HEALMates pernah dengar istilah independent woman?
Istilah ini biasa dipakai untuk menggambarkan perempuan yang mandiri, sukses, berpendidikan, punya karier cemerlang, dan berpenampilan penampilan menarik. Tapi ironisnya, di balik semua kelebihan itu, banyak perempuan tipe ini yang justru mengalami pengkhianatan dalam hubungan.
Kok bisa, seseorang yang sempurna justru diselingkuhi?
Jawabannya ternyata bukan sekadar karena pasangan kurang bersyukur. Dalam psikologi sosial, fenomena ini punya akar yang lebih dalam. Semua ini berkaitan dengan ego , maskulinitas, dan rasa takut kehilangan peran di dalam hubungan.
HEALMates, mari kita coba menelusuri alasannya. Bukan untuk menyalahkan siapapun, tapi agar kita bisa melihat sisi lain dari hubungan yang tak selalu dibangun di atas rasa setara. Berikut beberapa alasan mengapa perempuan mandiri justru rentan mengalami pengkhianatan dalam hubungan:
1. Ego pria yang merasa kehilangan peran
Penelitian dari Christin Munsch, seorang sosiolog dari Cornell University, menemukan bahwa pria yang penghasilannya lebih rendah daripada pasangannya cenderung lebih rentan berselingkuh. Alasannya karena mereka merasa kehilangan peran tradisional sebagai penyedia utama atau pencari nafkah utama dalam keluarga. Dalam budaya yang masih menanamkan anggapan bahwa laki-laki harus lebih berdaya, situasi di mana perempuan justru lebih sukses bisa membuat sebagian pria merasa kecil. Biasanya keadaan tersebut berjalan tanpa disadari. Untuk menegakkan kembali harga dirinya, beberapa dari mereka mencari validasi dari luar hubungan karena mereka merasa tidak cukup berdaya. Padahal, mungkin perempuan berkarir pun karena ingin pendidikannya bermanfaat memiliki pendapatan tambahan untuk dana darurat. Jika disikapi dengan baik, perekonomian keluarga justru akan stabil.
2. Ketidakseimbangan kekuatan dalam hubungan
Kata kekuatan di sini bukan berarti kekerasan, melainkan posisi pengaruh. Siapa yang lebih menentukan arah dan keputusan dalam hubungan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa saat seseorang merasa kekuasaannya berkurang atau tak lagi dominan, muncul kebutuhan untuk mengembalikan kendali. Salah satu caranya, meskipun salah, adalah lewat perselingkuhan.
Pada pasangan yang sama-sama sukses dan punya pendapat kuat, ketidakseimbangan ini bisa makin terasa jika komunikasi emosional tidak terjalin dengan baik. Hubungan sehat butuh keseimbangan antara rasa dihormati dan dihargai, bukan siapa yang lebih unggul atau berkuasa.
3. Keberhasilan perempuan memicu rasa tidak aman
Keberhasilan seorang perempuan bisa menjadi cermin bagi pasangannya. Sebaiknya dijadikan jarang refleksi bukan kompetisi. Sayangnya, tidak semua orang mampu bercermin dengan jujur. Sebagian pria mungkin melihat kesuksesan pasangannya bukan sebagai kebanggaan, tapi sebagai ancaman terhadap egonya. Saat rasa tidak aman itu tumbuh, ego mencari pelarian. Mereka ingin merasa di atas angin lagi, dan salah satu cara tercepat. meskipun menyakitkan, mencari perhatian dari orang lain yang bisa membuatnya merasa lebih dibutuhkan. Baik secara pengaruh maupun penghasilan. Tidak heran orang ketiga disini biasanya lebih rendah status sosialnya.
4. Kurangnya kedekatan emosional
Perempuan mandiri biasanya punya ritme hidup yang cepat. Ia lebih sibuk, produktif, dan penuh tanggung jawab. Namun, disisi lain pasangan yang kurang matang emosinya bisa menafsirkan kesibukan itu sebagai jarak. Perempuan akan terlihat tidak membutuhkan sosok pria lagi di hidupnya. Padahal sebenarnya, perempuan mandiri hanya sedang menjalani perannya sebaik mungkin. Tapi kesalahpahaman kecil itu, jika tak segera dibicarakan, bisa tumbuh menjadi tembok besar di antara mereka.
5. Citra perempuan kuat sering disalahpahami
Perempuan yang percaya diri seringkali dilihat seolah tidak butuh siapa pun. Padahal di balik senyum yang tegar, tetap ada hati yang butuh dipeluk, butuh ruang aman untuk bersandar. Sayangnya, sebagian pasangan justru menjauh karena merasa tidak lagi dibutuhkan. Mereka lupa bahwa kekuatan sejati seorang perempuan tidak berarti menolak dukungan. Hanya saja, ia ingin dicintai tanpa harus diperlakukan lebih lemah dan lebih kecil. Ia ingin dicintai di versinya yang pekerja keras.
HEALMates, untukmu yang merupakan independent woman. Baik yang sudah menikah, sedang memperjuangkan hubungan, atau baru belajar membuka hati.
Ingatlah………..
Kemandirianmu bukan kutukan, tapi anugerah.
Keberhasilanmu bukan ancaman, tapi cahaya.
Jangan pernah mengecilkan sinarmu agar orang lain nyaman di sampingmu.
Orang yang tepat tidak akan silau melihatmu bersinar justru ia akan berdiri di sampingmu, bukan di bayangmu.
Karena pada akhirnya, cinta yang sehat bukan tentang siapa yang butuh siapa, melainkan tentang dua orang yang saling memilih meski keduanya sama-sama kuat.


