Generasi Z yang lahir sekitar 1997ā2012 dikenal sebagai digital native. Hampir semua aktivitas mereka bersinggungan dengan internet, mulai dari belanja online, transaksi pakai e-wallet, atau investasi lewat aplikasi. Hidup memang jadi lebih praktis, tapi di balik kemudahan itu ada tantangan besar terutama soal ngatur duit.Ā
Banyak anak muda merasa gampang banget pakai aplikasi keuangan, tapi belum tentu mereka paham risiko dan cara mengelolanya dengan bijak. Bahkan, survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lewat Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) terakhir menunjukkan, literasi keuangan Indonesia meningkat jadi sekitar 66%, sementara inklusi keuangan sudah tembus 80%. Artinya, makin banyak orang, termasuk Gen Z, yang menggunakan produk keuangan, tapi belum tentu paham cara kerjanya.
Oleh karena itu, yuk HEALMates kita bahas lebih dalam mengenai pentingnya literasi keuangan Gen Z dan cara cerdas mengelola keuangan di era digital.Ā
Pentingnya Literasi Keuangan Gen Z
Generasi Z adalah mereka yang lahir dan tumbuh bersama pesatnya perkembangan teknologi. Di satu sisi hal ini dapat membantu generasi ini untuk memanfaatkan banyak produk keuangan. Namun di sisi lain, akses cepat ini juga belum tentu berbanding lurus dengan pemahaman bagaimana agar pengelolaan keuangan bisa dilakukan dengan baik.Ā
Hal inilah yang kemudian mendorong Pemerintah dan otoritas (OJK, BPS, Bank Indonesia) semakin giat menyelenggarakan kampanye literasi keuangan dan edukasi digital. Di sisi swasta, beberapa platform fintech juga telah mulai memasukkan modul edukasi singkat, simulasi risiko, dan peringatan sebelum pengguna mengambil produk kredit.Ā
Selain itu, ada beberapa alasan mendasar mengapa literasi keuangan penting bagi Gen Z.
1. Hidup Mandiri Lebih Cepat
Banyak Gen Z yang sudah mulai kerja sambilan, freelance, atau bahkan buka bisnis online sejak kuliah. Tanpa literasi keuangan, pendapatan yang ada bisa cepat habis karena nggak tahu cara ngatur.
2. Menghindari Utang Konsumtif
Pinjaman online (pinjol) dan layanan buy now pay later (BNPL) gampang banget diakses. Kalau nggak hati-hati, bisa kebablasan sampai utang menumpuk.
3. Persiapan Masa Depan
Gen Z punya banyak cita-cita seperti traveling, punya rumah, sampai investasi jangka panjang. Semua itu butuh perencanaan yang baik. Adanya Literasi keuangan ini bisa jadi kunci agar tujuan bisa tercapai tanpa drama keuangan.
4. Melawan Godaan Belanja Impulsif
Diskon tengah malam, flash sale, atau promosi TikTok Shop sering bikin kantong bolong. Dengan literasi keuangan, Gen Z bisa lebih sadar mana kebutuhan, mana keinginan.
Cara Meningkatkan Literasi Keuangan Gen Z
Literasi keuangan bukanlah teori yang rumit, melainkan keterampilan hidup sehari-hari yang sangat penting bagi Gen Z. Di era serba instan seperti sekarang, uang terasa mudah sekali keluar, tetapi sulit untuk ditahan. Dengan memahami cara mengatur, menyimpan, dan mengembangkan uang, Gen Z dapat lebih siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Berikut ini beberapa cara meningkatkan literasi keuangan Gen Z yang bisa HEALMates lakukan juga secara mandiri.
1. Belajar Bikin Anggaran Pribadi
Buatlah anggaran untuk setiap pengeluaran. Kamu bisa memulainya dari hal yang sederhana, seperti catat pemasukan dan pengeluaran bulanan. Nggak harus ribet, cukup pakai aplikasi budgeting gratis atau spreadsheet. Dengan begitu, kamu tahu uang lari ke mana saja.
2. Biasakan Menabung dan Punya Dana Darurat
Menabung bukan cuma buat beli sesuatu, ya. Lebih dari itu, kita juga perlu menabung untuk sebagai penyangga saat keadaan darurat. Dana darurat ini penting banget, lho HEALMates. Idealnya, kita bisa memiliki dana darurat minimal 3-6 kali pengeluaran bulanan agar lebih aman.
3. Kenalan dengan Investasi Aman
Nggak cuma nabung, investasi juga jadi hal yang sangat penting untuk dilakukan agar nilai uang kita dapat bertumbuh. Jika kamu masih pemula, kamu bisa mulai dari reksa dana pasar uang atau deposito online. Jangan buru-buru ikut tren investasi yang belum dipahami, apalagi yang janji untung besar dalam waktu singkat.
4. Ikut Kelas atau Konten Edukatif
Sekarang banyak banget webinar gratis, kelas online, bahkan konten edukasi di TikTok atau Instagram tentang keuangan. Cobalah untuk memilih sumber yang terpercaya, misalnya dari OJK, Bank Indonesia, atau platform keuangan resmi agar edukasi yang diperoleh lebih valid.
5. Latih Mindset Jangka Panjang
Uang bukan cuma soal hari ini, tapi juga untuk masa depan. Biasakan diri kamu untuk memikirkan tujuan 5-10 tahun ke depan, misalnya mau lanjut studi, punya rumah, atau dana pensiun. Semakin cepat direncanakan, maka akan semakin ringan pula langkah untuk mencapainya.
Nah, itulah penjelasan mengenai pentingnya literasi keuangan bagi gen Z dan bagaimana cara mengelola finansial di era digital yang bisa kamu lakukan, HEALMates. Jadi, mulai sekarang jangan cuma jago scroll marketplace, ya. Kamu juga harus jago bikin anggaran, mengerti cara menabung dan investasi. Karena pada akhirnya, literasi keuangan bukan cuma soal uang, tapi juga soal ketenangan hidup. (RIW)

