Logo Heal

ART, MONEY & TECHNOLOGY

Art, Money & Technology

Dampak Perselingkuhan Finansial pada Keharmonisan Rumah Tangga 

Dampak Perselingkuhan Finansial pada Keharmonisan Rumah Tangga

Oleh :

“Kerusakan terbesar tak selalu muncul dari hal besar, tapi terkadang dari satu kebohongan kecil yang berulang-ulang.”

Pada banyak hubungan, perselingkuhan finansial sering muncul bukan sekadar karena adanya niat jahat, tapi juga dari kebohongan-kebohongan kecil yang tampak sepele. Awalnya mungkin sebatas rahasia kecil seperti, uang lembur yang disimpan sendiri, punya cicilan tanpa sepengetahuan pasangan, atau punya rekening lain di luar rekening yang diketahui suami atau istri. 

Sebuah kebohongan kecil ini dimulai dengan dalih “nanti juga akan aku kasih tahu”. Tapi seiring berjalannya waktu, lambat laun kebohongan itu semakin menjalar hingga akhirnya menggerogoti kepercayaan yang menjadi pondasi utama sebuah rumah tangga.

Faktanya, perselingkuhan bukan hanya tentang berpindahnya hati ke wanita atau laki-laki lain. Ada juga kebohongan finansial yang bisa berdampak pada keharmonisan rumah tangga. Yuk, kita ulas selengkapnya dalam artikel berikut ini. 

Awalnya Bukan Tentang Uang

“Cuma seratus ribu, masa harus dilaporin juga?” Kalimat sederhana, tapi di baliknya bisa tersembunyi percikan api yang pelan-pelan membakar kepercayaan. Banyak dari kita mengira keharmonisan rumah tangga hanya goyah karena cinta yang lari ke orang lain. Padahal, di balik banyak pasangan yang tampak baik-baik saja, ada bentuk perselingkuhan lain yang jauh lebih diam, lebih lembut, tapi tak kalah menyakitkan, perselingkuhan finansial. 

Ini bukan tentang siapa tidur dengan siapa. Ini tentang siapa menyimpan uang di mana, siapa yang diam-diam punya utang, siapa yang menutup rekening tabungan tanpa bilang-bilang, dan lain-lain. Seperti kebanyakan perselingkuhan lain, semuanya dimulai dari hal kecil, kebohongan ringan yang katanya “buat kebaikan”, tapi akhirnya jadi kebiasaan.

Apa Itu Perselingkuhan Finansial?

Secara sederhana, perselingkuhan finansial (financial infidelity) adalah segala bentuk penyembunyian, kebohongan, atau manipulasi keuangan terhadap pasangan. Bentuknya bisa macam-macam, HEALMates. Seperti menyembunyikan penghasilan tambahan, membuka rekening rahasia, mengambil utang tanpa sepengetahuan pasangan, sampai berbohong soal harga barang yang dibeli.

Menurut survei National Endowment for Financial Education (NEFE) di Amerika, ada sebanyak 41% orang dewasa yang mengelola keuangan bersama pasangannya mengaku pernah melakukannya, entah sekali atau berkali-kali. Bahkan, lebih dari separuh (53%) menyadari bahwa mereka pernah melakukan tindakan tersembunyi soal uang begitu daftar perilakunya dibacakan.

Kalau dibawa ke konteks Indonesia, isu ini juga mulai terasa relevan. Sebuah artikel di Periskop.id (2025) menyebut bahwa sekitar 40% pasangan di Indonesia pernah merahasiakan hal keuangan dari pasangannya, dan ternyata kelompok milenial jadi yang paling banyak melakukannya lho, HEALMates. Entah karena takut dimarahi, ingin punya “uang cadangan”, ingin punya uang untuk keluarga sendiri, atau sekadar tidak nyaman terbuka sepenuhnya.

Tapi kalau kita coba jujur, dalam rumah tangga memang tidak semua kebohongan lahir dari niat jahat. Kadang, seseorang hanya ingin punya ruang pribadi atau merasa tak enak untuk jujur soal pengeluaran yang dianggap tidak penting. Masalahnya, justru di situlah akar retakannya tumbuh dan nggak disadari. 

Uang dan Cinta seperti Hubungan yang Rumit

Uang itu bukan sekadar alat tukar, tapi juga simbol kekuasaan, kepercayaan, bahkan kasih sayang. Setuju nggak, HEALMates? Dalam sebuah hubungan, uang sering kali jadi cermin dari seberapa besar kita mempercayai pasangan. Bagi sebagian orang, berbagi uang juga berarti membuka seluruh sisi diri. Ketika kamu bilang, “Ini gaji saya, ayo atur bersama,” sebenarnya kamu sedang bilang, “Saya percaya sama kamu.” Jadi, ketika salah satu mulai menyembunyikan, meski cuma sedikit, itu terasa seperti pengkhianatan kecil.

Misalnya, “Aku cuma ambil sedikit dari tabungan buat beli HP baru. Kan nanti juga aku ganti.” Kalau dicermati lagi, masalahnya tentu bukan terletak pada di HP-nya, tapi di “Nggak bilangnya”. Karena dari situ, pasanganmu mulai berpikir, “Kalau soal ini aja disembunyikan, apa lagi yang aku nggak tahu?”

Nah, dari sinilah hubungan mulai berubah arah. Percakapan soal masa depan tergantikan dengan rasa curiga. Rencana menabung bersama berubah jadi perdebatan siapa yang paling boros. Bukan nggak mungkin jika cinta yang tadinya penuh kompromi akan berubah jadi catatan akuntansi yang penuh kecurigaan.

Banyak pasangan yang akhirnya memilih diam. Mereka tetap bersama, tapi hubungan berubah jadi sekadar kontrak fungsional. Hidup berjalan, tapi hangatnya hilang. Di titik inilah, uang bukan sekadar penyebab masalah, tapi juga jadi simbol dari jarak yang tumbuh di antara dua orang yang dulunya saling percaya.

Dampak pada Keharmonisan Rumah Tangga

Dampak dari perselingkuhan finansial tak selalu datang dalam bentuk “uang habis” atau “aset hilang”. Terkadang, kerusakan yang paling dalam justru muncul di tempat yang tak terlihat, yaitu di hati dan kepercayaan.

Menurut riset dalam Journal of Financial Therapy, pasangan yang mengalami financial infidelity memiliki tingkat kepuasan pernikahan dan kebahagiaan yang jauh lebih rendah dibanding mereka yang terbuka soal uang. Mereka lebih sering bertengkar, lebih jarang berbicara soal masa depan, dan lebih mudah merasa sendirian meski masih tinggal serumah.

Dalam konteks masyarakat kita, ini bisa kita lihat dari beberapa hal seperti:

  • Diam-diam ngatur sendiri.
  • Suami yang punya rekening terpisah untuk “cadangan pribadi” tanpa sepengetahuan istri.
  • Istri yang mengambil cicilan online untuk kebutuhan rumah tapi tidak bilang karena takut dimarahi.
  • Pasangan yang diam-diam menjual aset kecil keluarga demi melunasi utang pribadi.

Sekilas tampak “biasa saja”, tapi setiap rahasia itu menumpuk jadi jurang komunikasi. Lama-lama, bukan cuma uang yang disembunyikan, tapi juga perasaan. Di titik ini, keharmonisan bukan cuma soal “masih cinta” atau tidak. Tapi juga soal “masih percaya” atau tidak. Karena tanpa kepercayaan, rumah tangga berubah jadi dua orang yang sekadar hidup bersama sambil menutupi catatan transaksi masing-masing.

Itulah dampak perselingkuhan finansial pada keharmonisan rumah tangga ya, HEALMates. Semoga hal ini tidak terjadi pada kita dan pasangan kita, ya. Selalu jaga kepercayaan dan keterbukaan kepada pasangan, terutama dalam hal finansial ya, HEALMates. Sebab, sejatinya rumah tangga dibangun dari kepercayaan dua orang yang saling menguatkan. (RIW)

Bagikan :
Dampak Perselingkuhan Finansial pada Keharmonisan Rumah Tangga

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa