Hai HEALMates, kali ini kita akan membahas sebuah topik yang sangat dekat dengan kita namun jarang disadari, Love Bombing dan Gaslighting pada Narcissist saat ketahuan selingkuh.
Kalau kamu pernah berhadapan dengan pasangan yang ketahuan selingkuh, lalu mendadak berubah jadi orang paling romantis di dunia, kasih janji manis, kirim hadiah mewah, atau memohon-mohon dengan dalih “Aku gak bisa hidup tanpa kamu”, mungkin kamu harus hati-hati. Itu bisa jadi love-bombing ya, HEALMates. Jadi, ketika kamu mulai menanyakan bukti, dia malah memutarbalikkan fakta dan akhirnya bikin kamu ragu sama ingatanmu sendiri. Yep, itu namanya gaslighting.
Dua taktik ini sering dipakai orang dengan pola narsistik untuk mengendalikan situasi sehingga mereka bisa mengamankan posisinya setelah ketahuan bermain di belakang. Nah, agar kita lebih aware terhadap kesehatan mental, yuk bahas bagaimana love-bombing dan gaslighting bekerja dan apa yang bisa kamu lakukan untuk melindungi diri.
Kenapa Narcissist Memakai Dua Jurus Ini?
Dikutip dari sebuah jurnal yang ditulis oleh Paroma Mitra, Tyler J. Torrico, dan Dimy Fluyau, Narcissistic Personality Disorder (NPD) adalah sebuah gangguan psikologis yang ditandai oleh pola grandiositas. Orang-orang NPD biasanya butuh kekaguman berlebih dan kurang empati. Nah, pada konteks perselingkuhan, orang-orang NPD biasanya membutuhkan dua hal utama yakni validasi dan kendali. Jadi, saat ketahuan selingkuh, love-bombing dan gaslighting seolah jadi toolkit penyelamat untuk mengendalikan situasi mereka.
- Love-bombing memulihkan supply akan validasi baik berupa kekaguman/ pujian. Strategi ini biasanya dilakukan dengan cara membanjiri pasangan pakai perhatian, hadiah, pengakuan cinta, bahkan rencana masa depan yang super berlebihan. Bagi NPD, cara ini adalah langkah yang tepat untuk mengikat dan menenangkan kembali “korbannya”.
- Gaslighting seringkali jadi langkah untuk memulihkan kendali. Biasanya, korbannya akan merasa meragukan diri sendiri, meragukan penilaian sendiri, dan pada akhirnya menyerah lalu mengikuti kemauan NPD lagi.
Dalam laman PsyPost-Psychology News bahkan dijelaskan bahwa beberapa orang dengan ciri narsistik cenderung menganggap selingkuh “bukan masalah besar.”
Love-Bombing: Tampak Manis tapi Penuh Kendali
Ada banyak bentuk love-bombing yang mungkin bisa HEALMates jadikan referensi agar tidak terjebak pada hubungan yang salah.
- Pujian berlebihan dan intensitas perasaan yang terlalu cepat. Misalnya, “Walaupun baru pertama ketemu, tapi aku yakin banget kamu soulmate aku.”
- Hadiah mewah yang terkesan berlebihan.
- Chat atau telepon yang terus-terusan meminta komitmen cepat, seperti mendesak pernikahan padahal belum lama menjalin hubungan.
- Mencoba mengisolasi pasangan, misalnya “Jangan dengerin temanmu, mereka tuh iri.”
Menurut pakar psikologi, semua hal ini disebut sebagai sebuah taktik manipulatif yang menyaru jadi romansa.
Nah, kalau konteksnya “ketahuan selingkuh”, love-bombing biasanya muncul seperti dalam bentuk seperti:
- Permintaan maaf berkali-kali diiringi dengan berbagai hadiah, mulai dari bunga, liburan dadakan, atau “kado perdamaian.”
- Janji akan berubah namun sangat hiperbolik. Contohnya: “Aku akan jadi orang baru mulai sekarang.”
- Role reversal romantik atau kondisi di mana pelaku justru menempatkan dirinya sebagai “pejuang cinta” yang berusaha keras mempertahankan hubungan, padahal fokusnya memadamkan kecurigaan korban. Hmm…
Gaslighting: Memutarbalikkan Fakta sehingga Kita Ragu pada Diri Sendiri
Dalam kamus American Psychological Association (APA), gaslighting adalah sebuah upaya manipulasi psikologis yang membuat orang meragukan realitasnya sendiri, apakah ia salah ingat, “terlalu sensitif,” atau “gila”. Kita jadi mempertanyakan kebenaran yang sudah kita miliki. Biasanya, pola gaslighting kalau ketahuan selingkuh antara lain”
- Penolakan total: “Itu bukan aku,” “Itu cuma teman lama.”
- Meremehkan bukti: “Chat itu cuma bercanda doang,” “Ah, kamu lebay.”
- Membalik kesalahan: “Kamu yang bikin aku kesepian, makanya aku cari teman ngobrol.”
- Confuse dan conquer: Menghadirkan versi cerita berlapis-lapis yang akhirnya membuatmu lelah dan menyerah.
Nah, taktik ini sangat berbahaya ya, HEALMates. Sebab, kamu bisa jadi nggak percaya sama diri sendiri serta mudah dikendalikan oleh pelaku.
Apa yang Harus Dilakukan?
Romantis dalam sebuah hubungan itu perlu ya, HEALMates. Tapi, romantis yang sehat. Contohnya, menghargai batasan, tidak terburu-buru, tidak mengisolasi, terbuka pada pasangan, dan lain-lain. Kalau love-bombing, romantisnya cenderung cepat dan berlebihan. Biasanya, hadiah-hadiah yang diberikan jadi alat tawar.
Pertanyaannya adalah apa yang bisa kamu lakukan agar tidak jadi korban NPD dengan love-bombing dan gaslighting?
- Cobalah untuk sejenak menahan diri mengambil keputusan besar saat hatimu sedang dipenuhi badai emosi. Kalau bisa, jangan dulu menerima hadiah mahal, pindah rumah, atau rencana “komitmen ulang” saat kamu baru mendapati pasangan kamu ketahuan selingkuh.
- Dokumentasikan bukti dan percakapan, catat tanggal, dan simpan chat/email. Ini bukan untuk “balas dendam,” tapi agar buktimu kuat jadi saat pasanganmu mengeluarkan strategi gaslighting, kamu bisa menunjukkan bukti itu.
- Cobalah untuk menguji konsistensi pasanganmu dan beri batasan yang jelas.
- Kembalikan dukungan sosialmu, baik dengan teman maupun keluarga. Sebab, biasanya love-bombing sering mencoba mengisolasi kamu agar kamu akan tetap ada dalam kendalinya.
- Pelajari red flags NPD tanpa mendiagnosis sembarangan. Ingat ya HEALMates, diagnosis resmi hanya dari profesional. Namun, kamu bisa mengenali pola grandiositasnya, mulai dari butuh validasi berlebih dan kurang empati. Dengan begitu, kamu bisa menyusun strategi batasan.
Meski demikian, perlu dicatat bahwa nggak semua orang yang selingkuh adalah “narcissist” ya, HEALMates. Kalau kamu butuh kepastian tentang kondisi pasanganmu, ada baiknya kamu menemui tenaga profesional kesehatan mental. (RIW)

