Sebagai orang tua, HEALMates pasti ingin yang terbaik bagi si kecil, kan? Sekolah yang terbaik serta aktivitas ekstra yang tentunya akan mendukung masa depan mereka. Tapi kita seringkali bingung, kira-kira apa yang benar-benar cocok untuk anak kita? Di sinilah peran tes minat dan bakat menjadi sangat penting.
Nah, yuk kita kupas lebih dalam pentingnya tes minat bakat anak ini, HEALMates!
Apa itu Tes Minat dan Bakat Anak?
Melansir dari laman Unifam, tes minat dan bakat adalah serangkaian penilaian yang dirancang untuk membantu mengenali potensi, kecenderungan aktivitas, gaya belajar, maupun bidang yang membuat anak tampak bersinar ketika melakukannya. Salah satu contoh metode yang cukup populer di Indonesia adalah STIFIn (Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, Insting) yang diklaim bisa memetakan kepribadian dan potensi dominan anak.
STIFIN ini merupakan metode tes minat bakat yang didasarkan pada konsep tentang dominasi belahan otak manusia. Dasarnya adalah bahwa setiap individu memiliki lima area otak dengan fungsi yang berbeda-beda. Perbedaan fungsi dan cara kerja tiap belahan otak inilah yang membuat masing-masing orang memiliki karakter, perilaku, pola pikir, ide, cara mengambil keputusan, reaksi, gaya berbicara, hingga minat yang unik dan tidak sama satu sama lain.
Lalu, kenapa orang tua perlu mempertimbangkan tes minat bakat bagi anak? Berikut ini beberapa alasannya:
- Mengenali Potensi Sejak Dini
Pada dasarnya, setiap anak memiliki kecenderungan minat dan bakat masing-masing. Ada anak yang senang gambar, musik, aktivitas di lapangan, dan lain-lain. Nah, kalau kita sudah bisa memahami minat dan bakat anak, kita jadi lebih mudah untuk mendampingi proses tumbuh kembang dan persiapan masa depannya. Semakin cepat kita tahu, semakin besar kesempatan anak mendapat stimulasi dan dukungan yang tepat.
- Meningkatkan Motivasi dan Kepercayaan Diri Anak
Anak yang tahu “Ya, ternyata saya unggul di bidang ini” biasanya merasa lebih percaya diri. Sebaliknya, jika anak terus mengikuti jalan yang sama sekali tidak cocok dengan minat dan bakat mereka, mereka bisa merasa frustasi ketika menjalankannya. Nah, adanya tes ini bisa jadi salah satu cara untuk lebih memahami potensi diri anak sehingga mereka bisa lebih percaya diri.
Tapi, perlu dicatat ya HEALMates bahwa tes ini bukanlah solusi tunggal. Jadi, kita tidak boleh menganggap tes minat dan bakat ini sebagai “Kartu As” yang menentukan seluruh hidup anak. Sebaliknya, tes ini hanya jadi salah satu sarana untuk menguatkan langkah dalam menentukan cara pendampingan yang tepat bagi anak sesuai dengan kecenderungannya.
Bagaimana Cara Memilih Tes yang Tepat?
Dalam memilih tes minat dan bakat anak, kita tidak boleh sembarangan ya, HEALMates. Sebab, sedikit banyak ini akan mempengaruhi langkah kita dalam memastikan tumbuh kembang anak sesuai dengan potensi mereka. Oleh karena itu, berikut ini ada beberapa tips yang mungkin bisa HEALMates terapkan untuk memilih tes yang tepat bagi anak.
- Pastikan lembaga atau psikolog yang melakukan tes punya kredibilitas dan metode yang jelas.
- Lihat jenis hasil yang diberikan dan tidak sekadar “Anda tipe ini” tetapi juga rekomendasi tindakan nyatanya, seperti rekomendasi aktivitas apa yang bisa dilakukan dan bagaimana cara orang tua mendukung anak.
- Pastikan anak merasa nyaman saat proses tes berlangsung dan tidak merasa ditekan atau terpaksa.
- Gunakan hasil tes sebagai alat bantu dan bukan diktat. Kita harus tetap memberi anak ruang untuk mengeksplorasi diri dan menangkap setiap perubahan.
Jadi, apakah tes minat bakat anak ini penting bagi orang tua? Jawabannya, iya. Tes minat dan bakat anak ini bisa jadi “kompas awal” yang sangat membantu orang tua dan anak agar lebih mudah memahami arah potensi dan kecenderungannya. Dengan begitu, anak bisa lebih termotivasi dan orang tua bisa lebih efisien dalam mendampingi. Selain itu, potensi anak juga bisa berkembang secara lebih optimal. (RIW)

