Logo Heal

PHYSICAL HEALTH & SPORT

Physical Health & Sport

Efek Diselingkuhi Melemahkan Jantung? Ini Faktanya

Efek Diselingkuhi Melemahkan Jantung? Ini Faktanya

Oleh :

HEALMates, siapa yang pernah merasa sakit hati sampai dada terasa sesak?
Rasa sakit akibat dikhianati oleh orang yang kita cintai memang nggak cuma  terasi di hati, tapi juga bisa terasa secara harfiah di jantung kita. Banyak orang bilang, bahwa hatinya hancur. Padahal rasa sakit sesak itu sarangnya ada di jantung. Mari kita bahas bareng-bareng, bagaimana efek diselingkuhi bisa benar-benar mempengaruhi kesehatan jantung.

Ketika Dikhianati, Tubuh Bereaksi Seperti Terluka Fisik

Saat seseorang diselingkuhi, tubuh merespons seperti sedang menghadapi ancaman besar. Lonjakan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin meningkat tajam. Dua hormon ini sebenarnya berguna untuk bertahan atau lari dari bahaya. Namun, ketika kadar stres itu berlangsung lama, dampaknya bisa sangat serius untuk jantung.

Menurut Robles dan Kiecolt-Glaser (2022) dalam Psychosomatic Medicine, stres dalam hubungan (termasuk konflik dan pengkhianatan) bisa mengganggu sistem endokrin, kardiovaskular, dan imun tubuh. Artinya, stres emosional tidak hanya membuat kesusahan tidur, tapi juga memperberat kerja jantung.

Kadar kortisol yang terus tinggi bisa membuat tekanan darah meningkat, pembuluh darah menegang, dan jantung berdetak lebih cepat. Kalau dibiarkan lama-lama, hal ini berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung koroner atau bahkan serangan jantung.

 

Broken Heart Syndrome

Ada kondisi medis nyata bernama Takotsubo Cardiomyopathy, atau sering disebut Broken Heart Syndrome. Kondisi ini terjadi ketika stres emosional ekstrem. Misalnya seperti kehilangan pasangan, diselingkuhi, atau perceraian. Efeknya yaitu menyebabkan jantung melemah sementara. Menurut berbagai laporan medis, orang dengan sindrom ini biasanya mengalami gejala mirip serangan jantung. Mulai dari nyeri dada, sesak napas, dan kelelahan berat. Tapi setelah diperiksa, tidak ada penyumbatan di pembuluh darah. Penyebabnya? Respons tubuh terhadap stres emosional yang sangat kuat. Meskipun biasanya bisa pulih dalam beberapa minggu, kondisi ini jadi pengingat nyata bahwa “sakit hati” memang bisa memberikan efek berupa jantung drop. 

Diselingkuhi Bisa Berdampak pada Kesehatan Kronis

Sebuah studi dari Hoy & Oh (2024) yang dimuat dalam Journal of Social and Personal Relationships meneliti efek jangka panjang perselingkuhan terhadap kesehatan. Hasilnya mereka yang pernah diselingkuhi lebih rentan mengalami penurunan kesehatan kronis, termasuk masalah metabolik dan kardiovaskular, dibanding mereka yang tidak mengalami pengkhianatan. Efeknya bahkan lebih besar pada kelompok berpenghasilan rendah dan minoritas etnis. Artinya, kondisi sosial dan dukungan lingkungan juga mempengaruhi seberapa kuat seseorang mampu “bertahan” dari trauma emosional tersebut. Para peneliti menjelaskan, tekanan batin karena dikhianati bisa memicu peradangan kronis di tubuh akibat stres berulang. Dan peradangan inilah yang menjadi pemicu banyak penyakit jantung dan pembuluh darah.

Menurut WebMD Health News (2024), perselingkuhan memicu reaksi tubuh serupa dengan trauma psikologis berat. Saat seseorang mengetahui dirinya dikhianati, sistem saraf simpatis langsung aktif: detak jantung meningkat, tekanan darah naik, napas cepat, dan pencernaan melambat.

Jika stres ini berlangsung lama tanpa pengelolaan yang tepat, maka stres akut bisa berubah menjadi stres kronis.Stres kronis inilah yang menjadi pintu masuk berbagai penyakit, termasuk hipertensi, gangguan irama jantung, dan stroke. Kondisi ini semakin berat ketika korban perselingkuhan menahan emosi, memendam marah, atau menolak mencari bantuan profesional. Jadi, bukan hanya hati yang tersakiti, tapi juga sistem tubuh yang pelan-pelan rusak.

 

Bagaimana Menjaga Jantung Setelah Diselingkuhi?

Kabar baiknya, HEALMates, jantung punya kemampuan luar biasa untuk pulih. Dengan syarat  kita tahu cara merawatnya, baik secara fisik maupun emosional.

Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan jika sedang dalam masa pemulihan dari pengkhianatan cinta:

  1. Izinkan Diri Merasakan Sakit.
    Jangan buru-buru kembali merasa kuat. Biarkan diri menangis, marah, atau kecewa. Emosi yang diakui justru lebih mudah sembuh dibanding yang ditekan.

  2. Batasi Kontak dengan Pelaku.
    Memberi jarak bukan berarti kamu lemah, tapi bentuk self-protection. Ini memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk tenang.

  3. Carilah Dukungan.
    Cerita pada teman, keluarga, atau profesional kesehatan mental bisa membantu menurunkan kadar stres dan kortisol.

  4. Rutin Berolahraga.
    Aktivitas fisik membantu menyeimbangkan hormon stres dan meningkatkan endorfin, yang baik untuk jantung.

  5. Tidur Cukup dan Makan Bergizi.
    Kedengarannya klise, tapi tidur yang cukup membantu tubuh memulihkan diri secara hormonal, termasuk melindungi fungsi jantung.

  6. Pertimbangkan Terapi.
    Psikoterapi atau konseling bisa membantumu memproses trauma emosional, terutama jika gejala stres sudah mulai mempengaruhi fisik (seperti nyeri dada, detak jantung cepat, atau insomnia berat).

Dikhianati memang menyakitkan, tapi bukan berarti kamu harus patah selamanya. Perasaan dan tubuh memiliki koneksi kuat. Stres emosional seperti diselingkuhi bisa menurunkan kesehatan jantung lewat mekanisme biologis yang nyata. Mulai dari hormon stres, peradangan, hingga tekanan darah tinggi. Namun, dengan pengelolaan emosi yang sehat, dukungan sosial, dan gaya hidup seimbang, efek itu bisa diminimalkan. Jadi, kalau kamu pernah diselingkuhi, jangan merasa lemah karena terluka. Tubuhmu sedang bereaksi wajar terhadap kehilangan besar. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kamu merawat diri agar hati (dan jantungmu) bisa berdetak dengan tenang lagi.

Bagikan :
Efek Diselingkuhi Melemahkan Jantung? Ini Faktanya

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa