Logo Heal

MENTAL HEALTH

Mental Health

Kenapa Orang yang Sudah Punya Pasangan Terlihat Lebih Menarik? Ini Penjelasan Psikologinya!

Kenapa Orang yang Sudah Punya Pasangan Terlihat Lebih Menarik? Ini Penjelasan Psikologinya!

Oleh :

HEALMates, Pernah nggak sih kamu merasa seseorang justru terlihat lebih menarik setelah tahu kalau dia sudah punya pasangan? Tenang, kamu nggak sendirian. Fenomena ini ternyata cukup sering terjadi dan punya akar psikologis yang menarik untuk kita bahas.

Yuk, kita selami bersama. Bukan untuk menghakimi apalagi membenarkan, tapi untuk memahami. Karena setiap rasa, sekecil apapun, selalu ada cerita di baliknya.

  • Efek Sudah Dipilih dan Nilai Sosial

Saat melihat seseorang sudah punya pasangan, secara tidak sadar otak kita membaca sinyal sosial bahwa dia layak dipilih. Profesor Scott Stanley dari University of Denver menjelaskan bahwa status sudah memiliki pasangan bisa meningkatkan persepsi nilai seseorang di pasar asmara. Kata Stanley, “Fakta bahwa seseorang sudah berada dalam hubungan menunjukkan bahwa mereka punya nilai tertentu di mata orang lain.

Ibarat properti nih HEALMates, rumah biasa di lingkungan populer bisa terasa lebih menarik daripada rumah bagus di tempat sepi peminat. Begitu juga dengan manusia. Ketika seseorang sudah dipilih, otak kita menilai mereka lebih berharga. Bukan karena fisik atau perilaku mereka berubah, tapi karena adanya pembuktian sosial (social proof) bahwa mereka layak diperjuangkan.

  • Efek Scarcity (yang Langka Terasa Lebih Berharga)

HEALMates, pernah dengar pepatah “yang sulit didapat justru makin dicari”?
Fenomena ini disebut scarcity effect. Ketika sesuatu atau seseorang tampak tidak tersedia, otak kita justru menilai nilainya lebih tinggi. Seseorang yang sudah punya pasangan otomatis menjadi tidak tersedia, dan justru itu yang membuat mereka tampak eksklusif. Layaknya barang limited edition dalam dunia emosi kita.

  • Gaya keterikatan dan rasa aman semu

Nah, ini bagian yang agak dalam. Stanley juga menemukan bahwa sebagian orang yang tertarik pada mereka yang sudah berpasangan cenderung punya gaya keterikatan menghindar (avoidant attachment). Mereka takut kehilangan kemandirian, tapi di sisi lain juga butuh kedekatan. Maka, jatuh cinta pada orang yang sebenarnya tidak sepenuhnya tersedia terasa lebih aman. Alasannya karena tidak menuntut komitmen besar. Seolah-olah ada cinta, tapi dengan jarak yang terkendali.

  • Rasa kurang layak dan trauma masa kecil

Beberapa psikolog menyebut, ketertarikan pada orang yang sudah punya pasangan bisa juga berasal dari rasa kurang layak yang terbentuk sejak kecil. Ketika seseorang tumbuh dalam situasi di mana mereka sering merasa tidak cukup atau tidak dipilih, maka secara tidak sadar mereka akan tertarik pada situasi yang bisa membuktikan nilai dirinya.
Contohnya, “Kalau aku berhasil membuat dia yang sudah punya pasangan tertarik padaku, berarti aku berharga.”
Padahal, di balik dorongan itu sering tersimpan luka lama yang belum sembuh.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa sebagian orang justru terpicu oleh sensasi menang atau tantangan. Daya tariknya bukan pada orangnya, tapi pada proses mendapatkan seseorang yang tampak mustahil. Dalam konteks evolusi, ini disebut mate-copying. Kondisi ketika seseorang tampak lebih menarik karena telah dipilih oleh orang lain. Namun, HEALMates, kita tahu bahwa tidak semua tantangan layak dijadikan permainan hati.

Apa kata penelitian?

Penelitian terbaru dari Eugene Tartakovsky TAHUN 2023 menemukan bahwa nilai-nilai seseorang memengaruhi cara mereka memilih pasangan. Mereka yang terlalu menonjolkan nilai-nilai kesenangan (excitement values). Contohnya seperti emosi, kesenangan, dan seksualitas. Orang dengan kecenderungan seperti itu akan lebih mudah melakukan perselingkuhan. Menariknya, dalam eksperimen yang melibatkan 80 partisipan berusia 17–48 tahun, daya tarik pria berwajah menarik justru menurun ketika dibarengi dengan nilai-nilai kesenangan. Artinya, daya tarik tidak hanya soal fisik, tapi juga soal nilai yang kita tunjukkan kepada dunia.

 

Apa yang bisa kita pelajari dari semua ini?

HEALMates, ternyata rasa tertarik pada yang sudah punya bukan hanya soal rasa suka semata. Ada faktor sosial, emosional, bahkan luka batin yang mungkin ikut berperan. Dan kabar baiknya, semua itu bisa kita sadari dan ubah . Coba tanyakan pada diri sendiri:

“Apakah saya tertarik karena dia menarik, atau karena saya ingin merasa cukup dan layak?”

Kalau jawabannya kedua, itu bukan salahmu. Itu sinyal bahwa hatimu sedang minta disembuhkan.

 

Langkah kecil untuk hubungan yang lebih sehat

Berikut beberapa hal yang bisa kamu mulai lakukan, HEALMates:

  1. Sadari motivasimu. Refleksikan kenapa kamu tertarik pada seseorang.
  2. Bangun rasa cukup dalam diri. Validasi dirimu tanpa perlu pembuktian dari orang lain.
  3. Hormati batasan. Orang yang sudah berkomitmen berhak atas kedamaian relasinya.
  4. Fokus pada koneksi yang sehat. Cinta yang baik tidak perlu sembunyi-sembunyi.
  5. Berani refleksi dan mencari bantuan profesional jika pola ini berulang.

HEALMates, kadang ada rasa suka datang tanpa diundang. Namun, keputusan akhir tetap di tangan kita. Mari belajar mengenali akar di balik rasa, agar kita tidak terus terjebak dalam pola yang menyakitkan. Karena Tidak semua yang tampak berharga harus dimiliki, dan tidak semua rasa harus diikuti.

Bukankah Tuhan sudah menyiapkan kisah terbaik pada waktunya?

Kadang kita hanya perlu menenangkan hati, agar bisa melihat cinta yang datang tanpa merebut. Cinta yang membawa tenang, bukan gelisah.

Bagikan :
Kenapa Orang yang Sudah Punya Pasangan Terlihat Lebih Menarik? Ini Penjelasan Psikologinya!

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa