Logo Heal

ART, MONEY & TECHNOLOGY

Art, Money & Technology

Kenapa Banyak Pengguna Masih Merindukan Jack Headphone di iPhone? Ini Penjelasannya

Kenapa Banyak Pengguna Masih Merindukan Jack Headphone di iPhone? Ini Penjelasannya

Oleh :

Pada 2016 lalu, Apple membuat keputusan yang kontroversial dengan menghapus jack headphone 3,5 mm dari iPhone 7. Alasan resminya cukup sederhana, perusahaan ingin membuka ruang bagi teknologi baru, meningkatkan ketahanan air, dan mendorong pengguna ke ekosistem nirkabel. Namun, bagi banyak orang yang lebih suka kesederhanaan, keputusan Apple ini terasa seperti menghilangkan sesuatu yang sudah menjadi bagian dari keseharian. 

Setelah hampir satu dekade berlalu, rupanya masih banyak pengguna yang mengaku rindu dengan jack headphone meski AirPods dan TWS (True Wireless Stereo) sudah mendominasi pasar. Mereka rindu pada sesuatu yang kecil, sederhana, tapi fungsional. 

Banyak pengguna justru merasa kehilangan sesuatu yang sederhana namun sangat melekat pada gaya hidup mereka. Kenapa hal ini bisa terjadi? Yuk HEALMates, kita bahas lebih lengkap dalam artikel berikut ini. 

Jack 3,5 mm Bagian Gaya Hidup

Sebelum era nirkabel mendominasi, jack 3,5 mm seakan menjadi bahasa universal audio. Hampir semua perangkat, mulai dari ponsel, laptop, konsol game, hingga sistem audio mobil, memiliki port ini. Satu pasang earphone bisa dipakai di mana saja tanpa repot memikirkan kompatibilitas. Lebih dari sekadar teknologi, jack headphone juga menyatu dengan gaya hidup. 

HEALMates tentu masih ingat momen-momen sederhana bersama kabel earphone. Banyak dari kita yang memiliki kebiasaan menggulung kabel earphone di saku, saling berbagi musik dengan teman melalui splitter, atau menggunakannya sebagai “tameng” untuk menghindari percakapan di transportasi umum. Hal-hal kecil ini seolah menciptakan ikatan emosional yang sulit digantikan teknologi baru. 

Apple Mendorong Dunia ke Arah Wireless

Ketika Apple menghapus jack 3,5 mm, banyak yang mencibir bahwa langkah ini adalah keputusan sepihak. Namun secara psikologis, perusahaan memang sudah mengetahui cara membentuk kebiasaan baru. Apple tidak sekadar menjual iPhone tanpa jack. Lebih dari itu, mereka memang ingin menghadirkan AirPods sebagai solusi dan ikon status sekaligus standar baru dalam ekosistem Apple.

Secara perlahan, pengguna dipaksa beradaptasi. Tidak ada lagi pilihan selain menggunakan adaptor, earphone lightning, atau beralih ke wireless. Karena Apple memiliki reputasi sebagai trendsetter, produsen smartphone lain pun akhirnya mengikuti jejaknya. Dunia audio semakin berubah dan kabel kian tersisih.

Secara psikologis, langkah ini adalah bentuk behavioral nudging, sebuah dorongan halus yang mengarahkan perilaku konsumen. Apple tahu bahwa sebagian besar orang akan lebih memilih membeli AirPods daripada repot menggunakan adaptor atau earphone lightning yang terbatas kompatibilitasnya.

Kenapa Kabel Earphone Masih Dirindukan?

Meski wireless sudah akrab di telinga kita, namun ada beberapa alasan mendasar mengapa banyak pengguna masih merindukan jack headphone.

1. Kesederhanaan

Kabel lebih user friendly atau mudah digunakan. Tidak perlu pairing, tidak ada delay, tidak ada pesan “battery low”. Banyak orang masih menganggap kabel lebih praktis karena tidak memerlukan perawatan khusus.

2. Stabilitas

Koneksi kabel juga dinilai lebih konsisten. Tidak ada lag audio, tidak terganggu interferensi, dan kualitas suara cenderung lebih stabil, terutama untuk audiophile yang fokus pada detail musik.

3. Murah 

Earphone berkabel jauh lebih murah dibandingkan TWS (True Wireless Stereo). Jika rusak, kita bisa menggantinya tanpa perlu membuat dompet menjerit.

4. Nostalgia dan Kebiasaan

Ada rasa familiar ketika menyambungkan earphone kabel. Psikologinya mirip dengan orang yang masih menyukai buku cetak meski e-book lebih praktis, keterikatan emosional terhadap ritual lama dan perasaan nostalgia. 

Ada dimensi psikologis yang menarik di sini. Kehilangan jack headphone membuat sebagian pengguna merasa kehilangan kendali. Sebelumnya, mereka bisa bebas memilih earphone apa pun. Kini, pilihan itu dipersempit ke produk-produk yang sesuai standar Apple.

Selain itu, ritual sederhana seperti menggulung kabel, mendengar suara klik colokan, atau berbagi earphone, bisa menciptakan memori emosional. Hal-hal kecil ini tidak bisa ditawarkan teknologi wireless. Bagi banyak orang, kabel ini bisa jadi simbol kestabilan di tengah dunia teknologi yang serba cepat berubah.

Keputusan Apple menghapus jack 3,5 mm memang mengubah wajah industri. Kita kini hidup di era audio nirkabel dan sebagian besar pengguna sudah terbiasa. Namun, fakta bahwa banyak orang masih merindukan jack headphone menunjukkan kalau teknologi tidak hanya soal inovasi, tetapi juga soal kebiasaan, emosi, dan kenyamanan psikologis.

Bagi sebagian orang, colokan kecil itu bukan sekadar port audio, tapi pintu sederhana menuju dunia musik, percakapan, dan kenangan. Itulah kenapa meski dunia sudah bergerak maju, jack 3,5 mm tetap punya tempat spesial di hati banyak pengguna iPhone. Kalau HEALMates lebih suka yang mana? (RIW)

Bagikan :
Kenapa Banyak Pengguna Masih Merindukan Jack Headphone di iPhone? Ini Penjelasannya

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa