hadir di situasi apa pun, menerima kenyataan yang tidak ideal, sambil tetap bergerak ke arah yang sejalan dengan nilai hidup kita.

Jadi, go with the flow bukan berarti hidup tanpa arah. Justru, kita dianjurkan untuk memilih arah tanpa harus memaksa jalannya lurus seperti yang kita rencanakan.

Kenapa Hidup yang Terlalu Kaku Bikin Lelah?

HEALMates pernah merasa nggak kalau hidup terlalu strict ini justru bikin kita lelah mental? Banyak dari kita tumbuh dengan keyakinan bahwa hidup harus rapi, terencana, dan “On the track”. Padahal, pada kenyataannya ada saja liku-liku yang harus dihadapi. Karena itulah, jika kita terlalu kaku kita justru akan pusing sendiri. Sedikit perubahan saja bisa bikin stres berlebihan, gagal sedikit langsung merasa diri “nggak becus”, hingga akhirnya kita jadi sulit menikmati proses karena fokus ke hasil dan mudah kecewa ketika realita nggak sesuai ekspektasi

Nah, di sinilah fleksibilitas diri dibutuhkan HEALMates. Bukan untuk menurunkan standar hidup, tapi untuk menjaga kesehatan mental.

Perlu dicatat ya, HEALMates! Fleksibel bukan berarti kita hidup tanpa prinsip atau pasrah dengan keadaan. Justru, orang yang fleksibel biasanya punya kesadaran diri yang kuat. Ia tahu kapan perlu mengalah, kapan perlu bertahan, dan kapan perlu berkata, “Oke, ini bukan jalanku. Ayo cari jalan lain.”

Jadi, Harus Go with the flow atau Go against the flow?

Jawabannya tentu saja tergantung konteksnya. Go with the flow bisa cocok ketika:

  • Hal-hal terjadi di luar kendali kita, misalnya terkendala cuaca, keputusan orang lain, kondisi global, dan lain-lain. 
  • Perubahan kecil yang tidak menyentuh nilai inti hidup. 
  • Situasi yang jika dilawan justru bikin kita makin kelelahan. 

Nah, mengalir di sini artinya menghemat energi dan menjaga kewarasan. Artinya, kita harus punya fleksibilitas menyesuaikan situasi dan kondisi.  

Lantas, kapan kita harus go against the flow. Kita perlu melawan arus ketika:

  • Arusnya melanggar nilai dan batas diri. 
  • Kita merasa tertekan, kehilangan diri sendiri, atau dipaksa. 
  • Mengikuti arus justru mengorbankan kesehatan mental. 

Jadi, melawan arus di sini bukan kaku dan keras kepala ya, tapi bentuk self-respect.

Cara Melatih Fleksibilitas Diri agar Lebih Enjoy Menjalani Hidup

Pada akhirnya, kita bisa jadi orang yang fleksibel dalam beberapa hal agar lebih enjoy menjalani hidup, baik kehidupan pribadi maupun pekerjaan. Berikut beberapa cara melatih fleksibilitas diri yang mungkin bisa HEALMates lakukan.

1. Bedakan Mana yang Bisa dan Tidak Bisa Dikontrol

Psikolog sering menekankan pentingnya circle of control. Jadi, kita bisa memfokuskan energi dan pikiran kita pada hal-hal yang bisa kita kendalikan seperti sikap kita, pilihan kita, cara kita merespons, dan lain-lain. Sebaliknya, lepaskan hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan seperti bagaimana orang harus bersikap kepada kita dan lain-lain.

2. Ubah Kalimat Afirmasi

Ubah kalimat afirmasi dari “Harusnya begini” menjadi “Oke, sekarang kondisinya begini. Aku bisa ngapain ya?” Perubahan kecil dalam cara berpikir bisa bikin beban emosional jauh lebih ringan, lho.

3. Latih Toleransi Terhadap Ketidakpastian

Nggak semua hal harus jelas dulu baru jalan. Sebab, seperti yang kita bahas sebelumnya bahwa dalam hidup ada saja faktor-faktor lain yang membuat rencana kita tidak berjalan. Jadi, agar kita lebih fleksibel coba biasakan:

  • Ambil satu langkah kecil tanpa tahu hasil akhirnya. 
  • Nggak buru-buru menuntut kepastian. 
  • Percaya bahwa kamu bisa menyesuaikan diri nanti.

4. Jadikan Nilai sebagai Prinsip Bukan Skenario 

Meski kita harus fleksibel, tapi dalam hidup kita juga harus punya prinsip dan nilai yang harus dijaga, seperti jujur, sehat, bertanggung jawab, dan lain-lain. Kita harus tetap mempertahankan nilai ini, jadi jika rencana berubah, asal nilai tidak terganggu,  kita masih bisa tetap jalan. Dengan begitu, kita tetap punya kompas meski jalannya berkelok.

Jadi, kesimpulannya?

Go with the flow bukan ajakan untuk menyerah, dan go against the flow bukan selalu tanda pemberontakan ya, HEALMates! Hidup yang lebih enjoy justru lahir dari kemampuan menimbang, mengamati situasi, dan bukan memaksakan. Kadang, mengalir adalah bentuk kebijaksanaan. Namun kadang, melawan arus juga bisa jadi bentuk keberanian. Jadi, yang penting adalah kita bisa menyesuaikan dengan situasi dan kondisi tetapi tetap sesuai prinsip yang jadi kompas hidup kita. Pelan-pelan saja, HEALMates! Sebab, hidup bukan lomba siapa paling cepat, tapi sebuah proses belajar bagaimana kita bisa hidup dengan lebih baik setiap harinya.  (RIW)

Bagikan :
Go with the Flow? Begini Cara Melatih Fleksibilitas Diri agar Hidup Lebih Enjoy

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa