Logo Heal

ART, MONEY & TECHNOLOGY

Art, Money & Technology

Kenapa Orang Suka Nyawer di TikTok? Ini Faktor Psikologisnya

Kenapa Orang Suka Nyawer di TikTok? Ini Faktor Psikologisnya

Oleh :

HEALMates tentu pernah melihat penonton nyawer di live TikTok dengan gift-gift mahal. Gift atau saweran virtual beterbangan di layar menandakan ramai tidaknya live TikTok seseorang. Ada yang kasih mawar, singa, bahkan kapal pesiar yang jika dirupiahkan harga bikin geleng kepala. 

Pertanyaannya, kenapa sih orang rela nyawer di TikTok? Mengapa mereka rela merogoh kocek dalam–dalam hanya untuk kasih gift ke kreator favoritnya? Fenomena ini sangat menarik kalau dilihat dari sisi psikologi. Pasalnya, saweran ini bukan sekadar “buang-buang uang”, tapi ada alasan emosional, sosial, bahkan ekonomi yang bikin orang betah kasih donasi. 

Agar HEALMates tidak penasaran, yuk kita ulas alasan kenapa orang suka nyawer di TikTok dan faktor psikologisnya!

Alasan Kenapa Orang Suka Nyawer di TikTok

Live TikTok adalah fitur di aplikasi TikTok yang memungkinkan pengguna melakukan siaran video secara langsung kepada para pengikutnya. Aktivitas live ini seperti acara live di televisi, tapi dalam versi digital yang lebih intim dan personal. 

Fenomena nyawer di live TikTok memang tidak terlepas dari berbagai faktor psikologis dan sosial. Di balik aksi sederhana mengirimkan gift digital, tersimpan beragam motivasi yang mendorong penonton untuk melakukannya. Berikut beberapa alasan paling umum kenapa orang suka nyawer di TikTok.

1. Dukungan ke Kreator Favorit

Buat sebagian besar penonton, nyawer adalah cara paling cepat dan nyata untuk menunjukkan dukungan. Kreator yang mereka tonton mungkin bikin konten yang menghibur, memberi informasi, atau sekadar bikin hari-hari jadi lebih seru.

Di dunia nyata, kita bisa kasih tepuk tangan atau beli tiket konser buat dukung artis. Nah, di TikTok, gift digital adalah bentuk “tepuk tangan modern”. Penonton merasa dengan kasih gift, mereka ikut berkontribusi pada perjalanan kreator.

Dari sisi psikologi, ini berkaitan dengan rasa keterikatan (attachment). Ketika kita menyukai seseorang, kita ingin menunjukkan rasa terima kasih atau dukungan dengan cara yang bisa terlihat langsung.

2. Efek Interaksi Instan

Salah satu alasan paling kuat kenapa orang rela nyawer adalah efek instan dari interaksi. Coba bayangin, kamu kasih gift ke seorang kreator dan dalam hitungan detik dia langsung menyebut nama kamu,

“Wah, makasih banget buat Ratih yang udah kasih singa! Kamu the best!”

Momen ini seolah membuat penonton merasa diperhatikan dan dihargai. Dalam psikologi sosial, ini bisa disebut social recognition yang membuat kita merasa eksis ketika ada orang lain yang mengakui keberadaan kita. Jadi, sebenarnya bukan cuma soal memberi, tapi juga soal mendapatkan respon balik yang bikin hati penonton seneng banget.

3. Perasaan Ingin Jadi Bagian Komunitas

Live streaming TikTok bukan cuma hubungan antara kreator dan penonton, tapi juga antara penonton dengan penonton lainnya. Ada vibe seperti sedang nongkrong bareng di satu ruangan virtual. Ketika ada seseorang yang nyawer, biasanya orang lain ikut tergerak. Ada rasa ingin ikut jadi bagian dari komunitas. Bahkan kadang muncul tren “saweran bareng” di mana penonton berlomba kasih gift supaya dianggap “anak tongkrongan” yang solid. Dalam psikologi, ini erat kaitannya dengan need for belonging, sebuah kebutuhan manusia untuk merasa diterima dalam kelompok sosial.

4. Efek Kompetisi dan Status Sosial

Kalau kamu perhatiin, di live TikTok sering ada leaderboard pemberi gift terbesar. Nah, fitur ini bikin saweran berubah jadi ajang kompetisi status sosial. Penonton yang nyawer paling banyak akan muncul di urutan atas, kadang bahkan dapat sorotan khusus dari kreator. Dari sini muncul efek seperti:

  • Gengsi, siapa yang paling loyal dan paling royal.
  • Pengakuan, kreator lebih sering menyebut nama top donatur.
  • Kebanggaan, bisa pamer ke penonton lain kalau “gue pendukung nomor satu.”

5. Kepuasan Memberi Hadiah

Ada rasa kepuasan tersendiri ketika kita memberi sesuatu. Bahkan, beberapa studi psikologi menunjukkan bahwa memberi bisa membuat orang lebih bahagia daripada menerima. Nyawer di TikTok memberi sensasi yang mirip dengan kasih hadiah ke teman atau keluarga. Bedanya, di sini hadiahnya dalam bentuk digital, dan penerimanya bisa langsung kasih respon. Fenomena ini dikenal sebagai “helper’s high” atau kebahagiaan yang muncul setelah membantu atau memberi sesuatu kepada orang lain.

6. Faktor Hiburan dan Emosi Sesaat

Ada juga faktor hiburan yang mendorong keinginan untuk nyawer. Banyak penonton nyawer karena terhanyut suasana live, musik yang seru, obrolan yang interaktif, ditambah dorongan emosional, bisa bikin orang lebih impulsif.

Dalam psikologi perilaku konsumen, ini disebut impulse buying. Bedanya, bukan beli barang, tapi “beli” pengalaman sosial dan emosional. Apalagi kalau kreator pinter bikin challenge, misalnya “Kalau ada yang kasih kapal pesiar, aku joget sampai lagu habis!” Nah, makin seru kan? Jadi, penonton nyawer bukan cuma buat kasih uang, tapi juga buat memicu momen hiburan.

7. FOMO (Fear of Missing Out)

Fenomena FOMO juga berperan besar, lho. Bayangin kamu nonton live, semua orang pada nyawer, layar penuh dengan animasi gift, dan kreator sibuk nyebutin nama donatur. Kalau kamu cuma diem aja, ada perasaan “wah, aku ketinggalan momen.” Jadi, demi nggak merasa out of place, akhirnya banyak penonton ikut-ikutan nyawer. Sebab, seringkali manusia cenderung tidak mau tertinggal dari arus kelompok, apalagi dalam konteks hiburan yang lagi panas.

Bagaimana Perilaku Penonton Memengaruhi Penghasilan Kreator?

Dari sisi kreator, nyawer adalah salah satu sumber penghasilan utama di TikTok. Setiap gift yang masuk akan dikonversi menjadi diamond dan bisa diuangkan. Selain itu, ada juga sistem subscriptions di mana penonton bisa bayar bulanan untuk konten eksklusif. Artinya, semakin loyal dan royal penonton, semakin besar juga peluang kreator dapat penghasilan stabil. Bahkan, ada kreator yang bisa hidup full-time hanya dari nyawer penonton.

Namun di sisi lain, hal ini juga memunculkan pertanyaan, apakah kreator jadi terlalu bergantung pada saweran? Beberapa bahkan sengaja membuat konten “manipulatif” agar penonton terdorong untuk memberikan gift. 

Pada akhirnya, nyawer ternyata bukan cuma tentang uang, tapi juga tentang emosi, interaksi sosial, dan rasa keterhubungan. Fenomena nyawer di TikTok menggambarkan bagaimana psikologi manusia bekerja di dunia digital. Di balik gift dan animasi lucu, ada kebutuhan emosional yang dipenuhi, dihargai, diakui, jadi bagian komunitas, dan tentu saja, ikut berkontribusi dalam perjalanan kreator.

Jadi, kalau lain kali kamu lihat orang nyawer gede-gede di TikTok, jangan buru-buru bilang buang-buang uang. Bisa jadi, itu adalah cara paling nyata bagi mereka untuk memberikan dukungan. (RIW)

Bagikan :
Kenapa Orang Suka Nyawer di TikTok? Ini Faktor Psikologisnya

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa